Situasi Pilkada Labuhanbatu Tidak Kondusif dan Mencekam, Rumah Ketua MPC PP H.Andi Suhaimi Di Lempar Bom Molotov OTK

AKURAT SUMUT - Dalam situasi menjelang Pemilihan kepala daerah (Pilkada) Labuhanbatu 2024 dinilai tidak kondusif dan mencekam.
Pasalnya, Pada dini hari Jumat (8/11/2024) rumah Ketua MPC Pemuda Pancasila dan Partai Golongan Karya (Golkar), H. Andi Suhaimi Dalimunthe, ST, MT diteror bom molotov.
Beruntung, Bom molotov yang terbuat dari botol warna putih bekas kurnia berisi bensin dan sumbu kompor itu gagal membakar rumah permanen yang berada di Jalan Tapian Nauli, Urung Kompas, Kecamatan Rantau Selatan, Labuhanbatu.
Baca Juga: Pilkada Menanti, Rumah Ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Labuhanbatu Di Lempar Bom Molotov OTK
H.Andi saat di wawancarai, "Saya bangun mau sholat subuh, tercium bau minyak bensin, saya lihat keluar ada bom molotov pecah di depan pintu masuk ke ruangan keluarga dekat jendela kamar tidur saya" kata H. Andi Suhaimi yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Labuhanbatu periode 2024 - 2029.
Merasa jiwanya terancam, Andi Suhaimi yang juga menjabat sebagai Ketua MPC Pemuda Pancasila (PP) Labuhanbatu itu melaporkan peristiwa teror itu ke pihak Kepolisian Polres Labuhanbatu.
"Pihak kepolisian cepat respon dan turun kelokasi rumah saya. Alhamdulillah tidak ada korban yang berarti. Bom molotov gagal terbakar" jelasnya.
Baca Juga: Paslon MARI Kunjungi PWI Labuhanbatu, Kesejahteraan Wartawan Diperhatikan
#3 Kali Terjadi
Dijelaskan Andi Suhaimi bahwa peristiwa teror bom molotov itu sudah 3 (tiga) kali dialami keluarga besar Pemuda Pancasila (PP) Labuhanbatu.
Yang pertama, sebut Andi, peristiwa teror itu terjadi kepada anggotanya atas nama Azhar Harahap.
"Mobil anggota (PP), Azhar Harahap dibakar di garasi samping rumahnya" saat ini belum terungkap, sebutnya.
Baca Juga: Suami Plt Bupati Labuhanbatu Non Aktif Divonis Hakim MA 5 Tahun Penjara Kasus Cabul Keponakan
Kedua, sambung Andi, anggota PP atas nama Junaidi Marpaung, mobil beserta rumah hangus terbakar.
"Rumah dan mobil Junaidi Marpaung hangus semua, harta bendanya tak ada yang selamat" jelasnya.
Kapolres Labuhanbatu, AKBP Bernhard Malau belum menjawab konfirmasi yang dilayangkan ke WhatsApp pribadinya hingga berita ini ditayangkan.
Sementara, Kasi Humas, AKP Syafruddin juga tidak bisa menjelaskan secara lengkap kronologis peristiwa teror bom molotov itu.
"Anggota sudah dilapangan, masih di SPK datanya bang, nanti la kami kabari, ini kami lagi fokus kasus pembunuhan yang di Aek Nabara" kata Kasi Humas Polres Labuhanbatu, AKP Syafruddin.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









