Sumut

Tagih Kehadiran Negara untuk Ciptakan Kebijakan Nyata, GMNI Medan Unjuk Rasa di Balai Kota

Deddy Siregar | 27 Agustus 2026, 19:34 WIB
Tagih Kehadiran Negara untuk Ciptakan Kebijakan Nyata, GMNI Medan Unjuk Rasa di Balai Kota
Ketua DPC GMNI Kota Medan, Damses Sianturi, menegaskan bahwa penanganan kemiskinan, keberadaan masyarakat terlantar, serta tingginya angka anak putus sekolah di Medan merupakan isu paling krusial yang memerlukan langkah konkret Pemko Medan

Medan - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC GMNI) Kota Medan menggelar aksi unjuk rasa di depan Balai Kota Medan, Kamis (27/8/2026).

Massa mendesak Wali Kota Medan, Rico Waas segera merumuskan dan merealisasikan kebijakan nyata guna mengatasi berbagai persoalan sosial di Kota Medan.

Aksi yang berlangsung di bawah terik matahari tersebut sempat diwarnai ketegangan saat massa berdesak-desakan serta saling dorong gerbang Balai Kota dengan aparat kepolisian dan Satpol PP yang bersiaga di lokasi. Massa menuntut agar Wali Kota Medan menemui mereka secara langsung tanpa diwakilkan.

Ketua DPC GMNI Kota Medan, Damses Sianturi, menegaskan bahwa penanganan kemiskinan, keberadaan masyarakat terlantar, serta tingginya angka anak putus sekolah di Medan merupakan isu paling krusial yang memerlukan langkah konkret Pemko Medan.

"Isu yang paling sensitif dan mendesak kami sampaikan adalah terkait masyarakat Kota Medan yang terlantar dan anak-anak yang putus sekolah. Konstitusi secara tegas mengamanatkan bahwa masyarakat terlantar dan anak-anak putus sekolah wajib dipelihara oleh negara," tegas Damses di sela-sela aksi.

Damses juga mengkritik kebijakan Pemko Medan yang dinilai masih berfokus pada kegiatan formalitas semata. Ia meminta pemerintah daerah mengalihkan prioritas anggaran dan program kerja ke langkah penanganan langsung di masyarakat.

"Jangan hanya sibuk dengan acara-acara seremonial, kerjakan kerja-kerja nyata. Kami tidak akan menggelar aksi seperti ini jika Pemko Medan berbuat yang terbaik bagi warganya," tambahnya.

Mengenai ketidakhadiran Wali Kota Medan saat aksi berlangsung, GMNI menyatakan komitmennya untuk menggelar aksi lanjutan dengan pengerahan massa yang lebih besar hingga aspirasi mereka ditanggapi langsung oleh pimpinan daerah.

"Sesuai kesepakatan konsolidasi, yang hadir menemui kami harus Wali Kota langsung. Jika hari ini tidak ditemui, kami akan tetap melakukan aksi lanjutan. Terik matahari hari ini justru membakar semangat kami untuk terus mengontrol kebijakan Pemko Medan yang dinilai belum optimal," pungkas Damses.

Pantauan dilokasi, aksi unjuk rasa berlangsung dalam pengawalan ketat aparat keamanan, dan pihak Pemko Medan belum memberikan keterangan resmi terkait tuntutan massa.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.