Sumut

Heboh Anggaran Rp1,05 Miliar SDN 053996 Pelawi Langkat! Kepala Sekolah Mengaku Cuma Terima Rp800 Juta, Ada Apa?

Habibi Caniago | 27 Agustus 2026, 19:04 WIB
Heboh Anggaran Rp1,05 Miliar SDN 053996 Pelawi Langkat! Kepala Sekolah Mengaku Cuma Terima Rp800 Juta, Ada Apa?
Proyek revitalisasi SDN 053996 Pelawi Langkat senilai Rp1,05 Miliar mendadak geger. Kepsek Desi Siregar mengaku hanya terima Rp800 juta - Akurat Sumut/Ariswan

Langkat - Proyek revitalisasi SD Negeri 053996 Pelawi di Kecamatan Babalan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, mendadak gempar dan menjadi sorotan tajam publik.

Proyek bernilai fantastis mencapai Rp1.054.955.349 tersebut memicu polemik besar setelah terungkap adanya kejanggalan serius antara angka di papan informasi kegiatan dengan jumlah dana yang diakui diterima pihak sekolah.

Berdasarkan penelusuran langsung awak media di lokasi pada Rabu (26/8/2026), anggaran bernilai lebih dari Rp1,05 miliar tersebut dialokasikan untuk rehabilitasi tujuh ruang kelas, pembangunan pagar sekolah, serta pengadaan meja dan kursi belajar.

Besarnya alokasi dana yang dinilai tidak sebanding dengan cakupan fisik pekerjaan di lapangan mendongkrak kecurigaan publik terkait transparansi rincian penggunaan anggaran pada tiap item pekerjaan.

Kejanggalan makin mencolok saat awak media mengonfirmasi Kepala SDN 053996 Pelawi, Desi Siregar. Secara mengejutkan, Desi membantah menerima dana sesuai dengan yang tertera pada papan proyek resmi.

"Anggaran yang diterima oleh pihak sekolah bukan sebesar Rp1.054.955.349 sebagaimana angka yang tercantum pada papan informasi kegiatan. Pihak sekolah hanya menerima anggaran sekitar Rp800 juta," ungkap Desi Siregar saat diwawancarai langsung di lokasi sekolah.

Pengakuan blak-blakan sang Kepala Sekolah menciptakan selisih anggaran yang sangat mencolok hingga ratusan juta rupiah.

Sementara, Ketua LSM Aliansi Penyelamatan Indonesian (API) Sumut, Andi Khoirul Harahap mengatakan bahwa perbedaan angka yang signifikan ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai ke mana sisa dana tersebut mengalir dan bagaimana perencanaan alokasi anggaran revitalisasi tersebut sebenarnya dirancang.

"Sebagai program yang bertujuan menunjang sarana pendidikan peserta didik, setiap rupiah dana negara wajib dipertanggungjawabkan secara transparan" sebutnya.

Aktivis LSM itu mendesak pihak terkait untuk segera memberikan klarifikasi terbuka guna mengusut tuntas perbedaan nilai anggaran yang janggal ini.

"Pihak terkait harus segera memberikan pernyataan terkait perbedaan anggaran proyek ini" tegasnya.

Penulis: Ariswan

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.