Gedung Sekolah Masih Menumpang, Mirisnya Potret Pendidikan Anak Usia Dini Nias Barat Bikin Elus Dada!

Nias Barat - Potret buram minimnya sarana pendidikan di pelosok negeri kembali mencuat dan mengelus dada.
Anak-anak usia dini di Desa Ononamolo II, Kecamatan Mandrehe Utara, Kabupaten Nias Barat, Sumut harus menuntut ilmu di tengah keterbatasan fasilitas yang sangat memprihatinkan.
Fakta mencengangkan ini terkuak saat Tim Bunda PAUD Kabupaten Nias Barat melakukan kunjungan lapangan ke TK Swasta Epifania dan KB Sanolo pada Kamis (24/9/2026).
Tanpa gedung mandiri, proses belajar mengajar anak-anak tersebut selama ini terpaksa menumpang di rumah dinas pendeta.

Kepala TK sekaligus Ketua I BPHMJ Gereja AMIN, Elisati Waruwu, mengungkapkan jeritan hatinya terkait kondisi infrastruktur yang amat tidak memadai. Ia menegaskan bahwa pihak pengelola sangat membutuhkan uluran tangan dan perhatian serius dari pemerintah daerah agar anak-anak mendapatkan ruang belajar yang layak.
"Kunjungan Tim Bunda PAUD ini kami harapkan menjadi titik balik dan membuka mata banyak pihak. Kami sangat membutuhkan dukungan sarana dan prasarana yang memadai demi kelangsungan layanan pendidikan anak usia dini di wilayah ini," ujar Elisati dengan penuh harap.
Kunjungan ini dipimpin langsung oleh Penanggung Jawab Pokja Bunda PAUD Kabupaten Nias Barat, Nur Awani Sozisokhi Hia, yang didampingi Plt. Kabid PAUD Heldawati Yanti Halawa beserta rombongan.
Mewakili Bunda PAUD Kabupaten Nias Barat, Nur Awani menyampaikan rasa prihatin sekaligus apresiasi setinggi-tingginya kepada para tenaga pendidik yang tetap membakar semangat mengajar walau terkepung berbagai keterbatasan.
"Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih setulusnya atas pengabdian para pendidik. Teruslah berinovasi dan ciptakan lingkungan belajar yang aman, menyenangkan, serta penuh kasih bagi anak-anak," tegas Nur Awani.
Di tengah kondisi fisik fasilitas yang memprihatinkan, Nur Awani menekankan bahwa penguatan karakter sejak dini tidak boleh kendur. Pendidikan karakter, akhlak, dan integritas merupakan fondasi utama yang harus ditanamkan, termasuk komitmen bersama memutus rantai perundungan (bullying) dan kekerasan di lingkungan sekolah.
Rangkaian agenda tersebut juga dibekali dengan sosialisasi "Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat" yang dipaparkan oleh Ampuni S. Gulo, serta edukasi "Sekolah Ramah Anak" oleh Ernidar Gulo. Acara kemudian ditutup dengan pembagian bingkisan kepada para siswa yang hadir.
Turut menyaksikan kondisi tersebut Kepala TKS Epifania Yuniwan Zebua, Bunda PAUD Desa Astuti Zendrato, Pdt. Asani Zega, serta tokoh masyarakat setempat.
Penulis: Yohanes Giawa
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Aceh Dikepung Kabut Asap: BMKG Ungkap Pemicu dan Ancaman Transboundary Haze
- 2Bus Tahanan Polres Labuhanbatu Masuk Jurang Usai Tabrak Fuso di Jalinsum Labura, Tahanan Luka-Luka
- 3Sengketa Lahan Aceh Utara: Masyarakat dan Serikat Tani Desak PTPN Cot Girek Kembalikan 400 Hektar Tanah Sertifikat
- 4Kabut Asap Karhutla di Aceh Kian Pekat, BMKG Peringatkan Dampak Risiko Kesehatan Warga
- 5Polisi Terlibat Kejar-Kejaran Gerebek Narkoba di Tanjung Morawa, Tujuh Pelaku Ditangkap
- 6Dampak Kabut Asap Karhutla, Dinas Pendidikan Labuhanbatu Terapkan PJJ Bagi Siswa PAUD hingga SMP
- 7Tabrakan Beruntun Maut di Sergai, Sopir Angkutan Tewas dan 9 Orang Luka-Luka
- 8Gawat bah! Kado HUT ke-81 Pemkab Labuhanbatu Dicoreng "Rapor Merah", Aliansi Mahasiswa Ngamuk Geruduk Kantor Bupati
- 9354 Siswa di Berastagi Keracunan Menu MBG: 110 Dirawat Inap, BGN Resmi Suspend Dapur SPPG Sempajaya
- 10Diduga Jual Beli Jabatan, Wali Kota Medan Rico Waas Bebastugaskan Camat Medan Timur



