Selokan Tertutup Lumpur Sisa Banjir, Puluhan Rumah Warga di Aceh Utara Tergenang

Aceh Utara - Puluhan rumah warga di tiga dusun di Gampong Buket Linteung, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, kembali tergenang air setelah hujan lebat mengguyur wilayah tersebut pada Jumat sore (18/9).
Genangan air dilaporkan merendam permukiman warga di Dusun Leubok Meuku, Dusun Teungoh, dan Dusun Kareung. Kondisi ini mengganggu aktivitas masyarakat, terutama bagi warga yang bermukim di daerah bersudut elevasi rendah.
Salah seorang warga setempat, Mahdi, menyebutkan bahwa khusus di Dusun Leubok Meuku saja, terdapat sekitar 80 rumah warga yang terdampak. Menurutnya, genangan dipicu oleh kondisi selokan yang masih tertutup endapan lumpur pekat.
Lumpur tersebut merupakan material sisa banjir besar yang melanda kawasan tersebut pada November 2025 lalu dan belum tersedimentasi secara maksimal. Akibatnya, kapasitas drainase berkurang drastis saat intensitas curah hujan meningkat.

“Selain karena hujan lebat, selokan juga masih tertimbun lumpur sisa banjir November 2025 lalu. Akibatnya, air tidak mengalir dengan baik dan menggenangi rumah warga,” ujar Mahdi.
Meski debit air dilaporkan mulai surut sejak Jumat malam, warga berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera melakukan pengerukan saluran air agar risiko genangan tidak terus berulang.
Peringatan Dini Cuaca BMKG
Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini terkait potensi hujan sedang hingga lebat yang masih mengintai sejumlah wilayah di Provinsi Aceh.
Kondisi cuaca ekstrem ini dipicu oleh aktifnya gelombang atmosfer Ekuatorial Rossby dan Gelombang Kelvin, serta terbentuknya daerah belokan angin (konvergensi) yang mendongkrak aktivitas konvektif pembentukan awan hujan. Suhu muka laut yang hangat di Samudra Hindia barat Sumatera dan Perairan Timur Aceh turut meningkatkan suplai uap air ke atmosfer.
Prakirawan BMKG Malikussaleh Aceh Utara, Kharendra Muiz, menjelaskan bahwa pola cuaca harian di Aceh umumnya cerah berawan hingga berawan pada pagi sampai siang hari. Namun, potensi hujan disertai petir dan angin kencang meningkat pada sore hingga malam hari.
"Wilayah yang berpotensi terdampak berada di daerah hulu, meliputi Bireuen bagian selatan, Aceh Utara bagian selatan, Aceh Timur bagian tengah, Bener Meriah, serta hulu Kota Langsa dan sekitarnya," terang Muiz.
BMKG juga mencatat parameter suhu udara di wilayah tersebut berkisar antara 27–33,5 °C dengan kecepatan angin bergerak rata-rata 5–20 km/jam. Warga di daerah rawan genangan dan longsor diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca susulan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Aceh Dikepung Kabut Asap: BMKG Ungkap Pemicu dan Ancaman Transboundary Haze
- 2Bus Tahanan Polres Labuhanbatu Masuk Jurang Usai Tabrak Fuso di Jalinsum Labura, Tahanan Luka-Luka
- 3Sengketa Lahan Aceh Utara: Masyarakat dan Serikat Tani Desak PTPN Cot Girek Kembalikan 400 Hektar Tanah Sertifikat
- 4Kabut Asap Karhutla di Aceh Kian Pekat, BMKG Peringatkan Dampak Risiko Kesehatan Warga
- 5Polisi Terlibat Kejar-Kejaran Gerebek Narkoba di Tanjung Morawa, Tujuh Pelaku Ditangkap
- 6Dampak Kabut Asap Karhutla, Dinas Pendidikan Labuhanbatu Terapkan PJJ Bagi Siswa PAUD hingga SMP
- 7Tabrakan Beruntun Maut di Sergai, Sopir Angkutan Tewas dan 9 Orang Luka-Luka
- 8Polres Asahan Tangkap Ayah Tiri Kasus Persetubuhan Anak di Air Joman
- 9354 Siswa di Berastagi Keracunan Menu MBG: 110 Dirawat Inap, BGN Resmi Suspend Dapur SPPG Sempajaya
- 10Diduga Jual Beli Jabatan, Wali Kota Medan Rico Waas Bebastugaskan Camat Medan Timur




