Titip Kaca Mata Anaknya, Oknum Guru SMP Negeri 2 Rantau Utara Diduga Aniaya Orang Tua Siswa Di Jam Belajar
Redaksi | 14 November 2024, 14:37 WIB

AKURAT SUMUT - Seorang Oknum Guru SMP Negeri 2 Rantau Utara diduga menganiaya orang tua murid yang duduk di kelas 3, Kamis(14/11/2024) sekira pukul 10.00 wib.
Sebelumnya, orang tua siswa mengantarkan anaknya sebut saja bunga yang duduk di kelas 3 ke sekolah SMP Negeri 2 Rantau Utara yang berada di jalan Kejaksaan Kecamatan Rantau Utara Kabupaten Labuhanbatu.
Menurut T.Samuel kepada awak media, Kamis(14/11/2024) menyampaikan Anak saya terlambat dan dilarang masuk oleh satpam sekolah dikarenakan tidak ikut senam sebelumnya, tetapi siswa yang lain diberi masuk walaupun terlambat.
Akhirnya terjadi beradu mulut hingga satpam sekolah mendatangi saya tersebut ke warkop yang berada dekat sekolah tersebut, ujarnya.
Sewaktu mau diantar sekolah anak saya, saya berjanji untuk mengantarkan kaca mata anak saya sekira pukul 10.00 wib ke sekolah, setiba saya ke sekolah sekira pukul 10.00 wib untuk menitipkan kaca mata kepada guru meja piket, ucapnya.
Tiba-tiba ada oknum guru datang menghampiri saya di meja piket dengan marah - marah dengan secara brutal memukul meja berulang kali yang tidak jelas maksudnya kepada saya, akunya.
Oknum guru tersebut marah - marah secara brutal gak henti, Setelah itu saya langsung menjumpai kepala sekolah yang berada di ruangannya untuk saya tarik menjumpai oknum guru tersebut, oknum guru tersebut terus marah - marah sama saya sambil memukul meja walaupun di depan kepala sekolah dan menampar tangan saya berulang kali hingga berbekas, aku Samuel dengan rasa kecewa.
Disaat itu kepala sekolah tidak berkutik atas perbuatan oknum guru tersebut kepada diri saya, malah membelanya. Saya tanya siapa nama oknum guru tersebut, kepala sekolah tidak mau memberi nama oknum guru tersebut, ucapnya.
Apa kesalahan saya dipukul sama oknum guru dan memukul meja serta membentak saya dan itu pun di depan bapak kepala sekolah, saya sudah bagus bertanya kepada guru di piket, ujarnya.
Saya menunggu etika oknum guru tersebut maupun kepala sekolah, malah kepala sekolah menantang kepada rekan saya,"Terserah, Kalo mau lapor, lapor saja", tirunya ucapan kepala sekolah kepada rekan Samuel.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









