Sumut

Kepolisian Pastikan Pesawat Saudia SV-5688 Aman Usai Ancaman Bom, Penumpang Diberangkatkan Kembali

Kurnia | 22 Juni 2025, 23:21 WIB
Kepolisian Pastikan Pesawat Saudia SV-5688 Aman Usai Ancaman Bom, Penumpang Diberangkatkan Kembali

AKURAT SUMUT - Peristiwa dramatis yang sempat mengejutkan publik di Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara akhir pekan lalu berakhir tanpa luka apalagi korban.

Pada Minggu dini hari, tepat pukul 02.45 WIB, Kompol Siti Rohani Tampubolon, Kasubbid Penmas Polda Sumut, memimpin proses boarding jemaah haji Kloter 33 asal Jember ke pintu 5.

“Pengamanan kami lakukan bersama Polresta Deli Serdang, pihak bandara, dan Kodam I/Bukit Barisan,” tegasnya sembari memastikan keamanan maksimal bagi 376 jamaah dan kru pesawat SV-5688.

Kurang dari satu jam kemudian, yakni pada pukul 03.47 WIB, Plt. Director of Operation and Service PT Angkasa Pura Aviasi Nugroho melaporkan, “Pesawat tersebut telah lepas landas menuju Bandara Juanda Surabaya.”

Data manifest mencatat 196 laki-laki, 180 perempuan, dan 10 awak kabin menjalani perjalanan ini dengan aman.

Belum usai sukacita keberangkatan mulus, ingatan publik tertuju pada hari sebelumnya, Sabtu (21/6/2025), saat pesawat yang sama mendarat darurat menyusul laporan teror bom. Apa yang sebenarnya terjadi?

Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto, Kapolda Sumut, menjelaskan pemeriksaan menyeluruh melibatkan personel Gegana Brimob, Kodam I/Bukit Barisan, dan tim keamanan bandara.

“Hasilnya, tidak satu pun indikasi bom terdeteksi,” ungkapnya di area parkir pesawat.

Penelusuran awal mengungkap bahwa ancaman disalurkan lewat email ke pengendali lalu lintas udara (ATC) Jakarta, kemudian diteruskan ke Kuala Lumpur ACC. Sugiyo, Sekretaris Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Debarkasi Surabaya, menambahkan,

Baca Juga: Rumor Beredar Direktur PUDAM Tirta Bina Labuhanbatu Dipaksa Mundur, Lutfi, Direktur : Itu Tidak Benar Bang, Saya masih Menjalankan Visi Misi Bupati

“Pesan elektronik itu muncul Sabtu pagi, memaksa pilot melakukan pendaratan darurat di Kualanamu.” Ungkap Sugiyo, Sekretaris Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Debarkasi Surabaya, menambahkan,

Merespons situasi, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Budi Gunawan memastikan, “Setiap potensi ancaman terhadap keselamatan publik ditangani secara serius, profesional, dan terkoordinasi lintas lembaga.” Pernyataan ini sekaligus menjawab keresahan jemaah dan keluarga di Tanah Air.

Sementara itu, D r. Hilman Latief, Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag, berpesan kepada seluruh jemaah bahwa ancaman tersebut hoaks.

“Insya Allah, ancaman itu terbukti hoaks. Tetap tenang, dan persiapkan diri untuk terbang kembali sore esok.” Ujarnya. 

Ia menegaskan jemaah kloter 33 akan diberangkatkan kembali pada Minggu pukul 15.00 WIB menuju Surabaya.

Tidak ketinggalan, Mayor Jenderal Kristomei Sianturi, Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI, memaparkan pemulihan proses.

“376 jemaah kami tempatkan di tiga hotel dekat bandara untuk beristirahat. Ini demi memastikan kondisi fisik dan mental mereka prima sebelum penerbangan ulang.” ujar Kristomei Sianturi menerangkan proses evakuasi jamaah. 

Sebagai catatan, ini bukan insiden pertama dalam sepekan. Tanggal 17 Juni 2025, pesawat Saudia SV-5726 rute Jeddah–Jakarta dengan 442 jemaah Debarkasi Jakarta–Bekasi juga sempat dialihkan ke Kualanamu akibat ancaman serupa. Namun, seperti sekarang, tak ditemukan unsur teror apa pun.

Dengan koordinasi solid antara Polri, TNI, otoritas bandara, dan maskapai, tanah Sumatera Utara kembali menunjukkan profesionalisme dalam menangani krisis.

Bagi Anda yang mengikuti perkembangan ini, semoga kisah jemaah haji Kloter 33 menjadi bukti bahwa di tengah gejolak, kerja bersama antarlembaga selalu menjadi kunci keselamatan bersama.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
I