Teka-teki Penyebab Kebakaran RSUD Rantauprapat: Polisi dan Manajemen Rumah Sakit Kompak Bungkam

Labuhanbatu - Penyelidikan atas insiden kebakaran hebat yang melalap gudang insinerator pengolah limbah B3 RSUD Rantauprapat pada Selasa (25/8/2026) dini hari kini menuai sorotan tajam.
Pasalnya, penanganan informasi resmi dari pihak Kepolisian Resor (Polres) Labuhanbatu terkesan berbelit-belit dan lambat, sementara pihak manajemen rumah sakit justru memilih menutup diri rapat-rapat.
Usai Polres Labuhanbatu melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), kejelasan mengenai penyebab pasti musibah yang menelan kerugian hingga ratusan juta rupiah tersebut seolah menguap.
Kasat Reskrim Polres Labuhanbatu, AKP Jihad, tak kunjung memberikan keterangan resmi maupun merespons konfirmasi media sejak hari kejadian.
Kondisi ini diperparah dengan sikap Humas Polres Labuhanbatu, AKP Aswin, yang terkesan melempar tanggung jawab konfirmasi saat dihubungi awak media ini, Rabu (26/8/2026). Ia meminta media mengejar keterangan langsung dari pejabat lain.
"Kalau seperti itu (peristiwa), langsung aja konfirmasi sama KBO, Iptu Fajar Sidik. Kalau ke saya, nanti saya tanya lagi ke penyidiknya, langsung aja la," ujar AKP Aswin mengakhiri panggilan telepon.
Namun ironis, saat wartawan menghubungi Iptu Fajar Sidik, yang bersangkutan justru mengaku sudah tidak lagi menduduki posisi KBO Reskrim. "Saya udah gak KBO lagi, saya udah di Kasiwas," ungkapnya singkat, memperjelas benang kusut alur informasi di internal kepolisian setempat.
Di sisi lain, Manajemen RSUD Rantauprapat milik Pemkab Labuhanbatu ini semakin memperkeruh transparansi publik.
Direktur RSUD Rantauprapat, dr. Adi Subrata sedang melakukan perjalanan dinas luar. " Direktur dinas luar kota" kata salah seorang pegawai.
Kabag Keuangan, Abner Sitanggang, bungkam total. Keduanya mengabaikan seluruh upaya konfirmasi via telepon maupun pesan singkat terkait keamanan fasilitas pengolahan limbah beracun B3 pasca musibah.
Sebelumnya, amukan 'si jago merah' menggegerkan ratusan pasien dan warga di Jalan Dewi Sartika, Kelurahan Soldengan, Kecamatan Rantau Selatan pada pukul 02.55 WIB.
Kobaran api menghanguskan gudang penampungan sampah serta mesin insinerator pengolah limbah B3 milik rumah sakit.
Dua unit armada Damkar dan 8 personel pemadam kebakaran (Damkar) Labuhanbatu dikerahkan hingga api berhasil dipadamkan total sekitar pukul 04.05 WIB. Meski tidak ada korban jiwa, pihak Damkar menaksir kerugian sementara material mencapai Rp100 juta.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Aceh Dikepung Kabut Asap: BMKG Ungkap Pemicu dan Ancaman Transboundary Haze
- 2Bus Tahanan Polres Labuhanbatu Masuk Jurang Usai Tabrak Fuso di Jalinsum Labura, Tahanan Luka-Luka
- 3Sengketa Lahan Aceh Utara: Masyarakat dan Serikat Tani Desak PTPN Cot Girek Kembalikan 400 Hektar Tanah Sertifikat
- 4Kabut Asap Karhutla di Aceh Kian Pekat, BMKG Peringatkan Dampak Risiko Kesehatan Warga
- 5Polisi Terlibat Kejar-Kejaran Gerebek Narkoba di Tanjung Morawa, Tujuh Pelaku Ditangkap
- 6Dampak Kabut Asap Karhutla, Dinas Pendidikan Labuhanbatu Terapkan PJJ Bagi Siswa PAUD hingga SMP
- 7Tabrakan Beruntun Maut di Sergai, Sopir Angkutan Tewas dan 9 Orang Luka-Luka
- 8Gawat bah! Kado HUT ke-81 Pemkab Labuhanbatu Dicoreng "Rapor Merah", Aliansi Mahasiswa Ngamuk Geruduk Kantor Bupati
- 9354 Siswa di Berastagi Keracunan Menu MBG: 110 Dirawat Inap, BGN Resmi Suspend Dapur SPPG Sempajaya
- 10Diduga Jual Beli Jabatan, Wali Kota Medan Rico Waas Bebastugaskan Camat Medan Timur







