Sumut

Tragedi Jurnalis Juwita, Menyingkap Lapisan Kelam Kasus Pembunuhan Ulah dari Seorang Oknum TNI AL!

Kurnia | 4 April 2025, 03:36 WIB
Tragedi Jurnalis Juwita, Menyingkap Lapisan Kelam Kasus Pembunuhan Ulah dari Seorang Oknum TNI  AL!

AKURAT SUMUT - Kasus mengerikan yang menimpa Juwita, seorang mahasiswi sekaligus Jurnalis muda di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, kini semakin terkuak.

Bukti terbaru mengungkap dugaan kuat bahwa sebelum tewas, Juwita (23) mengalami kekerasan seksual yang bahkan diduga terjadi lebih dari satu kali.

Penyelidikan mendalami fakta bahwa pembunuhan ini kemungkinan telah direncanakan dengan matang oleh tersangka, seorang prajurit Oknum TNI AL berinisial Kelasi Satu Jumran.

Awal Perkenalan dan Rencana yang Mencekam

Juwita dan tersangka pertama kali berkenalan melalui media sosial pada September 2024. Mereka kemudian bertukar nomor telepon dan mulai menjalin komunikasi.

Dalam rentang waktu 25–30 Desember 2024, tersangka mengajak Juwita untuk memesan kamar hotel di Banjarbaru dengan alasan kelelahan usai kegiatan latihan MMA. Tanpa curiga, Juwita memenuhi permintaan tersebut.

Di kamar hotel itulah, menurut keterangan kuasa hukum keluarga, Muhammad Pazri, tersangka memaksa Juwita untuk masuk ke dalam kamar, mendekatkannya ke tempat tidur, dan melakukan tindakan kekerasan seksual yang semakin memburuk dengan adanya upaya pemitingan leher sebelum melakukan pemerkosaan.

“Semua kejadian ini diceritakan korban kepada kakak iparnya pada 26 Januari 2025. Korban bahkan menunjukkan bukti berupa video pendek dan beberapa foto,” ujar Pazri usai menemani pemeriksaan di Detasemen Polisi Militer Pangkalan TNI-AL Banjarmasin.

Bukti-bukti Mengejutkan dan Temuan Forensik

Bukti rekaman video berdurasi sekitar lima detik menunjukkan tersangka dalam keadaan berpakaian setelah melakukan aksinya.

Rekaman tersebut memperlihatkan ketakutan yang mendalam pada diri Juwita, yang membuat video itu terlihat bergetar.

Selain itu, hasil otopsi mengungkap adanya cairan putih dalam jumlah banyak di area kemaluan korban, disertai dengan luka lebam yang mencurigakan.

Kuasa hukum keluarga korban menekankan pentingnya pengujian DNA atas sampel tersebut untuk memastikan asal-usulnya, dan guna mengungkap kemungkinan keterlibatan lebih dari satu pelaku.

“Tes DNA ini penting untuk memperjelas siapa yang bertanggung jawab atas peristiwa ini,” jelas Muhammad Pazri.

Tak hanya itu, penyidik juga telah mengamankan beberapa barang bukti, termasuk mobil Daihatsu Xenia hitam yang diduga sebagai tempat pembunuhan, sepeda motor milik korban, serta beberapa perangkat elektronik yang terkait dengan kronologi kejadian.

 

Proses Penyelidikan dan Reaksi Publik

Penyelidikan terhadap kasus pembunuhan Juwita kini tengah berjalan di bawah pengawasan Detasemen Polisi Militer Pangkalan TNI-AL Banjarmasin.

Tersangka telah resmi ditetapkan sebagai pelaku dan diamankan. Informasi awal mengungkapkan bahwa tersangka sempat membeli tiket pesawat dengan nama samaran dari Balikpapan ke Banjarbaru, serta merusak identitasnya, menambah kecurigaan akan perencanaan kejahatan tersebut.

Di sisi lain, aksi unjuk rasa massal yang diadakan pada 3 April 2025 di Tugu Nol Kilometer Banjarbaru menggambarkan duka dan kemarahan masyarakat.

Aksi ini juga turut dihadiri oleh Ketua DPRD Banjarbaru, Gusti Rizky Sukma Iskandar Putra, dan mendapat pengamanan ketat dari puluhan personel Polres Banjarbaru.

Ketua koordinator aksi, Suroto, dalam orasinya mengungkapkan, “Kita berkumpul di sini bukan hanya untuk mengenang Juwita, tetapi juga menuntut keadilan setegak-tegaknya. Kami meminta hukuman seberat-beratnya, bahkan jika perlu hukuman mati bagi pelaku!”

Ucapan tersebut mencerminkan betapa besar rasa kehilangan dan keprihatinan atas kasus ini, serta kekhawatiran akan masa depan kebebasan pers di tanah air.

Suroto, yang juga menjabat sebagai pimpinan redaksi Newsway.co.id tempat Juwita Bekerja ini, turut mempertanyakan transparansi penyelidikan aparat terkait motif pembunuhan yang masih belum diungkap.

Keluarga korban bersama pihak berwenang berharap agar penyidikan dapat dilakukan secara komprehensif dengan memanfaatkan semua bukti, termasuk rekaman CCTV dan data perjalanan korban.

Langkah tersebut dianggap krusial untuk mengungkap seluruh fakta yang tersembunyi di balik kasus ini.

Pengujian laboratorium lanjutan, terutama tes DNA terhadap sampel yang ditemukan, diharapkan dapat memberikan kejelasan ilmiah mengenai identitas pelaku dan mengungkap kemungkinan keterlibatan pihak lain.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
I