Sumut

Erupsi Gunung Sinabung Lumpuhkan Kualanamu, 21 Penerbangan Batal

Deddy Siregar | 1 September 2026, 18:34 WIB
Erupsi Gunung Sinabung Lumpuhkan Kualanamu, 21 Penerbangan Batal
Erupsi Gunung Sinabung memicu pembatalan 21 penerbangan di Bandara Kualanamu, Deli Serdang. Operasional bandara sempat ditutup sementara demi keselamatan. - Dok: istimewa

Deli Serdang - Sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo kembali mengganggu transportasi udara.

Sebanyak 21 penerbangan dari dan menuju Bandara Internasional Kualanamu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, terpaksa dibatalkan demi keselamatan penerbangan pada Selasa (1/9/2026).

​Erupsi susulan yang terjadi sejak Senin (31/8/2026) mencatat lontaran kolom abu vulkanik hingga ketinggian 3,5 kilometer.

Kondisi ini memicu penyesuaian jadwal massal, keterlambatan (delay), hingga pembatalan rute domestik maupun internasional.

​Manager of Corporate Affairs PT Angkasa Pura Aviasi, Mohamad Hikmat Hidayat, mengonfirmasi bahwa sebaran abu vulkanik berdampak langsung pada ruang udara serta operasional aerodrome bandara.

​"Seluruh penyesuaian dilakukan dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan dan keamanan penerbangan," ujar Hikmat di Deli Serdang, Selasa (1/9/2026).

​Selain pembatalan puluhan jadwal maskapai, operasional aerodrome Bandara Internasional Kualanamu sempat dihentikan total secara sementara pada Selasa siang, mulai pukul 10.50 WIB hingga 12.45 WIB, akibat pekatnya sebaran paparan abu.

​Aktivitas penerbangan terdampak tercatat melonjak sejak Minggu (30/8/2026). Pihak pengelola memperkirakan data penerbangan yang terdampak masih berpotensi berubah secara dinamis.

​Total Pembatalan, 21 penerbangan (terhitung sejak 30 Agustus 2026). Dampak Harian (1 Sept), 20 penerbangan batal, puluhan lainnya delay.

​Penutupan Aerodrome, Selasa (1/9/2026) pukul 10.50–12.45 WIB

​Status Operasional, Menyesuaikan evaluasi berkala sebaran abu vulkanik

​Pihak otoritas bandara mengimbau seluruh calon penumpang untuk memeriksa pembaruan status penerbangan secara berkala melalui maskapai masing-masing sebelum berangkat ke bandara.

Pihak PT Angkasa Pura Aviasi juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami para pengguna jasa akibat faktor alam ini.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.