Ketika Hujan Menjadi Ganas di Simalungun, Irigasi Runtuh, Pertanian Lumpuh

AKURAT SUMUT - Bencana longsor yang melanda Nagori Jawa Maraja, Kecamatan Jawa Maraja Bah Jambi, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, mengakibatkan kerusakan hampir total pada dam irigasi utama.
Insiden yang terjadi Sabtu, 5 April 2025 ini memicu kekhawatiran serius di kalangan petani karena suplai air ke lahan sawah seluas 300 hektar pun langsung terputus.
Hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut selama beberapa pekan terakhir memicu longsor yang akhirnya menjebol dam irigasi utama.
Dam tersebut berperan vital sebagai jalur pembagi air ke saluran irigasi kecil di lima dusun, sehingga kerusakan ini berdampak luas.
Pangulu Nagori Jawa Maraja, Parlindungan Manalu, mengungkapkan bahwa hujan deras dengan debit air tinggi telah menyebabkan kerusakan hampir seratus persen pada struktur dam, sehingga saat ini lahan sawah yang sedang dalam tahap pengolahan terancam kekeringan.
Dampak Langsung dan Kerugian
Empat dusun yang paling terdampak yakni Dusun Toba I, Toba II, Galungan, dan Damak Puli. Lebih dari 300 petani di wilayah tersebut kini menghadapi potensi kerugian besar akibat gagal tanam mengintai.
Salah seorang petani, B. Ambarita, menyatakan keprihatinannya dan mendesak pemerintah untuk segera turun tangan, karena kerusakan dam ini bukan masalah sepele dan tidak bisa diselesaikan dengan gotong royong semata.
Selain itu, irigasi yang dikenal dengan sebutan DI Bah Tongguran, yang mengairi sekitar 700 hektare lahan persawahan, kini berada pada posisi kritis.
N. Sinaga, pegawai Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Provinsi Sumatera Utara, menegaskan bahwa dirinya sudah meninjau lokasi kejadian dan melaporkan kondisi ini kepada pimpinan, dengan harapan segera dilakukan survei dan perbaikan.
Camat Jawa Maraja Bah Jambi, Sudiono, mengonfirmasi bahwa laporan peristiwa tersebut telah disusun dan proposal perbaikan disampaikan kepada UPTD Pematangsiantar Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Sumatera Utara.
Namun, tindak lanjut masih tertunda dikarenakan suasana libur di instansi terkait.
Masyarakat, termasuk para pemimpin lokal, berharap agar pihak pemerintah provinsi segera turun tangan untuk memperbaiki infrastruktur irigasi yang rusak.
Parlindungan Manalu, yang juga menjabat sebagai Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Simalungun, menyuarakan harapannya agar penanganan dilakukan tanpa penundaan agar proses pengolahan lahan sawah tidak semakin terganggu, terutama dengan rencana penyemaian benih yang akan dilaksanakan pada bulan April.
Dalam situasi genting ini, perhatian segera dari pihak berwenang dinilai krusial untuk mencegah kerugian yang lebih besar.
Pemerintah daerah dan dinas terkait diharapkan dapat segera melakukan survei lokasi, melakukan perbaikan struktural, serta memastikan aliran air kembali normal agar aktivitas pertanian dapat segera berjalan kembali.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.





