Harga Cabe Merah di Rantauprapat Melejit Tembus Rp100 Ribu/Kg, Hujan di Berastagi Jadi Biang Kerok

Rantauprapat - Lonjakan harga komoditas pangan mendadak mencekik warga Kota Rantauprapat, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara.
Harga cabai merah di Pasar Tradisional Gelugur mendadak melejit fantastis hingga menyentuh angka Rp100.000 per kilogram pada Kamis (1/10).
Kenaikan drastis ini dipicu oleh cuaca ekstrem berupa hujan deras berkelanjutan yang melanda wilayah sentra produksi di Berastagi, Kabupaten Karo. Kondisi tersebut memicu kelangkaan pasokan yang memicu lonjakan harga dalam waktu singkat.
Sontak, lonjakan harga yang terbilang ekstrem ini memicu kepanikan dan keluhan dari para konsumen di Pasar Gelugur.
"Naik kali harga cabe merah hari ini. Semalam harganya masih tujuh puluhan ribu per kilo, sekarang sudah tembus seratus ribu," ujar Adi (38), salah seorang pembeli dengan nada terkejut usai berbelanja di Pasar Gelugur, Kamis (1/10).
Di tingkat pedagang, lonjakan harga ini dikonfirmasi langsung oleh Jon, pedagang sayur di Pasar Gelugur. Menurutnya, tersendatnya pasokan dari daerah penghasil utama menjadi penyebab tunggal meroketnya harga di pasaran.
"Ujan seharian di Berastagi, gak ada petani yang panen. Makanya pasokan yang masuk ke kita sedikit sekali," ungkap Jon saat ditemui awak media di lapaknya.
Kondisi kelangkaan akibat faktor alam ini turut dibenarkan oleh Sekilap, warga Berastagi. Saat dihubungi via telepon, ia menegaskan bahwa intensitas hujan yang tinggi membuat mayoritas petani cabai meliburkan aktivitas panen.
"Di sini (Berastagi) saja harga cabai merah sudah menyentuh Rp80.000 per kilo di tingkat lokal. Murni karena faktor hujan deras, petani tidak bisa turun ke ladang untuk panen," terangnya.
Hingga berita ini diturunkan, pasokan cabai merah di Pasar Gelugur Rantauprapat masih diprediksi menipis. Jika intensitas hujan di daerah pemasok tidak kunjung mereda, harga komoditas pedas ini diperkirakan masih berpotensi bertahan tinggi dalam beberapa hari ke depan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Aceh Dikepung Kabut Asap: BMKG Ungkap Pemicu dan Ancaman Transboundary Haze
- 2Bus Tahanan Polres Labuhanbatu Masuk Jurang Usai Tabrak Fuso di Jalinsum Labura, Tahanan Luka-Luka
- 3Sengketa Lahan Aceh Utara: Masyarakat dan Serikat Tani Desak PTPN Cot Girek Kembalikan 400 Hektar Tanah Sertifikat
- 4Kabut Asap Karhutla di Aceh Kian Pekat, BMKG Peringatkan Dampak Risiko Kesehatan Warga
- 5Polisi Terlibat Kejar-Kejaran Gerebek Narkoba di Tanjung Morawa, Tujuh Pelaku Ditangkap
- 6Dampak Kabut Asap Karhutla, Dinas Pendidikan Labuhanbatu Terapkan PJJ Bagi Siswa PAUD hingga SMP
- 7Tabrakan Beruntun Maut di Sergai, Sopir Angkutan Tewas dan 9 Orang Luka-Luka
- 8Gawat bah! Kado HUT ke-81 Pemkab Labuhanbatu Dicoreng "Rapor Merah", Aliansi Mahasiswa Ngamuk Geruduk Kantor Bupati
- 9354 Siswa di Berastagi Keracunan Menu MBG: 110 Dirawat Inap, BGN Resmi Suspend Dapur SPPG Sempajaya
- 10Diduga Jual Beli Jabatan, Wali Kota Medan Rico Waas Bebastugaskan Camat Medan Timur



