Sumut

Robot Humanoid China Kalahkan Pelari di Half Marathon Beijing

Yusuf Tirtayasa | 23 April 2026, 19:04 WIB
Robot Humanoid China Kalahkan Pelari di Half Marathon Beijing
Robot Humanoid Salip Pelari Manusia di Half Marathon Beijing, Teknologi Makin Melaju (Reuters.com)

AKURAT.CO Lomba half marathon di Beijing baru-baru ini menjadi panggung demonstrasi teknologi robotika yang mengejutkan publik.

Dalam ajang tersebut, sejumlah robot humanoid buatan China berhasil menunjukkan performa lari yang sangat cepat, bahkan mampu menyalip pelari manusia di lintasan.

Peristiwa ini menjadi bukti nyata perkembangan pesat teknologi robotika dan kecerdasan buatan dalam beberapa tahun terakhir.

Ajang ini menarik perhatian karena memperlihatkan bagaimana robot tidak lagi sekadar mesin eksperimental, tetapi mulai memiliki kemampuan fisik yang kompetitif dibanding manusia.

Jika pada edisi sebelumnya banyak robot gagal menyelesaikan lomba, tahun ini performa mereka meningkat drastis. Dengan teknologi navigasi otonom dan desain biomekanika yang semakin canggih, robot mampu berlari secara stabil dalam jarak panjang.

Performa Robot Meningkat Drastis

Pada lomba tahun sebelumnya, banyak robot mengalami gangguan teknis dan tidak mampu menyelesaikan balapan. Robot tercepat saat itu hanya mencatat waktu sekitar 2 jam 40 menit, tertinggal jauh dari pelari manusia.

Namun pada penyelenggaraan terbaru, jumlah tim peserta meningkat pesat dari sekitar 20 menjadi lebih dari 100 tim pengembang. Sejumlah robot bahkan mencatat waktu yang lebih cepat dibanding pelari profesional.

Beberapa robot berhasil melampaui pemenang manusia dengan selisih lebih dari 10 menit. Hal ini menunjukkan peningkatan besar dalam efisiensi gerak, keseimbangan, dan kemampuan pengolahan data selama berlari.

Selain kecepatan, peningkatan juga terlihat pada kemampuan navigasi. Hampir setengah dari robot peserta mampu berlari secara mandiri sepanjang lintasan sejauh 21 kilometer tanpa kendali jarak jauh.

Robot Honor Catat Waktu Rekor

Robot tercepat dalam lomba ini dikembangkan oleh perusahaan teknologi China Honor yang merupakan pecahan dari Huawei. Robot tersebut menyelesaikan lomba dengan waktu 50 menit 26 detik.

Tim pengembang Honor bahkan berhasil menguasai tiga posisi teratas dalam kompetisi tersebut. Semua robot yang mereka gunakan mengandalkan sistem navigasi otonom serta desain kaki yang meniru biomekanika pelari manusia.

Menurut insinyur Honor Du Xiaodi, robot ini dikembangkan selama sekitar satu tahun. Desain kakinya dibuat sepanjang 90–95 cm untuk meniru langkah pelari elit, sementara sistem pendingin cair diadaptasi dari teknologi yang biasa digunakan pada smartphone.

Ia menilai kemampuan berlari cepat bukan sekadar pencapaian olahraga, tetapi juga memiliki potensi aplikasi industri. Teknologi yang digunakan untuk meningkatkan kecepatan dan ketahanan robot dapat diterapkan pada pengembangan struktur mesin dan sistem pendinginan perangkat.

Meski begitu, para ahli menilai robot humanoid masih berada pada tahap awal pengembangan. Tantangan seperti kemampuan manipulasi objek, persepsi lingkungan nyata, serta efisiensi kerja masih perlu ditingkatkan sebelum teknologi ini benar-benar digunakan secara luas di industri.

Di sisi lain, antusiasme publik terhadap lomba ini sangat tinggi. Banyak penonton terkesan dengan gerakan robot yang semakin natural, bahkan sejumlah pelajar mengaku tertarik mempelajari robotika setelah menyaksikan kompetisi tersebut.

Pemerintah China sendiri terus mendorong pengembangan teknologi robot humanoid melalui berbagai kebijakan dan investasi. Targetnya adalah menjadikan robot sebagai bagian penting dari masa depan industri dan manufaktur negara tersebut.

Sebagai pembaca, menarik untuk terus mengikuti perkembangan robotika dan AI global, karena teknologi ini diperkirakan akan memainkan peran besar dalam berbagai sektor industri di masa depan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Terpopuler