Abdoulaye Doucoure Jadi Korban Rasisme, Everton dan Liverpool Serukan Aksi Tegas!

AKURAT SUMUT - Liverpool FC dan Everton FC mengeluarkan pernyataan bersama pada 13 Februari 2025 untuk mengecam keras tindakan rasisme yang dialamatkan kepada gelandang Everton, Abdoulaye Doucoure.
Insiden ini terjadi setelah laga panas derby Merseyside yang berakhir imbang 2-2 di Goodison Park sehari sebelumnya.
Dalam pernyataan resminya, kedua klub menegaskan bahwa segala bentuk pelecehan rasis tidak dapat diterima dan tidak akan ditoleransi. Mereka berkomitmen untuk bekerja sama dengan otoritas yang berwenang guna mengidentifikasi dan menindak pelaku pelecehan.
Pertandingan antara Everton dan Liverpool berlangsung sengit hingga menit-menit akhir. Pada masa tambahan waktu babak kedua, James Tarkowski mencetak gol penyeimbang untuk Everton.
Perayaan gol ini memicu ketegangan di lapangan, terutama setelah Doucouré merayakan gol di depan pendukung Liverpool.
Konfrontasi antara Doucouré dan pemain Liverpool, Curtis Jones, berujung pada kartu merah bagi kedua pemain.
Setelah laga berakhir, Doucouré menjadi sasaran pelecehan rasis melalui media sosial. Komentar bernada kebencian dan diskriminatif pun membanjiri akun Instagram pribadinya, memicu reaksi keras dari berbagai pihak.
Dalam pernyataan mereka, Liverpool dan Everton dengan tegas mengutuk pelecehan yang dialami Doucouré.
Kedua klub menyatakan bahwa tindakan semacam ini tidak hanya merugikan individu yang menjadi korban, tetapi juga mencederai nilai-nilai sportivitas dalam sepak bola.
“Liverpool FC dan Everton FC menyadari serta mengutuk sekeras mungkin pelecehan rasis yang diterima oleh Abdoulaye Doucouré setelah derby Merseyside. Pelecehan semacam itu tidak dapat diterima dan tidak akan ditoleransi,” tulis kedua klub dalam pernyataan resmi mereka.
Selain itu, Liverpool dan Everton berjanji akan bekerja sama dengan Kepolisian Merseyside untuk mengidentifikasi pelaku.
Mereka juga mengajak para suporter serta masyarakat luas untuk melaporkan segala bentuk pelecehan rasis yang terjadi di dunia maya kepada otoritas atau platform media sosial terkait.
English Premier League turut memberikan dukungan penuh terhadap Doucouré dan kedua klub dalam upaya melawan rasisme.
Mereka menegaskan bahwa tindakan diskriminatif seperti ini tidak memiliki tempat dalam sepak bola dan pelaku harus menghadapi konsekuensi yang setimpal.
Pihak Liga Premier juga mendesak perusahaan media sosial untuk mengambil langkah lebih tegas dalam menindak akun-akun yang menyebarkan kebencian.
Mereka menegaskan bahwa setiap individu yang terlibat dalam tindakan diskriminatif harus menerima hukuman yang setimpal.
Pelecehan rasis di dunia sepak bola bukanlah hal baru. Sejumlah pemain sebelumnya juga pernah menjadi korban pelecehan serupa, terutama melalui media sosial. Insiden ini menyoroti pentingnya tindakan nyata dalam memberantas diskriminasi dalam olahraga.
Beberapa organisasi dan komunitas anti-rasisme, seperti Kick It Out dan Show Racism the Red Card, terus mengampanyekan kesetaraan dan menghimbau klub serta otoritas sepak bola untuk mengambil langkah konkret dalam melawan rasisme.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.








