Sumut

Pemkab Taput Eksekusi Strategi Tingkat Tinggi Jaga Harangan Tapanuli dan Selamatkan Orangutan Terlangka

Habibi Caniago | 19 Agustus 2026, 16:41 WIB
Pemkab Taput Eksekusi Strategi Tingkat Tinggi Jaga Harangan Tapanuli dan Selamatkan Orangutan Terlangka
Gebrakan Pemkab Tapanuli Utara dan BBKSDA Sumut mengamankan Harangan Tapanuli serta Orangutan Tapanuli lewat strategi ekonomi rakyat dan edukasi massal. - Dok: istimewa

​TARUTUNG - Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara resmi melancarkan gebrakan besar demi menyelamatkan benteng pertahanan ekosistem dunia, Harangan Tapanuli, sekaligus melindungi spesies primata paling langka di bumi, Orangutan Tapanuli (Pongo tapanuliensis).

Langkah masif ini ditegaskan langsung pada Peringatan Hari Orangutan Sedunia 2026 di Gedung Sopo Partungkoan, Tarutung, Rabu (19/8/2026).

​Wakil Bupati Tapanuli Utara, Dr. Deni Parlindungan Lumbantoruan, menegaskan bahwa komitmen konservasi skala global ini wajib memicu ledakan ekonomi masyarakat yang bermukim di sekitar garis perbatasan hutan.

​"Konservasi alam dan pemenuhan kebutuhan ekonomi warga harus saling menopang. Pemkab Tapanuli Utara mendorong langkah konkret melalui sektor hortikultura, salah satunya pembagian dan penanaman bibit durian di wilayah perbatasan hutan. Pendekatan ini memberi nilai tambah ekonomi bagi masyarakat tanpa merusak ekosistem yang ada," tegas Wakil Bupati Deni Parlindungan saat membuka acara secara resmi.

​Sinergi kuat ini menuai sorotan mendalam dari Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Provinsi Sumatera Utara (BBKSDA Sumut), Novita Kusuma Wardani, yang mengapresiasi kolaborasi lintas sektor tersebut demi mengamankan masa depan ekosistem bumi Bonapasogit.

​Aksi penyelamatan lingkungan ini turut menyasar generasi muda secara agresif. Ratusan siswa SD dan SMP se-Kecamatan Tarutung dikerahkan dalam rangkaian agenda edukatif interaktif, mulai dari aksi senam bersama, kompetisi melukis, storytelling, hingga sesi Pongotopia bersama maskot orangutan.

​Melalui kolaborasi erat antara Pemkab Taput, BBKSDA Sumut, lembaga swadaya masyarakat (NGO), dan sektor pendidikan, Tapanuli Utara siap membuktikan diri sebagai motor penggerak pembangunan maju berwawasan lingkungan menjaga paru-paru dunia sekaligus mendongkrak kesejahteraan rakyat secara berkelanjutan. (Edy)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.