Meta Nonaktifkan 150 Ribu Akun Penipuan di Asia Tenggara, Begini Cara Kerja Sistem Keamanan Barunya

AKURAT.CO Meta kembali menunjukkan langkah tegas dalam memerangi kejahatan digital dengan menonaktifkan lebih dari 150.000 akun yang terhubung dengan jaringan penipuan online di Asia Tenggara.
Langkah ini menjadi bagian dari operasi internasional besar yang juga melibatkan aparat penegak hukum lintas negara. Dalam konteks meningkatnya kasus scam digital, tindakan Meta ini menjadi sorotan penting bagi pengguna internet, terutama generasi muda yang aktif di platform seperti Facebook dan WhatsApp.
Upaya ini juga relevan dengan meningkatnya pencarian terkait keamanan akun, penipuan online, hingga cara menghindari scam digital yang kini semakin canggih dan sulit dideteksi.
Operasi Global Bongkar Jaringan Penipuan Digital Asia Tenggara
Meta menonaktifkan akun-akun tersebut bersamaan dengan penangkapan 21 tersangka oleh kepolisian Thailand dalam operasi internasional melawan kejahatan siber. Operasi ini dipimpin oleh pusat penanggulangan kejahatan siber Kepolisian Kerajaan Thailand dan melibatkan FBI serta satuan khusus Departemen Kehakiman Amerika Serikat.
Meta berperan melalui tim investigasi internal yang memanfaatkan data dari aparat hukum secara real-time. Kolaborasi ini bertujuan memutus jaringan penipuan lintas negara yang menargetkan korban secara global.
"Operasi ini adalah bukti bagaimana berbagi informasi dan mengoordinasikan upaya kami dapat membuat kemajuan nyata dalam mengganggu aktivitas kriminal ini pada sumbernya," ujar Chris Sonderby selaku wakil presiden dan wakil penasihat umum Meta, dikutip dari The Guardian, Sabtu (14/3/2026).
Fitur Keamanan Baru Meta: AI Deteksi Penipuan hingga Peringatan Otomatis
Selain penindakan, Meta juga memperkenalkan fitur keamanan baru untuk meningkatkan perlindungan pengguna. Di Facebook, sistem kini mampu memberikan peringatan saat ada permintaan pertemanan mencurigakan berdasarkan ketidaksesuaian data profil.
Pengguna juga akan melihat indikator seperti akun baru atau tidak memiliki teman bersama. Selain itu, tersedia opsi cepat untuk memblokir atau melaporkan akun yang dianggap tidak autentik.
Di WhatsApp, Meta menghadirkan peringatan pop-up ketika ada upaya menghubungkan akun ke perangkat lain. Sistem ini dirancang untuk mencegah pembajakan akun yang sering digunakan dalam skema penipuan.
Sementara itu, di Facebook Messenger, Meta memperluas sistem deteksi berbasis kecerdasan buatan. Pengguna dapat meminta sistem meninjau pesan mencurigakan, termasuk tawaran pekerjaan yang tidak diminta.
Diketahui, banyak jaringan penipuan ini beroperasi dari kompleks di Kamboja, Myanmar, dan Laos dengan pola kejahatan terorganisir yang menyasar korban dari berbagai negara.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.





