Penyusunan RPKD Labuhanbatu 2025–2029, TKPK Gelar FGD Bahas Strategi Penanggulangan Kemiskinan

AKURAT SUMUT (Labuhanbatu) – Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Kabupaten Labuhanbatu menggelar Focus Group Discussion (FGD) penyusunan RPKD Labuhanbatu 2025–2029 di Ruang Rapat Bupati, Kecamatan Rantau Selatan.
FGD ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperkuat strategi penanggulangan kemiskinan melalui kolaborasi lintas sektor.
Kegiatan dibuka oleh Kepala Bappeda Labuhanbatu Nelson M. Bangun bersama Kabag Tapem Setdakab Labuhanbatu Aidi Syahmir Hasibuan.
Sejumlah perangkat daerah serta lembaga non-pemerintah juga terlibat untuk memberikan masukan terkait pemberdayaan masyarakat dan program pengentasan kemiskinan.
Pada FGD tersebut, peserta menyoroti beberapa isu prioritas. Salah satunya peningkatan akses sanitasi bagi warga yang belum memiliki jamban, yang dinilai penting untuk mendukung kesehatan lingkungan.
Selain itu, rencana relokasi perumahan nelayan di Panai Hilir turut dibahas sebagai bagian dari penyelarasan tata ruang dan peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Baca Juga: Bupati Labuhanbatu Ikuti Rakor BKN 2025 untuk Percepatan Transformasi Digital ASN
Pembahasan juga mencakup pendataan kebutuhan energi bagi rumah tangga kurang mampu.
Data tersebut akan menjadi dasar usulan pemerintah daerah kepada pemerintah provinsi dan pusat agar intervensi program dapat lebih tepat sasaran.
Setiap program penanggulangan kemiskinan ditegaskan harus sesuai dengan kode rekening yang ditetapkan pemerintah.
Penyesuaian ini diperlukan untuk memastikan proses perencanaan dan penganggaran dapat diverifikasi oleh Kementerian Dalam Negeri.
Baca Juga: Bupati Labuhanbatu Tanggap Sampah Di Pasar Glugur
Melalui penyelenggaraan FGD ini, Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu menargetkan lahirnya strategi yang mampu menurunkan angka kemiskinan secara signifikan dan berkelanjutan, terutama melalui penguatan ekonomi masyarakat.
FGD dihadiri perwakilan BPS Labuhanbatu, BAZNAS, BPJS Ketenagakerjaan, camat Bilah Barat dan Rantau Utara, serta berbagai perangkat daerah yang terlibat dalam isu penanggulangan kemiskinan.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Aceh Dikepung Kabut Asap: BMKG Ungkap Pemicu dan Ancaman Transboundary Haze
- 2Bus Tahanan Polres Labuhanbatu Masuk Jurang Usai Tabrak Fuso di Jalinsum Labura, Tahanan Luka-Luka
- 3Sengketa Lahan Aceh Utara: Masyarakat dan Serikat Tani Desak PTPN Cot Girek Kembalikan 400 Hektar Tanah Sertifikat
- 4Kabut Asap Karhutla di Aceh Kian Pekat, BMKG Peringatkan Dampak Risiko Kesehatan Warga
- 5Polisi Terlibat Kejar-Kejaran Gerebek Narkoba di Tanjung Morawa, Tujuh Pelaku Ditangkap
- 6Dampak Kabut Asap Karhutla, Dinas Pendidikan Labuhanbatu Terapkan PJJ Bagi Siswa PAUD hingga SMP
- 7Tabrakan Beruntun Maut di Sergai, Sopir Angkutan Tewas dan 9 Orang Luka-Luka
- 8Gawat bah! Kado HUT ke-81 Pemkab Labuhanbatu Dicoreng "Rapor Merah", Aliansi Mahasiswa Ngamuk Geruduk Kantor Bupati
- 9354 Siswa di Berastagi Keracunan Menu MBG: 110 Dirawat Inap, BGN Resmi Suspend Dapur SPPG Sempajaya
- 10Diduga Jual Beli Jabatan, Wali Kota Medan Rico Waas Bebastugaskan Camat Medan Timur



