Sumut

TNI AL Gagalkan Penangkapan Ikan Ilegal dengan Bom di Nias Selatan, 1 Ton Ikan Disita

Bayong | 4 November 2025, 12:40 WIB
TNI AL Gagalkan Penangkapan Ikan Ilegal dengan Bom di Nias Selatan, 1 Ton Ikan Disita

 

AKURAT SUMUT - TNI Angkatan Laut (TNI AL) menggagalkan upaya penangkapan ikan ilegal menggunakan bahan peledak di perairan Nias Selatan. Dalam operasi yang digelar pada Selasa (3/11), tim patroli TNI AL berhasil menyita sekitar 1 ton ikan yang diduga berasal dari praktik penangkapan ikan dengan bom. Selain ikan, sejumlah peralatan yang digunakan untuk kegiatan ilegal tersebut juga diamankan.

Komandan Pangkalan TNI AL Nias, Letkol Laut (P) Ahmad Rizal, menjelaskan bahwa pihaknya menerima informasi mengenai aktivitas penangkapan ikan dengan cara merusak ekosistem laut tersebut.

“Penangkapan ikan dengan bom tidak hanya ilegal, tapi juga sangat merusak keberagaman hayati laut. Kami sangat prihatin dengan kerusakan yang ditimbulkan oleh praktik ini,” ujar Letkol Rizal.

Pada operasi tersebut, tim TNI AL tidak hanya mengamankan hasil tangkapan ikan, tetapi juga menemukan berbagai peralatan yang digunakan untuk kegiatan penangkapan ikan dengan bom. Hal ini menunjukkan betapa seriusnya ancaman terhadap ekosistem laut di perairan Nias Selatan.

Baca Juga: TNI, Polri dan Panwaslu Kecamatan Meranti Kawal Pengembalian Kotak Suara ke Gudang Logistik dan KPU Asahan

TNI AL menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan patroli di perairan Nias Selatan dan wilayah sekitarnya, guna mencegah terulangnya praktik perikanan ilegal yang merusak lingkungan. Selain itu, TNI AL juga mengajak masyarakat dan nelayan lokal untuk ikut berperan aktif dalam menjaga kelestarian laut dengan menghindari metode penangkapan ikan yang merusak.

“Praktik penangkapan ikan dengan bom merupakan tindakan yang sangat merugikan bukan hanya bagi terumbu karang, tetapi juga bagi generasi mendatang yang akan bergantung pada kelestarian sumber daya laut. Kami akan terus berupaya untuk mencegah kerusakan lebih lanjut,” tambah Letkol Rizal.

Penangkapan ikan menggunakan bom atau bahan peledak memang sering ditemukan di berbagai wilayah perairan Indonesia, dan sudah menjadi perhatian serius. Penggunaan bom untuk menangkap ikan mengakibatkan kerusakan parah pada terumbu karang dan berdampak buruk pada keberagaman hayati laut. Hal ini membuat ekosistem laut menjadi terganggu, yang dapat berpengaruh pada keberlanjutan sumber daya alam laut di masa depan.

Baca Juga: RUU TNI Disetujui, Publik Heboh! Benarkah Kembali ke Dwifungsi Militer?

TNI AL berharap, melalui tindakan tegas ini, masyarakat dapat lebih peduli terhadap pentingnya menjaga kelestarian laut dan menghindari segala bentuk eksploitasi sumber daya alam yang merusak. Pihak TNI AL juga menegaskan akan terus melakukan tindakan preventif dan represif terhadap segala bentuk kejahatan di perairan, demi keberlanjutan dan keamanan ekosistem laut di Indonesia.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.