Sumut

Dampak Kerhutla: BMKG Rilis Potensi Sebaran Asap di Aceh, Jarak Pandang di Aceh Utara Merosot hingga 2 KM

Chairul | 16 Oktober 2026, 08:50 WIB
Dampak Kerhutla: BMKG Rilis Potensi Sebaran Asap di Aceh, Jarak Pandang di Aceh Utara Merosot hingga 2 KM
BMKG peringatkan potensi sebaran asap di Aceh. Jarak pandang di Aceh Utara merosot hingga 2-3 km dan titik panas terdeteksi di Lhokseumawe.

Aceh - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda Banda Aceh menerbitkan peringatan terbaru terkait potensi sebaran asap yang menyelimuti sejumlah wilayah Provinsi Aceh, Kamis (15/10/2026).

Berdasarkan pemantauan citra satelit, kabut asap masih terdeteksi mengganggu kualitas udara dan mengancam keselamatan penerbangan serta aktivitas masyarakat.

Penurunan kualitas udara dan jarak pandang (visibility) yang cukup signifikan tercatat di Kabupaten Aceh Utara.

Hasil pengamatan Stasiun Meteorologi Malikussaleh per Kamis pukul 08.00 WIB menunjukkan jarak pandang merosot tajam hingga tersisa 2 hingga 3 kilometer akibat terkontaminasi asap.

Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda Banda Aceh, Cucu Kusmayancu, membenarkan temuan penurunan jarak pandang ekstrem tersebut.

"Hasil pengamatan jarak pandang dari Stasiun Meteorologi di wilayah Aceh, dilaporkan adanya penurunan jarak pandang menjadi berkisar 2-3 km di wilayah Aceh Utara," tegas Cucu Kusmayancu dalam keterangan tertulis resminya.

Titik Panas Terdeteksi di Lhokseumawe, Kualitas Udara Masih Terkendali

BMKG mencatat hingga Rabu (14/10/2026) pukul 23.59 WIB, hasil pemantauan satelit mendeteksi adanya hotspot (titik panas) di wilayah Muara Satu, Kota Lhokseumawe.

Munculnya titik panas ini disinyalir menjadi pemicu utama munculnya partikel asap yang bermigrasi ke wilayah sekitarnya, termasuk Aceh Utara.

Meski demikian, BMKG memastikan titik pemantauan udara di beberapa wilayah lain seperti Sabang, Aceh Besar, dan Nagan Raya sejauh ini belum melaporkan adanya dampak sebaran asap yang signifikan.

Aktivitas penerbangan di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) Aceh Besar juga dilaporkan masih dalam kondisi normal tanpa kendala jarak pandang.

Terkait dengan mutu udara, analisis konsentrasi Particulate Matter 2.5 (PM2.5) dari Stasiun Klimatologi Aceh mencatat indikator yang relatif stabil.

Kualitas udara di wilayah Indrapuri dan sekitarnya berada pada kategori Baik, sementara secara umum wilayah Aceh berada di kisaran Baik hingga Sedang.

Masyarakat dan Pemda Diimbau Waspada

Menyikapi perkembangan kondisi cuaca dan kualitas udara yang bersifat dinamis, BMKG mengimbau masyarakat yang beraktivitas di zona terdampak asap untuk meningkatkan kewaspadaan.

Masyarakat disarankan mengurangi aktivitas luar ruangan yang tidak mendesak. Apabila harus beraktivitas di luar rumah, penggunaan masker medis atau masker N95 sangat direkomendasikan untuk mencegah risiko gangguan pernapasan.

Selain itu, BMKG meminta para kepala otoritas daerah di Aceh segera meningkatkan koordinasi lintas sektor bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, dan Polri guna mengantisipasi potensi perluasan dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).*

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

C
Reporter
Chairul
H