Sumut

Kengerian di Sungai Natal, Buaya Tewaskan Pria 56 Tahun, Tangan & Kaki Hilang!

Kurnia | 26 Juli 2025, 20:58 WIB
Kengerian di Sungai Natal, Buaya Tewaskan Pria 56 Tahun, Tangan & Kaki Hilang!

AKURAT SUMUT - Warga Mandailing Natal (Madina) diguncang kabar tragis. Maskuddin (56), warga Desa Setia Karya, Kecamatan Natal, ditemukan tewas mengenaskan di Sungai Batang Natal, tepatnya di kawasan Kampung Auon, Sabtu (26/7/2025) pagi.

Diduga kuat, pria itu menjadi korban keganasan buaya yang belakangan sering terlihat di sungai tersebut. Kondisi tubuhnya mengerikan, tangan kiri dan kaki kanan putus, disertai luka menganga di dada dan perut.

Sekretaris Desa (Sekdes) Setia Karya, Ishar Basri Batubara, mengonfirmasi identitas korban dan kronologi kejadian.

"Korban dan keluarganya tinggal di Desa Setia Karya. Namun mereka belum punya Kartu Keluarga (KK) atau tidak tercatat di Dinas Dukcapil Madina," jelas Ishar saat dikonfirmasi Sabtu siang.

Menurut keterangan yang dihimpun dari keluarga dan warga, Maskuddin alias Makud pergi ke Sungai Batang Natal di Kampung Auon pada Jumat pagi (25/7) untuk mencari lokan (kerang) sebagai mata pencaharian tambahan.

Kebiasaannya, dia pulang sekitar pukul 5 sore. Namun, hari Jumat itu, dia tak kunjung pulang hingga malam tiba.

"Warga mencari keberadaan Maskuddin. Tepat pada pukul 10.00 WIB pagi tadi, dilaporkan bahwa Maskuddin tergeletak di sungai. Kaki dan tangannya sebelah kiri putus dan tidak ditemukan," lanjut Sekdes Ishar, menjelaskan kondisi mengenaskan saat korban ditemukan.

Pencarian yang dilanjutkan Sabtu pagi berakhir dengan penemuan yang menyayat hati. Selain kehilangan anggota badan, tubuh Maskuddin juga terdapat luka besar di bagian dada dan perut.

Keluarga, yang masih berduka, memilih untuk tidak dilakukan visum atas jenazah. Evakuasi dilakukan oleh gabungan Polsek Natal, Polairud Polres Madina, Babinsa Koramil Natal, dan aparat desa.

Baca Juga: Setelah Sebulan Kabur ke Hutan, Pelaku Keji Pemerkosaan dan Pembunuhan RAZ (10) Diringkus di Mesuji

Kecamatan Natal, Mulia Gading, membenarkan insiden naas ini dan mengungkapkan bahwa keberadaan buaya besar bukanlah hal baru.

"Kejadian naas ini benar. Memang dalam beberapa hari belakangan buaya berukuran dewasa sering terlihat warga di beberapa lokasi (Sungai Batang Natal)," tegas Camat Gading.

Menyikapi hal ini dan untuk mencegah korban jiwa berikutnya, Camat Gading mendesak pihak berwenang segera turun tangan.

"Pihak KKP (Kementerian Kelautan dan Perikanan) harus segera turun sebagai antisipasi sebelum bertambahnya korban jiwa," harapnya dengan nada was-was.

Kekhawatiran Camat bukannya tanpa alasan. Informasi dari warga menyebutkan, penampakan buaya besar di aliran Sungai Batang Natal semakin sering terjadi belakangan ini.

Ancaman buaya ternyata tidak hanya di Sungai Batang Natal. Warga Desa Bintungan Bejangkar, Kecamatan Sinunukan, Madina, juga baru-baru ini digegerkan oleh penampakan dan serangan buaya.

Seekor buaya tidak hanya muncul di aliran sungai setempat, tetapi juga sempat menggigit seorang warga hingga menyebabkan luka serius.

Informasi yang beredar di media sosial menyebut korban adalah seorang pria yang baru saja melintasi sungai tersebut empat hari sebelum kejadian.

Dua insiden berdekatan ini, satu fatal di Natal dan satu lagi menyebabkan luka di Sinunukan menciptakan suasana mencekam di Madina.

Warga yang hidup dekat aliran sungai, terutama Sungai Batang Natal yang kini menjadi sorotan, diimbau ekstra waspada.

Aktivitas di sungai, khususnya sendirian atau pada waktu-waktu tertentu, menjadi sangat berisiko.

Pemerintah daerah dan pihak berwajib diharapkan segera mengambil langkah konkret, seperti yang didesak Camat Natal, untuk memantau dan menangani ancaman buaya ini sebelum memakan korban berikutnya.

Kehadiran reptil buas ini di sungai-sungai pemukiman jelas membahayakan nyawa warga.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
I