Kemenangan Pahit! Mateta Cedera, Chant Suporter Millwall yang Tak Pantas Dengan Lirik "Let Him DIE", Dikecam!

AKURAT SUMUT - Dalam pertandingan yang penuh emosi, komentator BBC Jonathan Pearce mengutuk keras chant tidak pantas yang dinyanyikan oleh pendukung Millwall.
Chant “Let Him Die” dilantunkan saat striker Jean Philippe Mateta mengalami kecelakaan serius, sehingga harus dilarikan dengan tandu dan diberikan oksigen di lapangan dalam laga FA CUP.
Mateta terlibat dalam tabrakan dengan penjaga gawang Liam Roberts yang kemudian mendapatkan kartu merah.
Meski mengalami luka parah di belakang telinga, Mateta meyakinkan para pendukungnya melalui media sosial dengan menyatakan, "Saya baik-baik saja. Saya berharap bisa segera kembali dan lebih kuat dari sebelumnya. Kerja bagus, teman-teman, untuk penampilan hebat hari ini. Saya sayang kalian. JP."
Pertandingan yang berlangsung sengit ini juga menyaksikan insiden lain ketika Mateta dan bek tengah Millwall, Jake Cooper, terlibat perebutan bola yang berujung pada tabrakan dengan Roberts.
Wasit Michael Oliver awalnya membiarkan pertandingan berjalan, namun setelah ditinjau melalui VAR, ia memutuskan untuk menghentikan laga dan mengeluarkan Roberts melalui kartu merah.
Kekacauan yang terjadi memaksa Millwall melakukan penyesuaian taktis. Di sisi lain, lawan mencatat gol melalui own goal dari Japhet Tanganga dan gol dari Daniel Munoz, yang kemudian diimbangi oleh gol Wes Harding di menit tambahan.
Kontribusi dari Eddie Nketiah sebagai pemain pengganti memastikan lawan meraih kemenangan 3-1 untuk melaju ke perempat final.
Dalam tanggapannya, Jonathan Pearce menekankan, "Pendukung Millwall tidak membuat diri mereka disukai dengan chant yang mereka lontarkan tentang Mateta. Klub mungkin akan dimintai pertanggungjawaban atas hal tersebut."
Sementara itu, manajer tim lawan, Oliver Glasner, mengungkapkan keprihatinannya, "Sejujurnya, saya tidak ingin melihat itu, saya hanya menyaksikannya dan sungguh menyedihkan. Saya yakin penjaga gawang tidak ingin melukai JP dalam situasi seperti ini, tidak ada pemain yang menginginkannya."
Pelatih Millwall, Alex Neil, mengakui bahwa insiden tersebut merupakan akibat dari kesalahan timing dalam perebutan bola.
"Dia salah perhitungan dan menangkap pemain itu. Dia salah timing, sehingga mendapatkan kartu merah yang pada saat itu membuat permainan menjadi dua kali lebih sulit bagi kami," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa tindakan tersebut bukan disengaja dan menyampaikan penyesalan atas cedera yang menimpa Mateta.
Meski chant “Let Him Die” tidak akan menjadi fokus investigasi karena dianggap tidak melanggar peraturan, pihak berwenang akan meneliti chant lain yang mengandung pelecehan, terutama yang menyasar pemain lawan.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.







