Surplus Talenta Digital 2030! Jakarta, Kepri, dan Yogyakarta Jadi Lokomotif Teknologi

AKURAT SUMUT - Provinsi DKI Jakarta, Kepulauan Riau, dan Daerah Istimewa Yogyakarta diperkirakan akan mengalami kelebihan talenta digital pada tahun 2030, menurut proyeksi terbaru Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).
Data menunjukkan Jakarta bakal memiliki surplus sebanyak 225.014 tenaga ahli bidang komunikasi dan TI, disusul Kepulauan Riau dengan 28.496, serta Yogyakarta sekitar 42.446 talenta digital.
Menariknya, Bonifasius Wahyu Pudjianto, Kepala Badan Pengembangan SDM Kementerian Komunikasi dan Digital, mengungkap dalam jumpa pers di Jakarta pada Jumat (20/6/2025) bahwa “ketersediaan talenta digital berkorelasi langsung dengan pertumbuhan industri digital.”
Baca Juga: Jangan Lewatkan! Tarif MRT, LRT, dan Transjakarta Rp1 Khusus 22 Juni 2025!
Menurut dia, konsentrasi industri selama ini masih terpusat di Pulau Jawa, padahal idealnya pemerataan ke seluruh wilayah akan memaksimalkan potensi nasional.
Dalam pemaparan lebih lanjut, Bonifasius menambahkan, “Jawa memang unggul dalam infrastruktur, literasi digital, dan kualitas SDM, itulah mengapa Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, dan Jawa Timur tumbuh pesat.”
Hal ini terlihat dari data 2024, ketika Jakarta telah mencatat surplus 75.020 talenta, sementara Kepri mencapai kelebihan 8.310 profesional digital. Yogyakarta sendiri diproyeksikan baru akan menyusul masuk zona surplus pada 2026.
Namun, apakah ini berarti semua wilayah sudah siap? “Walau jumlah talenta meningkat, kesenjangan supply-demand masih terjadi di banyak daerah.” Ucap Bonifasius.
Untuk menutup celah ini, pemerintah meluncurkan berbagai program pelatihan dan sertifikasi bersama perguruan tinggi serta perusahaan teknologi sebuah upaya kolaboratif demi mencetak SDM yang siap pakai.
“kunci sukses bukan hanya mencetak talenta, tapi juga menumbuhkan industrinya.” Tambah Bonifasius.
Dengan kata lain, permintaan tenaga ahli akan terus tumbuh seiring geliat industri digital yang meluas.
Pada 2030, estimasi kebutuhan talenta digital nasional mencapai 12.092.110, sementara ketersediaan diperkirakan sekitar 9.343.849, menandai penyusutan kesenjangan dibandingkan 2023 ketika selisihnya mencapai lebih dari 4,4 juta orang.
Dengan proyeksi ini, tantangan selanjutnya adalah bagaimana memastikan talenta yang berlebih di Jakarta, Kepri, dan DIY dapat mendukung ekosistem digital di wilayah lain.
Pemerintah pun mendorong industri untuk membuka lebih banyak kesempatan kerja di luar Jawa, serta memperkuat infrastruktur dan literasi di daerah-daerah yang masih tertinggal.
Tentu, perjalanan menuju pemerataan talenta digital bukanlah hal mudah. Namun, dengan sinergi antara pemerintah, akademisi, dan pelaku industri, Indonesia semakin dekat menuju ekosistem digital yang inklusif dan berdaya saing global.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini



Terpopuler
- 1354 Siswa di Berastagi Keracunan Menu MBG: 110 Dirawat Inap, BGN Resmi Suspend Dapur SPPG Sempajaya
- 2Buntut Tragedi Keracunan Massal MBG di Karo, Kepala BGN Bawa Ancaman Pemecatan ASN Hingga Suspend Dapur SPPG
- 3Dugaan Diskriminasi PT SMART Tbk Jerat Petani Sawit Adipati Labura: Akses Jalan Dipatok, Ekonomi Warga Lumpuh!
- 4Polrestabes Medan Gagalkan Peredaran 622 Pod Getar Bernarkoba Asal Malaysia
- 5Gempa M6,4 Guncang Simalungun Sumatra Utara, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami
- 6HUT ke-81 RI, 463 Napi Lapas Rantauprapat Terima Remisi, 20 Orang Langsung Bebas
- 7Aksi Heroik Siswa SMAN 1 Panai Hilir Panjat Tiang Bendera Saat Upacara HUT ke-81 RI
- 8Perkuat Sinergi Forkopimda, Kapolda Sumut Hadiri Upacara HUT ke-81 RI di Lapangan Astaka
- 9354 Siswa di Berastagi Keracunan Menu MBG: 110 Dirawat Inap, BGN Resmi Suspend Dapur SPPG Sempajaya
- 10Diduga Jual Beli Jabatan, Wali Kota Medan Rico Waas Bebastugaskan Camat Medan Timur


