PTUN Medan Eksekusi Putusan Keterbukaan Informasi, Pengangkatan Sekda Labuhanbatu Disorot

AKURAT SUMUT – Polemik pengangkatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Labuhanbatu tahun 2023 mencuat setelah Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Medan menetapkan eksekusi terhadap putusan sengketa keterbukaan informasi terkait proses jabatan tersebut.
Penetapan eksekusi itu tercatat dalam perkara Nomor 1/EKS/2026/PTUN.MDN untuk menjalankan putusan Komisi Informasi Provinsi Sumatera Utara Nomor 60/PTS/KIP-SU/X/2025 yang memerintahkan badan publik membuka dokumen proses pengangkatan Sekda Labuhanbatu, Hasan Heri Rambe.
Permohonan eksekusi diajukan oleh Arif Hakiki Hasibuan, S.H.I setelah pihak Atasan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Kabupaten Labuhanbatu tidak menjalankan putusan Komisi Informasi secara sukarela.
Kepada media Arif menyebut, langkah eksekusi pengadilan tersebut menjadi indikasi bahwa putusan Komisi Informasi sebelumnya tidak dipatuhi oleh badan publik.
“Permohonan ini kami ajukan karena putusan Komisi Informasi yang memerintahkan pembukaan dokumen tidak dijalankan. Dalam negara hukum, putusan lembaga negara harus dihormati,” kata Arif, Jumat (6/3/2026).
Ia menjelaskan, permintaan informasi yang diajukan mencakup dokumen tahapan administrasi, proses seleksi hingga dasar hukum penetapan jabatan Sekda Labuhanbatu.
Menurut Arif, keterbukaan dokumen tersebut penting untuk memastikan apakah proses pengangkatan pejabat strategis di lingkungan Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu telah berjalan sesuai prosedur dan prinsip meritokrasi dalam birokrasi.
Baca Juga: Bobby Nasution, Wali Kota Medan, dan Bupati Deliserdang Sepakati Proyek PSEL Atasi Sampah Perkotaan
Polemik ini juga menjadi sorotan publik karena munculnya isu kedekatan kekerabatan antara Sekda Hasan Heri Rambe dengan Bupati Labuhanbatu saat proses pengangkatan berlangsung pada 2023.
Isu tersebut memunculkan pertanyaan mengenai transparansi dan independensi dalam proses pengisian jabatan tertinggi dalam struktur birokrasi daerah.
Sebelumnya, Komisi Informasi Provinsi Sumatera Utara telah mengabulkan permohonan informasi dan memerintahkan badan publik membuka dokumen yang diminta. Namun karena tidak dijalankan, pemohon kemudian mengajukan permohonan eksekusi ke PTUN Medan.
Arif menilai, kasus ini tidak lagi sekadar sengketa keterbukaan informasi, tetapi juga menyangkut prinsip akuntabilitas dalam tata kelola pemerintahan daerah.
“Transparansi adalah fondasi pemerintahan yang bersih. Jika proses pengangkatan pejabat publik tidak terbuka, maka wajar jika muncul kecurigaan dan menurunnya kepercayaan publik,” ujarnya.
Ia juga menilai perkara ini berpotensi menjadi preseden penting bagi pengawasan publik terhadap proses pengisian jabatan strategis di berbagai daerah.
Dengan adanya penetapan eksekusi tersebut, publik kini menunggu sikap Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu apakah akan membuka dokumen yang diminta sebagaimana putusan Komisi Informasi, atau justru kembali memicu polemik hukum yang lebih luas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini



Terpopuler
- 1354 Siswa di Berastagi Keracunan Menu MBG: 110 Dirawat Inap, BGN Resmi Suspend Dapur SPPG Sempajaya
- 2Buntut Tragedi Keracunan Massal MBG di Karo, Kepala BGN Bawa Ancaman Pemecatan ASN Hingga Suspend Dapur SPPG
- 3Dugaan Diskriminasi PT SMART Tbk Jerat Petani Sawit Adipati Labura: Akses Jalan Dipatok, Ekonomi Warga Lumpuh!
- 4Polrestabes Medan Gagalkan Peredaran 622 Pod Getar Bernarkoba Asal Malaysia
- 5Gempa M6,4 Guncang Simalungun Sumatra Utara, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami
- 6HUT ke-81 RI, 463 Napi Lapas Rantauprapat Terima Remisi, 20 Orang Langsung Bebas
- 7Aksi Heroik Siswa SMAN 1 Panai Hilir Panjat Tiang Bendera Saat Upacara HUT ke-81 RI
- 8Perkuat Sinergi Forkopimda, Kapolda Sumut Hadiri Upacara HUT ke-81 RI di Lapangan Astaka
- 9354 Siswa di Berastagi Keracunan Menu MBG: 110 Dirawat Inap, BGN Resmi Suspend Dapur SPPG Sempajaya
- 10Diduga Jual Beli Jabatan, Wali Kota Medan Rico Waas Bebastugaskan Camat Medan Timur


