Sumut

Setelah Bom Bunker-Buster AS, Trump Serukan Gencatan Senjata ke Iran! Akhir dari Pertempuran 12 hari ?

Kurnia | 24 Juni 2025, 06:35 WIB
Setelah Bom Bunker-Buster AS, Trump Serukan Gencatan Senjata ke Iran! Akhir dari Pertempuran 12 hari ?

AKURAT SUMUT - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pada Senin (23/6) mengumumkan bahwa gencatan senjata lengkap dan total antara Israel dan Iran akan segera diberlakukan, guna mengakhiri konflik yang selama 12 hari terakhir memanas di kawasan.

Sebelum menyematkan pernyataan resmi, Trump menyiratkan bahwa kedua pihak akan mendapatkan waktu untuk menyelesaikan misi militer yang tengah berjalan, sebelum skema gencatan senjata dijalankan secara bertahap.

“Dengan asumsi semua berjalan sebagaimana mestinya, yang pasti akan terjadi, saya ingin mengucapkan selamat kepada Israel dan Iran atas stamina, keberanian, dan kecerdasan mereka untuk mengakhiri apa yang seharusnya disebut ‘PERANG 12 HARI,’” tulis Presiden Trump di akun Truth Social miliknya. 

Presiden Donald Trump menegaskan optimisme soal perdamaian sambil menyebut durasi konflik.

Pengumuman gencatan senjata itu muncul hanya beberapa menit setelah masing-masing pihak mengancam bakal melancarkan serangan baru.

Sebelumnya, media internasional melaporkan bahwa Iran belum menerima proposal gencatan senjata apa pun dan tidak melihat alasan untuk menerimanya. Pernyataan ini disampaikan oleh seorang pejabat tinggi Iran yang dikutip CNN.

Baca Juga: Langit Israel Memerah, Perdana Rudal balistik Kheibar Shekan Diluncurkan Iran! Usai Serangan Trump ke Fasilitas Nuklir!

“Kami tidak melakukan serangan terhadap siapa pun, dan kami tidak akan pernah menerima jika diserang,” tegas Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dalam sebuah pernyataan resmi. 

Ayatollah Khamenei menegaskan sikap defensif Tehran dan menolak agresi eksternal.

Pada pagi harinya, Trump malah mendorong Israel untuk segera menempuh jalan damai setelah menanggapi dengan enteng serangan Iran ke pangkalan udara Amerika di Al Udeid, Qatar, yang dipenuhi bunker-buster seberat 30.000 pon, namun tak menimbulkan korban jiwa.

“Saya ingin berterima kasih kepada Iran karena memberi pemberitahuan dini, sehingga tidak ada nyawa yang hilang dan tidak ada yang terluka,” puji Trump di media sosialnya.

Presiden Trump menyoroti koordinasi diplomatik Iran yang mencegah jatuhnya korban.

Dari kubu Israel, tiga pejabat tinggi mengabarkan bahwa Tel Aviv tengah berupaya menuntaskan kampanye militer di Iran dalam waktu dekat, dan pesan itu sudah disampaikan ke Washington.

Meski begitu, belum ada tanggapan resmi langsung dari Pemerintah Israel atas pernyataan Trump.

Konflik itu bermula pada 13 Juni lalu, saat Israel melancarkan serangan ke fasilitas nuklir dan situs rudal balistik Iran.

Lalu Amerika Serikat menimpali dengan membom lokasi produksi nuklir Iran menggunakan bunker-buster pada Minggu pagi (22/6), menandai eskalasi serius dari sekadar operasi netralisasi nuklir.

“Tanggapan Iran yang meluncurkan 14 rudal ke pangkalan kami adalah sangat lemah, seperti yang kami perkirakan, dan sudah kami tangkal dengan efektif,” tulis Trump lagi, menegaskan tak ada kerusakan berarti dan “semua amarah sudah dikeluarkan dari sistem mereka.”

Presiden Trump meremehkan efektivitas serangan rudal Iran sambil memperlihatkan keunggulan pertahanan AS.

Baca Juga: Trump Serang Fasilitas Nuklir Iran, Harga Minyak Dunia Melejit ke Rp1,5 Juta per Barel!

Serangan udara Israel di Tehran pada Senin (23/6) disebut-sebut sebagai gelombang serangan paling masif yang pernah dilancarkan ke ibu kota Iran.

Sasaran utama termasuk penjara Evin, yang selama ini menjadi lokasi tahanan politik dan eksekusi, serta beberapa markas Komando Garda Revolusi Iran yang mengawasi keamanan dalam negeri.

“Kami saat ini memukul dengan kekuatan belum pernah terjadi sebelumnya, menarget pusat rezim dan badan penindasan pemerintah di jantung kota Tehran,” ungkap Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz. 

Israel Katz menegaskan bahwa sasaran kini meluas melampaui fasilitas nuklir.

Akibat gempuran bertubi-tubi, sebagian penduduk Tehran yang populasi kotanya mencapai 10 juta jiwa memilih mengungsi, sementara beberapa wilayah dilaporkan mengalami pemadaman listrik setelah serangan menimpa gardu induk listrik di kawasan Evin.

Reaksi regional juga mengiringi situasi ini. Qatar, yang sempat menutup wilayah udaranya pasca-serangan rudal Iran, kini sudah membuka kembali jalur penerbangan, sedangkan beberapa negara Teluk seperti Bahrain, Uni Emirat Arab, Saudi Arabia, Kuwait, dan Irak mengecam tindakan Iran.

“Hubungan kita dengan Iran sangat dalam, tetapi serangan ini jelas membutuhkan pertemuan mendesak dan sikap yang terang,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed Al Ansari. Majed Al Ansari menyerukan dialog regional pasca-escalation.

Di medan diplomasi, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, menemui Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow untuk mencari dukungan dari salah satu sekutu terakhir Tehran.

Araqchi juga menegaskan Iran akan merespons jika Amerika Serikat atau sekutunya melancarkan aksi lanjutan.

Di tengah semua dinamika itu, Trump menyatakan bahwa tujuan utama AS dan Israel hanyalah menghancurkan program nuklir Iran, bukan memulai perang yang lebih luas atau menggulingkan rezim.

Namun, pernyataan sebelumnya tentang kemungkinan menjatuhkan para pemimpin hard-liner Iran membuka spekulasi bahwa Washington tengah menyiapkan suksesi bagi Pemimpin Tertinggi Ayatollah Khamenei, yang kini berusia 86 tahun.

Nama calon penerus seperti Mojtaba Khamenei (putra Ayatollah Khamenei) dan Hassan Khomeini (cucu pendiri revolusi) disebut-sebut menguat dalam perbincangan rahasia para pejabat.

Ketegangan yang memuncak dalam dua minggu terakhir ini masih menyisakan banyak pertanyaan tentang kelanjutan perdamaian dan stabilitas kawasan.

Dengan gencatan senjata yang kini diumumkan, publik dunia berharap momentum ini benar-benar dimanfaatkan untuk menghentikan lingkaran kekerasan yang mengancam keamanan energi global dan merenggut nyawa.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
I