Langit Israel Memerah, Perdana Rudal balistik Kheibar Shekan Diluncurkan Iran! Usai Serangan Trump ke Fasilitas Nuklir!

AKURAT SUMUT - Iran pada Minggu (22 Juni 2025) membuka babak baru ketegangan regional dengan meluncurkan rudal balistik Kheibar Shekan ke wilayah Israel, penampilan perdana senjata ini dalam konflik terbuka.
Serangan balasan ini datang tak lama setelah Amerika Serikat melancarkan serangan mendadak ke fasilitas nuklir Iran.
Tak menunggu lama, Iran menembakkan setidaknya 40 rudal ke beberapa titik di Israel. Sebagian besar serangan menyasar kawasan utara hingga pusat negeri zionis itu, termasuk kota Haifa dan Tel Aviv.
Meski sistem pertahanan udara Israel berhasil mencegat banyak rudal, beberapa berhasil menembus hingga permukiman warga dan menyebabkan puluhan orang luka.
Presiden AS Donald Trump sebelumnya memerintahkan pengeboman fasilitas nuklir Fordow, Natanz, dan Isfahan menggunakan bom penembus bunker GBU-57 yang dibawa oleh pesawat B-2 Spirit.
“Program nuklir Iran telah lumpuh total,” Ucap Presiden AS Donald Trump, kendati pihak Teheran membantah semua klaim kerusakan permanen.
Serangan udara AS ini menimbulkan kecaman internasional dan memicu gelombang balasan keras dari Iran.
Rudal balistik Kheibar Shekan juga dikenal sebagai Khorramshahr-4 untuk pertama kalinya dipakai dalam aksi nyata. Dengan daya hancur tinggi dan akurasi presisi, senjata ini mampu menembus pertahanan rudal canggih sekalipun.
“Kheibar Shekan sukses mencapai targetnya meski di tengah upaya pencegatan.” Ucap Juru Bicara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) usai mengumumkan peluncuran Kheibar Shekan perdana.
Senjata seberat itu menunjukkan komitmen Iran untuk mempertahankan diri dan memperingatkan konsekuensi lebih lanjut bagi agresor.
Baca Juga: Warga Palestina Bisa Sukarela Tinggalkan Gaza? Rencana Israel Ini Jadi Perdebatan!
“Tidak ada korban jiwa dalam serangan AS ke fasilitas nuklir kami.” Ucap Kepala Palang Merah Iran, Pir Hossein Kolivand, memastikan,
“Serangan AS melanggar hukum internasional dan piagam PBB tentang hak membela diri.” Ia pun mendesak Dewan Keamanan PBB menggelar rapat darurat. kecam Kepala Palang Merah Iran, Pir Hossein Kolivand, memastikan,
Disisi lain Juru Bicara Otoritas Bandara Israel menyampaikan, “Zona udara kami ditutup hingga pemberitahuan lebih lanjut demi keselamatan penerbangan.”
Setidaknya 27 warga Israel dilaporkan terluka akibat serpihan rudal dan jatuhan puing, sementara beberapa infrastruktur permukiman di Ramat Aviv mengalami kerusakan fasad.
Senada dengan hal tersebut Sekjen PBB António Guterres mengingatkan, “Potensi konflik meluas kini sangat tinggi jika kedua pihak tidak meredam ketegangan.”
Berbagai negara dan organisasi internasional menyerukan dialog dan penurunan eskalasi, dengan harapan menghindari perang terbuka yang dapat menghancurkan stabilitas kawasan.
Situasi Timur Tengah saat ini berada pada titik kritis. Dengan retorika semakin keras dan aksi militer yang terus berlanjut, risiko konflik lebih besar semakin nyata.
Hanya upaya diplomasi internasional yang intensif dan kolaborasi multilateralisme yang dapat mencegah bencana kemanusiaan lebih lanjut.
Seberapa jauh pertarungan ini akan berlanjut? Dan bagaimana peran komunitas global untuk menahan laju eskalasi? Tetap pantau perkembangan selanjutnya.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









