Sumut

Tuntutan Mahasiswa dalam Aksi Unjuk Rasa Indonesia Gelap di Jakarta, BEM SI Akan Demo Lebih Besar Apabila Tidak Digubris!

Kurnia | 17 Februari 2025, 17:57 WIB
Tuntutan Mahasiswa dalam Aksi Unjuk Rasa Indonesia Gelap di Jakarta, BEM SI Akan Demo Lebih Besar Apabila Tidak Digubris!

AKURAT SUMUT -Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) menggelar aksi unjuk rasa bertajuk "Indonesia Gelap" di depan Istana Negara, Jakarta Pusat, pada Senin (17/2/2025). 

Aksi ini merupakan bentuk protes terhadap berbagai kebijakan pemerintah yang dianggap merugikan masyarakat.

Aksi Indonesia Gelap dilatarbelakangi oleh ketidakpuasan mahasiswa terhadap sejumlah kebijakan pemerintah yang dinilai tidak berpihak pada rakyat. 

Mahasiswa menyoroti isu-isu seperti efisiensi anggaran yang berdampak pada pemutusan hubungan kerja (PHK) di berbagai instansi, penegakan hukum yang dianggap tebang pilih, serta kinerja kabinet yang dinilai kurang optimal.

Sekitar pukul 13.00 WIB, massa aksi mulai berkumpul di Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat. 

Mereka membawa spanduk dan bendera serta satu mobil komando, kemudian melakukan long march menuju kawasan Patung Kuda, Medan Merdeka Barat, yang berjarak sekitar tiga kilometer dari titik awal. 

Selain dari TIM, kelompok mahasiswa lain juga bergerak dari IRTI Monas untuk bergabung di lokasi utama aksi.

Selama perjalanan, massa aksi mendapatkan pengawalan ketat dari aparat keamanan. Sebanyak 1.623 personel gabungan dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, TNI, dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dikerahkan untuk mengawal jalannya unjuk rasa.

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Polisi Susatyo Purnomo Condro, menyatakan bahwa personel ditempatkan di sejumlah titik strategis di sekitar Bundaran Patung Kuda hingga depan Istana Negara untuk memastikan aksi berjalan kondusif.

Tuntutan Mahasiswa

Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyampaikan tujuh tuntutan utama kepada pemerintah, yaitu:

  1. Mencabut Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 mengenai efisiensi anggaran yang dinilai tidak berpihak pada rakyat dan dapat mengancam sektor pendidikan.
  2. Mencabut pasal-pasal dalam RUU Minerba yang memungkinkan perguruan tinggi terlibat dalam pengelolaan sektor pertambangan, guna menjaga independensi akademik.
  3. Memberikan tunjangan kepada dosen dan tenaga pendidik tanpa pemotongan atau hambatan, serta mengevaluasi pelaksanaan program makan bergizi gratis.
  4. Menghentikan kebijakan publik tanpa riset ilmiah yang tidak berfokus pada kesejahteraan masyarakat.
  5. Mengadili Presiden Joko Widodo atas kebijakan yang dianggap merugikan rakyat dan melanggar konstitusi.
  6. Evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Kabinet Merah Putih, dengan harapan perombakan dapat meningkatkan kinerja pemerintah dalam melayani masyarakat.
  7. Penegakan hukum yang adil dan transparansi anggaran, agar masyarakat dapat mengawasi dan memastikan anggaran digunakan untuk kepentingan publik.

Perbedaan jumlah tuntutan yang dilaporkan dalam berbagai sumber mungkin disebabkan oleh perbedaan interpretasi atau penekanan pada isu tertentu. 

Namun, secara keseluruhan, tuntutan tersebut mencerminkan aspirasi mahasiswa untuk perubahan kebijakan yang lebih berpihak pada rakyat dan peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia.

Pengamanan dan Kemacetan di Sejumlah Titik

Menjelang aksi unjuk rasa, aparat kepolisian memasang kawat berduri di sekitar kawasan Patung Kuda sebagai langkah pengamanan. 

Selain itu, beberapa ruas jalan di sekitar lokasi aksi ditutup sementara, menyebabkan kemacetan di beberapa titik utama di Jakarta Pusat.

Beberapa lokasi yang mengalami kepadatan lalu lintas akibat aksi ini meliputi:

  1. Jalan Medan Merdeka Barat: Akses menuju Istana Negara ditutup oleh aparat kepolisian dengan beton dan kawat berduri, mengakibatkan arus lalu lintas dialihkan.
  2. Jalan Medan Merdeka Timur: Penutupan jalan ini menyebabkan pengendara harus mencari rute alternatif, yang berpotensi menimbulkan kemacetan di jalur-jalur sekitar.
  3. Jalan Budi Kemuliaan: Kemacetan terjadi akibat penutupan Jalan Medan Merdeka Barat, terutama bagi kendaraan yang mengarah ke Jalan Medan Merdeka Selatan dan Jalan M.H. Thamrin.
  4. Kawasan Patung Kuda Arjuna Wijaya: Sebagai pusat konsentrasi massa aksi, terjadi penumpukan kendaraan yang memperparah kemacetan di sekitarnya.

Penutupan dan pengalihan arus lalu lintas di sekitar Bundaran Patung Kuda hingga depan Istana Negara juga menyebabkan kepadatan di jalur alternatif, sehingga pengendara diimbau untuk menghindari area tersebut guna menghindari keterlambatan.

BEM SI mengindikasikan bahwa aksi Indonesia Gelap ini akan berlanjut jika pemerintah tidak merespons tuntutan yang telah disampaikan. 

Mahasiswa berencana menggelar aksi serupa di berbagai daerah sebagai bentuk solidaritas dan tekanan kepada pemerintah untuk segera mengambil tindakan nyata.

Dalam pernyataan resmi, koordinator pusat BEM SI menyatakan, "Kami akan terus mengawal dan memperjuangkan aspirasi rakyat. Jika pemerintah tidak segera merespons tuntutan kami, aksi serupa akan digelar di berbagai daerah sebagai bentuk solidaritas dan tekanan."

Selain itu, salah satu perwakilan mahasiswa yang ikut dalam aksi tersebut menyampaikan, "Kami menuntut transparansi dan keadilan dari pemerintah. Kebijakan yang tidak berpihak pada rakyat harus segera dihentikan."

Aksi Indonesia Gelap ini menjadi momentum bagi mahasiswa untuk menyuarakan aspirasi dan kritik terhadap kebijakan pemerintah yang dianggap merugikan masyarakat.

Diharapkan, melalui aksi damai ini, pemerintah dapat merespons dan memperbaiki kebijakan yang dirasa tidak berpihak pada rakyat.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Istana Negara terkait aksi Indonesia Gelap dan tuntutan yang disampaikan oleh mahasiswa. 

Namun, sebelumnya pemerintah telah menyatakan bahwa kebijakan efisiensi anggaran dilakukan untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah tantangan global.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
I