Data Terbaru Bencana Alam di Sumut : 3.016 Jiwa Masih Mengungsi

AKURAT.CO Sebanyak 3.016 jiwa masih mengungsi akibat bencana alam di Sumatera Utara hingga awal Maret 2026. Ribuan warga tersebut belum dapat kembali ke rumah setelah bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah tersebut sejak akhir November 2025.
Seperti dilaporkan Antara Sumut, Data terbaru dari Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Sumut mencatat bahwa para pengungsi berasal dari 754 kepala keluarga (KK) yang tersebar di sejumlah wilayah terdampak.
Bencana ini merupakan bagian dari rangkaian banjir dan longsor besar yang melanda Pulau Sumatra akibat curah hujan ekstrem pada akhir 2025.
Meski berbagai upaya penanganan terus dilakukan pemerintah daerah dan lembaga terkait, sebagian warga masih harus bertahan di lokasi pengungsian karena kondisi tempat tinggal mereka belum sepenuhnya aman atau layak dihuni kembali.
Sebaran Pengungsi Bencana di Sumatera Utara
Menurut laporan terbaru Pusdalops PB Sumut, ribuan pengungsi tersebut terkonsentrasi di dua wilayah utama. Kabupaten Tapanuli Tengah menjadi daerah dengan jumlah pengungsi terbesar, sementara Kabupaten Tapanuli Selatan juga masih menampung ratusan warga terdampak.
Rinciannya sebagai berikut:
Kabupaten Tapanuli Tengah: 2.564 jiwa
Kabupaten Tapanuli Selatan: 452 jiwa
Total keseluruhan mencapai 3.016 jiwa yang masih berada di lokasi pengungsian hingga pembaruan data terakhir pada 5 Maret 2026 pukul 17.00 WIB.
Baca Juga: Sukseskan KDMP, PTPN IV PalmCo Gandeng 4 UMKM di Sumut
Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan, dan Logistik BPBD Sumatera Utara, Sri Wahyuni Pancasilawati, menyebut data tersebut masih bersifat sementara dan akan terus diperbarui sesuai perkembangan di lapangan.
20 Wilayah di Sumut Terdampak Bencana
Bencana hidrometeorologi yang terjadi pada akhir 2025 berdampak luas di Sumatera Utara. Total 20 kabupaten dan kota tercatat mengalami dampak banjir maupun longsor.
Beberapa wilayah terdampak antara lain:
Kota Medan
Kota Binjai
Kota Tebingtinggi
Kota Padangsidimpuan
Kota Sibolga
Kabupaten Deliserdang
Kabupaten Serdang Bedagai
Kabupaten Langkat
Kabupaten Humbang Hasundutan
Kabupaten Pakpak Bharat
Dampak bencana tidak hanya menyebabkan kerusakan infrastruktur, tetapi juga memaksa ribuan warga meninggalkan rumah mereka demi keselamatan.
Penanganan Bencana Masih Berlangsung
Pemerintah daerah bersama berbagai pemangku kepentingan terus melakukan penanganan terhadap korban bencana, mulai dari penyediaan tempat pengungsian, logistik, hingga pemulihan infrastruktur.
Selain bantuan darurat, pemerintah juga terus memantau kondisi wilayah terdampak untuk memastikan keamanan warga sebelum mereka kembali ke rumah masing-masing.
Bencana hidrometeorologi di Sumatra sendiri dipicu oleh hujan ekstrem yang terjadi dalam beberapa hari berturut-turut, memicu banjir bandang dan longsor di sejumlah daerah.
Dengan masih adanya ribuan pengungsi hingga kini, proses pemulihan pascabencana di Sumatera Utara diperkirakan masih membutuhkan waktu dan koordinasi lintas lembaga agar warga dapat kembali menjalani aktivitas secara normal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.





