Kemensos Segera Cairkan Bantuan Banjir Rp328 Miliar untuk 130 Ribu Warga Aceh Utara

Aceh Utara - Kementerian Sosial (Kemensos) RI memastikan pencairan bantuan sosial pascabencana banjir bagi masyarakat terdampak di Kabupaten Aceh Utara mulai berjalan pada pekan ini.
Pemerintah telah menyiapkan alokasi anggaran sebesar Rp328 miliar yang diperuntukkan bagi sekitar 130 ribu jiwa terverifikasi.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Kemensos RI, Masryani Mansyur, di sela-sela penutupan Milad ke-800 tahun Samudera Pasai di Landing, Lhoksukon, Aceh Utara, Minggu malam (13/9/2026).
"Sudah disampaikan langsung oleh Bapak Menteri Sosial bahwa untuk bantuan, insya Allah anggarannya sudah ada senilai Rp328 miliar," ujar Masryani di hadapan masyarakat dan jajaran Pemerintah Daerah Aceh Utara.
Masryani menjelaskan, tahapan administrasi penyaluran dimulai pada Senin (14/9/2026) melalui kerja sama Dinas Sosial Aceh Utara dan PT Pos Indonesia. Skema penyaluran dilakukan dengan membagikan surat undangan resmi kepada warga penerima yang datanya telah terverifikasi by name by address.
"Bantuan pemerintah itu harus tepat sasaran. Mohon masyarakat bersabar beberapa hari sampai undangan terbagi. Setelah menerima undangan, bantuan wajib diambil di Kantor Pos karena itu merupakan hak masyarakat," tegas Masryani.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah (Dek Fad), memaparkan rincian skema bantuan yang akan diterima setiap penerima manfaat.
Bantuan Pemulihan Ekonomi, Rp5.000.000 per KK, Bantuan Isi Perabotan Rumah Tangga, Rp3.000.000 per KK dan Jaminan Hidup (Jadup), Rp450.000 per jiwa per bulan (selama 3 bulan atau total Rp1.350.000).
Penyaluran ini selaras dengan kebijakan nasional Kemensos dalam penanganan pascabencana di berbagai wilayah Indonesia, di mana skema pemulihan ekonomi dan bantuan isi rumah disalurkan secara simultan guna menstimulasi kestabilan ekonomi daerah pascadarurat.
Fadhlullah menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Aceh bersama Bupati Aceh Utara Ismail A Jalil (Ayah Wa) untuk mengawal ketat distribusi bantuan agar transparan dan bebas dari penyimpangan.
"Apabila ada saudara kita yang sudah diverifikasi tetapi tidak mendapatkan bantuan, kami bersama Ayah Wa siap mengurusnya langsung ke pemerintah pusat. Musibah ini menjadi peringatan bahwa pembangunan ke depan harus semakin tangguh dan berkelanjutan," kata Fadhlullah.
Acara penutupan tersebut turut dihadiri oleh Wakil Bupati Aceh Utara Tarmizi (Panyang) beserta jajaran Forkopimda setempat. Pemerintah mengimbau masyarakat untuk segera melapor melalui saluran resmi Dinsos apabila menemukan kendala administrasi selama proses pencairan berlangsung.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Aceh Dikepung Kabut Asap: BMKG Ungkap Pemicu dan Ancaman Transboundary Haze
- 2Bus Tahanan Polres Labuhanbatu Masuk Jurang Usai Tabrak Fuso di Jalinsum Labura, Tahanan Luka-Luka
- 3Sengketa Lahan Aceh Utara: Masyarakat dan Serikat Tani Desak PTPN Cot Girek Kembalikan 400 Hektar Tanah Sertifikat
- 4Kabut Asap Karhutla di Aceh Kian Pekat, BMKG Peringatkan Dampak Risiko Kesehatan Warga
- 5Polisi Terlibat Kejar-Kejaran Gerebek Narkoba di Tanjung Morawa, Tujuh Pelaku Ditangkap
- 6Dampak Kabut Asap Karhutla, Dinas Pendidikan Labuhanbatu Terapkan PJJ Bagi Siswa PAUD hingga SMP
- 7Tabrakan Beruntun Maut di Sergai, Sopir Angkutan Tewas dan 9 Orang Luka-Luka
- 8Polres Asahan Tangkap Ayah Tiri Kasus Persetubuhan Anak di Air Joman
- 9354 Siswa di Berastagi Keracunan Menu MBG: 110 Dirawat Inap, BGN Resmi Suspend Dapur SPPG Sempajaya
- 10Diduga Jual Beli Jabatan, Wali Kota Medan Rico Waas Bebastugaskan Camat Medan Timur




