Sumut

Ketok Palu! 1 Ramadhan 2025 Dimulai 1 Maret, Saatnya Jaga Iman & Perut!

Kurnia | 28 Februari 2025, 22:41 WIB
Ketok Palu! 1 Ramadhan 2025 Dimulai 1 Maret, Saatnya Jaga Iman & Perut!

AKURAT SUMUT - Sidang isbat yang diadakan pada Jumat (28/2/2025) berhasil menetapkan Puasa awal Ramadan 1446 Hijriyah pada Sabtu, 1 Maret 2025.

Keputusan ini diambil setelah melalui rangkaian pengamatan dan perhitungan yang melibatkan Tim Hisab dan Rukyat Kemenag, sejumlah ahli falak, serta dukungan dari berbagai pihak seperti BMKG, BRIN, dan perwakilan organisasi Islam.

Dalam konferensi pers yang digelar di kantor Kementerian Agama (kemenag) Menteri Agama RI Nasaruddin Umar menjelaskan bahwa sidang isbat dilakukan dengan mendengarkan paparan hasil pengamatan hilal yang dilakukan pada 29 Sya’ban 1446 H (28 Februari 2025).

“Pada malam ini, 1 Ramadan 1446 Hijriyah ditetapkan besok, Sabtu, 1 Maret 2025,” ujar Nasaruddin.

Keputusan tersebut didukung oleh data posisi hilal yang diperoleh melalui perhitungan astronomi dan verifikasi dari 125 titik pengamatan di seluruh Indonesia.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad, menambahkan bahwa sidang isbat terdiri dari tiga rangkaian: pemaparan data posisi hilal, verifikasi hasil rukyatul hilal, dan musyawarah pengambilan keputusan yang akhirnya diumumkan kepada publik.

Penetapan awal bulan Ramadhan kali ini menggabungkan metode hisab (perhitungan matematis) dengan observasi langsung atau rukyat.

Hasil pengamatan menunjukkan bahwa ketinggian hilal di berbagai wilayah Indonesia berada di kisaran 3° 5.91’ hingga 4° 40.96’, dengan sudut elongasi antara 4° 47.03’ dan 6° 24.14’.

Data tersebut sesuai dengan kriteria visibilitas hilal baru yang ditetapkan oleh MABIMS, yakni minimal 3 derajat untuk ketinggian dan 6,4 derajat untuk elongasi.

Muhammad Raihan, Koordinator Penelitian dan Pengembangan Himpunan Astronomi Amatir Jakarta (HAAJ), yang turut mengamati di Pantai Anyer, menyampaikan bahwa persiapan pengamatan dimulai sejak pukul 14.00 WIB.

“Pengamatan hilal tidak hanya soal melihat bulan sabit muda, tetapi juga memastikan keakuratan data melalui alat seperti teleskop dan kamera khusus,” ujarnya.

Sidang isbat yang dilakukan di Kantor Kementerian Agama di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, juga melibatkan perwakilan dari berbagai instansi dan organisasi.

Dalam konferensi pers tersebut, selain Menteri Agama, hadir juga Wakil Menteri Agama Romo Syafi’i, Ketua Komisi VIII DPR Marwan Dasopang, Ketua MUI KH Abdullah Jaidi, dan beberapa perwakilan dari badan keilmuan.

Marwan Dasopang, Ketua Komisi VIII DPR, mengungkapkan rasa syukur karena masyarakat tampak tetap percaya pada proses penetapan awal Ramadan melalui sidang isbat.

“Malam ini, seluruh penjuru nusantara menantikan keputusan sidang isbat, yang menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah,” katanya.

Pernyataan ini juga didukung oleh perwakilan dari Observatorium Bosscha yang mengirimkan dua tim pengamat dari Bandung dan Aceh.

Agus Triono, Staf Peneliti Observatorium Bosscha, menyampaikan bahwa timnya telah melakukan kalibrasi alat dan persiapan teknis sejak beberapa hari sebelumnya guna memastikan hasil pengamatan yang akurat.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Agama mengajak seluruh umat Islam untuk menyambut bulan suci dengan penuh keikhlasan dan semangat berbagi.

“Ramadan mengajarkan kita bahwa kebahagiaan sejati bukan hanya pada apa yang kita miliki, melainkan pada apa yang kita bagikan,” ujar Nasaruddin.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga hubungan tidak hanya secara vertikal dengan Tuhan, tetapi juga secara horizontal dengan sesama manusia.

Dengan penetapan awal Ramadan 1446 H pada 1 Maret 2025, diharapkan umat Islam di seluruh Indonesia dapat memulai ibadah puasa dengan khidmat dan penuh persatuan.

Proses sidang isbat yang menggabungkan metode hisab dan rukyat ini kembali menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga akurasi penetapan awal bulan Hijriah melalui sinergi antara ilmu pengetahuan dan tradisi keislaman.

Selamat menyambut Ramadan, semoga bulan suci ini membawa berkah dan kebaikan bagi seluruh umat.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
I