Bebas Gelap! Pemkab Nias Barat dan PLN Dobrak Krisis Energi: PLTD 10 MW Dijebol, 10 Desa Terisolir Akhirnya Terang Benderang!

Nias Barat - Langkah revolusioner demi mengikis ketimpangan energi kembali digencarkan. Pemerintah Kabupaten Nias Barat bersama PT PLN (Persero) resmi mematangkan strategi besar guna memperkuat keandalan pasokan listrik daerah secara masif melalui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) berkapasitas Raksasa 10 Megawatt (MW) serta perluasan jaringan ke kawasan terisolir.
Pusat pemerintahan Kabupaten Nias Barat diproyeksikan menjadi episentrum keandalan energi baru ini. Pemkab Nias Barat bergerak cepat dengan menyediakan lahan strategis seluas 50 x 60 meter yang kini sudah melampaui tahap survei dan memasuki fase pematangan.
Tak hanya lahan, koordinasi intensif terus dipacu guna memastikan kesiapan akses jalan, penetapan jalur jaringan, hingga mobilisasi alat-alat berat.
Bupati Nias Barat, Eliyunus Waruwu, menegaskan komitmen penuh pemerintah daerah untuk menuntaskan seluruh kewenangan administratif dan teknis agar proyek vital ini dapat segera terealisasi tanpa hambatan.
“Lahan sekitar 50 x 60 meter yang tidak jauh dari pusat pemerintahan sudah kita siapkan dan sudah dilakukan survei. Saat ini sedang dilakukan pematangan lahan. Kita terus berkoordinasi dengan PLN dan mempersiapkan apa yang menjadi kewenangan pemerintah daerah,” tegas Eliyunus dalam keterangannya, Sabtu (5/9/2026).
Langkah agresif ini bukan sekadar mengejar nyala lampu, melainkan akselerasi total bagi seluruh sektor kehidupan masyarakat, mulai dari pelayanan kesehatan, pendidikan, operasional pemerintahan, digitalisasi, hingga penguatan UMKM dan iklim investasi.
“Listrik bukan hanya soal lampu menyala. Listrik mendukung anak-anak belajar, pelayanan kesehatan, kegiatan usaha, teknologi, pelayanan pemerintah, dan pertumbuhan ekonomi masyarakat,” tambahnya.
Gebrakan Lisdes 2026: 10 Desa Terisolir Segera Teraliri Listrik
Tidak berhenti pada penguatan daya pembangkit, penetrasi energi hingga ke pelosok desa turut digenjot. Sebanyak 10 desa di Nias Barat dipastikan resmi masuk dalam Program Listrik Desa (Lisdes) ABT Tahun 2026.
Desa-desa yang siap keluar dari kegelapan tersebut meliputi, Desa Lasara Baene, Desa Mazingo, Desa Hilimbaruzo, Desa Tarahoso, Desa Hilibadalo.
Selanjutnya, Desa Sitolubanua, Desa Lologolu, Desa Onolimbu, Desa Ambukha dan Desa Lahagu.
Menanggapi masuknya 10 desa tersebut, Pemkab meminta sinergi penuh dari jajaran kecamatan, perangkat desa, dan elemen masyarakat untuk mendukung kemudahan jalur survei hingga pembebasan jalur jaringan PLN di lapangan.
Manager PLN UP3 Nias, Leonard Tulus M. Panjaitan, mengungkapkan bahwa keberhasilan proyek infrastruktur kelistrikan skala besar sangat bergantung pada kesiapan teknis, aksesibilitas, serta dukungan nyata Pemda dan warga lokal.
Saat ini, PLN dan Pemkab Nias Barat juga tengah mengintensifkan perencanaan pembangunan Express Feeder 20 kV sepanjang kurang lebih 3 kilometer menuju hub utama di kawasan pusat pemerintahan, lengkap dengan jalur mobilisasi logistik berat.
Bupati Eliyunus menekankan bahwa Pemkab tidak akan berhenti sebelum manfaatnya nyata dirasakan warga. Visi “Nias Barat CERAH dan TERANG” menjadi tolok ukur utama dari seluruh rangkaian percepatan ini.
“Yang sudah masuk program kita kawal sampai terlaksana. Yang sedang dipersiapkan kita dorong agar mendapatkan kepastian. Kita ingin pembangunan benar-benar hadir dan manfaatnya dirasakan masyarakat,” pangkasnya.
“CERAH masa depannya, TERANG desa-desanya. Dari desa ke desa dan dari rumah ke rumah, kita ingin pelayanan listrik semakin baik sehingga pendidikan, kesehatan, dan ekonomi masyarakat juga semakin berkembang.”
Meskipun rencana besar pembangunan PLTD 10 MW masih berada dalam tahapan persiapan akhir, penyelesaian proyek ini akan dikawal ketat sesuai pemenuhan standar regulasi teknis dan administratif PLN. (Yohanes Yasaro Giawa)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Aceh Dikepung Kabut Asap: BMKG Ungkap Pemicu dan Ancaman Transboundary Haze
- 2Bus Tahanan Polres Labuhanbatu Masuk Jurang Usai Tabrak Fuso di Jalinsum Labura, Tahanan Luka-Luka
- 3Sengketa Lahan Aceh Utara: Masyarakat dan Serikat Tani Desak PTPN Cot Girek Kembalikan 400 Hektar Tanah Sertifikat
- 4Kabut Asap Karhutla di Aceh Kian Pekat, BMKG Peringatkan Dampak Risiko Kesehatan Warga
- 5Polisi Terlibat Kejar-Kejaran Gerebek Narkoba di Tanjung Morawa, Tujuh Pelaku Ditangkap
- 6Dampak Kabut Asap Karhutla, Dinas Pendidikan Labuhanbatu Terapkan PJJ Bagi Siswa PAUD hingga SMP
- 7Tabrakan Beruntun Maut di Sergai, Sopir Angkutan Tewas dan 9 Orang Luka-Luka
- 8Gawat bah! Kado HUT ke-81 Pemkab Labuhanbatu Dicoreng "Rapor Merah", Aliansi Mahasiswa Ngamuk Geruduk Kantor Bupati
- 9354 Siswa di Berastagi Keracunan Menu MBG: 110 Dirawat Inap, BGN Resmi Suspend Dapur SPPG Sempajaya
- 10Diduga Jual Beli Jabatan, Wali Kota Medan Rico Waas Bebastugaskan Camat Medan Timur





