Dody Hanggodo Janji Cek Pembangunan Jembatan Gantung untuk Siswa di Kepulauan Nias

AKURAT SUMUT (Kepulauan Nias) - Kisah perjuangan sejumlah siswa di Kepulauan Nias, Sumatera Utara, yang setiap hari harus menyeberangi sungai untuk berangkat ke sekolah kembali menjadi sorotan publik.
Kondisi ini menyoroti masih terbatasnya infrastruktur dasar yang mendukung akses pendidikan di daerah terpencil.
Menanggapi hal tersebut, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Dody Hanggodo menyatakan bahwa kementeriannya telah mengalokasikan anggaran untuk pembangunan jembatan gantung di berbagai wilayah Indonesia.
Namun, ia menegaskan perlu melakukan pengecekan lebih lanjut apakah Kepulauan Nias termasuk dalam daftar program tersebut.
Baca Juga: Habis Triliunan Tapi Proyek IKN Mandek! Menteri PU Buka Suara
“Saya mesti cek dulu. Program jembatan gantung memang sudah masuk dalam anggaran melalui Direktorat Jenderal Bina Marga di sejumlah daerah. Tapi Indonesia ini sangat luas, jadi khusus untuk Nias, nanti akan saya pastikan lagi,” ujar Dody saat menghadiri kegiatan di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 30 Medan, Minggu (9/11/2025).
Ia menjelaskan, pembangunan jembatan gantung merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk memperluas konektivitas dan memastikan akses masyarakat terhadap layanan dasar, seperti pendidikan dan kesehatan.
“Jembatan gantung ini penting bagi masyarakat yang tinggal di wilayah terpencil. Pemerintah berkomitmen untuk memperbaiki konektivitas agar anak-anak tidak lagi menghadapi risiko saat menuju sekolah,” tambahnya.
Baca Juga: Viral! Menteri P2MI Sebut Karier di Luar Negeri Lebih Menjanjikan
Kisah siswa di Nias yang harus menyeberangi sungai tanpa jembatan menuai simpati dari berbagai kalangan.
Warga berharap pemerintah segera menindaklanjuti kebutuhan infrastruktur tersebut agar keselamatan para pelajar lebih terjamin dan aktivitas belajar tidak lagi terhambat oleh akses jalan yang sulit.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.





