Sumut

Laga Sengit Persija Vs Persib Berujung Chaos, Kedua Suporter Bentrok di Bekasi!

Kurnia | 17 Februari 2025, 06:28 WIB
Laga Sengit Persija Vs Persib Berujung Chaos, Kedua Suporter Bentrok di Bekasi!

AKURAT SUMUT - Pertandingan sengit antara Persija Jakarta dan Persib Bandung di pekan ke-23 Liga 1 2024/2025 pada Minggu, 16 Februari berakhir imbang 2-2 di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi. Namun, euforia laga bertajuk Derby Nusantara ini berujung ricuh usai pertandingan.

Bentrokan antar-suporter di dalam dan luar stadion menyebabkan Puluhan orang terluka, kerusakan fasilitas, serta penangkapan 37 tersangka. Insiden ini menjadi sorotan publik karena menggabungkan ketegangan olahraga dan konflik sosial yang memanas.

Pertandingan Seru dengan Hasil Imbang 2-2

Pertandingan yang dihelat Sabtu (16/2/2025) malam ini mempertahankan rekor positif kedua tim. 

Persib Bandung, yang belum terkalahkan dalam 12 laga tandang musim ini, berhasil menyamakan kedudukan di menit ke-70 melalui gol spektakuler David da Silva.

Sementara Persija Jakarta mempertahankan rekor tak terkalahkan di kandang dengan koleksi 40 poin di klasemen sementara.

Persija membuka keunggulan lebih dulu di menit ke-33. Gustavo Almeida memanfaatkan bola muntah dari sundulan Hansamu Yama yang membentur mistar gawang. 

Enam menit berselang, Firza Andika menggandakan skor lewat sepakan kaki kiri dari dalam kotak penalti. 

Namun, Persib membalas di babak kedua. Nick Kuipers mengurangi ketertinggalan dengan tendangan keras dari luar kotak penalti pada menit ke-52, sebelum David da Silva menyamakan skor di menit ke-70 melalui umpan akurat Beckham Putra.

Kiper Andritany Ardhiyasa menjadi pahlawan Persija dengan sejumlah penyelamatan kritis, termasuk menggagalkan peluang Ciro Alves dan Gervane Kastaneer. 

Di sisi lain, keputusan pelatih Persib, Bojan Hodak, mengganti Gervane Kastaneer dengan David da Silva di babak kedua terbukti jitu. Pemain asal Brasil itu menjadi penentu penyelamatan satu poin bagi Maung Bandung.

Kericuhan di Laga Persija Vs Persib

Meski pertandingan berlangsung fair, ketegangan antara suporter Persija (The Jakmania) dan Persib (Bobotoh) sudah terasa sejak awal.

Aksi saling provokasi di tribun timur (kawasan suporter Persija) dan tribun selatan (suporter Persib) memuncak usai peluit akhir. 

Beberapa suporter mulai melemparkan botol, kursi, dan kembang api ke area lapangan. Petugas keamanan berusaha mencegah eskalasi, tetapi situasi semakin tidak terkendali.

Kerusuhan meluas ke luar stadion pukul 20.30 WIB. Massa dari kedua kubu bentrok di area parkir utara dan Jalan Ahmad Yani. 

Mereka saling serang menggunakan batu, kayu, dan senjata tajam. Sebuah pos polisi di dekat lokasi menjadi sasaran pelemparan batu, sementara dua mobil patroli dan empat kendaraan pribadi dirusak serta dibakar massa.

Kepolisian Resor Kota Bekasi mengerahkan 500 personel gabungan TNI-Polri untuk membubarkan massa. 

Gas air mata dan tembakan peringatan dilepaskan untuk mengendalikan situasi. Proses evakuasi korban dilakukan tim medis dari PMI dan rumah sakit setempat.

Menurut laporan petugas, Puluhan orang mengalami luka-luka, termasuk suporter, petugas keamanan, dan warga sekitar. 

Sebagian besar korban mengalami luka memar, sobek, dan sesak napas akibat hirupan gas air mata. 

Untungnya tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Seluruh korban sudah dievakuasi dan mendapatkan perawatan. 

Kerusakan material juga terjadi di dalam stadion. Pagar pembatas tribun, kursi penonton, dan papan iklan hancur akibat aksi vandalisme. 

Sementara itu, arus lalu lintas di Jalan Ahmad Yani macet total hingga pukul 22.00 WIB. Polisi terpaksa menutup sementara akses menuju stadion untuk memudahkan proses penanganan.

Tidak kalah mengejutkan,Oknum dari Suporter Jakmania melakukan aksi coretan pada Bus milik Persib Bandung. 

Kondisi ini diperparah dengan adanya aksi pengeroyokan suporter ketika hendak keluar dari pintu timur 16 Chandrabhaga.

Meski begitu Polisi belum memberikan keterangan lebih lanjut tentang Korban dan detail motif pengeroyokan. 

Kepolisian menangkap 37 orang yang diduga sebagai provokator kerusuhan. Barang bukti yang disita meliputi puluhan senjata tajam, bom asap, dan atribut suporter. 

Panitia penyelenggara juga mendapat kritik tajam. Kapasitas Stadion Patriot yang hanya 30.000 penonton dilanggar dengan penjualan 38.000 tiket. Over Kapasitas memicu kepadatan dan mempermudah gesekan antar-suporter.

Hasil imbang ini membuat Persib Bandung tetap kokoh di puncak klasemen dengan 50 poin, sementara Persija Jakarta tertahan di peringkat empat dengan 40 poin.

Kedua tim berpotensi terkena sanksi dari PT Liga Indonesia Baru (LIB) terkait kerusuhan, termasuk denda dan larangan bermain di kandang sementara.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
I