dr. Mey Sitanggang Klarifikasi Dugaan Pelayanan Buruk di RSUD Sidikalang Usai Kematian Pasien Viral

AKURAT SUMUT – Sebuah video yang menampilkan dugaan pelayanan medis buruk di RSUD Sidikalang, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, viral di media sosial.
Video berdurasi sekitar dua menit itu memperlihatkan keluarga pasien yang menilai petugas rumah sakit lambat menangani pasien hingga akhirnya meninggal dunia.
Peristiwa ini sontak memicu perhatian publik dan menimbulkan berbagai tanggapan masyarakat, terutama terkait kualitas pelayanan di rumah sakit daerah.
Pasien berinisial RB (25), warga Desa Berampu, Kecamatan Berampu, datang ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Sidikalang pada Minggu, 2 November 2025, sekitar pukul 01.07 WIB.
Pasien diketahui memiliki keluhan muntah darah, demam, batuk selama tiga hari, dan memiliki riwayat hipertiroid.
Berdasarkan data internal RSUD, pasien sempat menjalani serangkaian pemeriksaan medis, termasuk pemasangan infus, pemberian oksigen, pemeriksaan laboratorium, dan rontgen dada.
Kondisi pasien sempat stabil, namun pada sore hari dilaporkan mengalami penurunan drastis hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 16.32 WIB.
Baca Juga: Didampingi Pengacara LPA, Korban Dugaan Kelalaian Petugas Medis Lapor ke Polres Labuhanbatu
Menanggapi viralnya video tersebut, Direktur RSUD Sidikalang, dr. Mey Sitanggang, memberikan penjelasan resmi bahwa seluruh tindakan medis telah dilakukan sesuai standar operasional prosedur (SOP).
“Pasien datang dalam kondisi lemah dan langsung ditangani tim medis. Semua tindakan dilakukan sesuai prosedur, tidak ada penelantaran seperti yang ramai diberitakan,” tegas dr. Mey Sitanggang kepada wartawan.
Ia menambahkan, pihak RSUD Sidikalang juga akan melakukan audit medik internal untuk memastikan seluruh prosedur telah dijalankan sesuai standar pelayanan.
Audit tersebut akan melibatkan Komite Medik RSUD Sidikalang serta pengawasan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Dairi.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Dairi menyatakan pihaknya telah meminta laporan lengkap dari RSUD Sidikalang terkait penanganan pasien RB.
Kami akan memastikan bahwa penanganan dilakukan sesuai protokol pelayanan kesehatan. Bila ada kekurangan, akan menjadi bahan evaluasi,” ujarnya.
Sementara itu, pihak keluarga pasien mengaku masih menunggu hasil audit medik dan klarifikasi resmi dari pihak rumah sakit sebelum mengambil langkah hukum lebih lanjut.
Kasus ini menimbulkan keprihatinan luas dari masyarakat Dairi dan sekitarnya. Warganet menilai perlu adanya peningkatan kualitas pelayanan di fasilitas kesehatan daerah serta komunikasi yang lebih baik antara tenaga medis dan keluarga pasien.
Beberapa tokoh masyarakat juga meminta pemerintah daerah memperkuat pengawasan terhadap sistem pelayanan publik di rumah sakit agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1354 Siswa di Berastagi Keracunan Menu MBG: 110 Dirawat Inap, BGN Resmi Suspend Dapur SPPG Sempajaya
- 2Buntut Tragedi Keracunan Massal MBG di Karo, Kepala BGN Bawa Ancaman Pemecatan ASN Hingga Suspend Dapur SPPG
- 3Dugaan Diskriminasi PT SMART Tbk Jerat Petani Sawit Adipati Labura: Akses Jalan Dipatok, Ekonomi Warga Lumpuh!
- 4Polrestabes Medan Gagalkan Peredaran 622 Pod Getar Bernarkoba Asal Malaysia
- 5Gempa M6,4 Guncang Simalungun Sumatra Utara, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami
- 6HUT ke-81 RI, 463 Napi Lapas Rantauprapat Terima Remisi, 20 Orang Langsung Bebas
- 7Aksi Heroik Siswa SMAN 1 Panai Hilir Panjat Tiang Bendera Saat Upacara HUT ke-81 RI
- 8Perkuat Sinergi Forkopimda, Kapolda Sumut Hadiri Upacara HUT ke-81 RI di Lapangan Astaka
- 9354 Siswa di Berastagi Keracunan Menu MBG: 110 Dirawat Inap, BGN Resmi Suspend Dapur SPPG Sempajaya
- 10Diduga Jual Beli Jabatan, Wali Kota Medan Rico Waas Bebastugaskan Camat Medan Timur



