Sumut

Pemkab Nias Barat Tetapkan Status Tanggap Darurat Banjir 7 Hari, Bantuan Logistik Tahap Awal Mulai Disalurkan

Habibi Caniago | 8 September 2026, 12:45 WIB
Pemkab Nias Barat Tetapkan Status Tanggap Darurat Banjir 7 Hari, Bantuan Logistik Tahap Awal Mulai Disalurkan
Pemkab Nias Barat tetapkan status tanggap darurat banjir selama 7 hari (7–13 September 2026) dan salurkan bantuan logistik ke 595 KK terdampak. - Dok: istimewa

Nias Barat - Pemerintah Kabupaten Nias Barat resmi menetapkan status keadaan darurat bencana banjir selama tujuh hari, terhitung sejak 7 hingga 13 September 2026. Langkah hukum dan operasional ini diambil usai rapat koordinasi bersama unsur Forkopimda guna mempercepat pengerahan sumber daya dan penanganan bagi warga terdampak.

Bupati Nias Barat, Eliyunus Waruwu, menegaskan bahwa penetapan masa tanggap darurat dilakukan sebagai bentuk kesiapsiagaan penuh pemerintah daerah menghadapi potensi risiko susulan.

“Penetapan tanggap darurat selama tujuh hari ini bukan berarti kita menganggap keadaan akan berlangsung selama tujuh hari. Kita berharap hujan segera berhenti dan kondisi cepat kembali normal. Namun, pemerintah harus siap apabila hujan berlanjut dan banjir kembali meningkat,” ujar Eliyunus, Senin (7/9/2026).

Bupati menambahkan, evaluasi situasi lapangan akan terus diperbarui berdasarkan laporan kaji cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), tingkat genangan air, serta kondisi cuaca terkini. Jika kondisi membaik, status darurat akan disesuaikan. Sebaliknya, masa tanggap darurat dapat diperpanjang bila ancaman banjir masih bertahan.

Menindaklanjuti penetapan status darurat, Pemkab Nias Barat bergerak cepat menyalurkan bantuan kebutuhan pokok pada Senin (7/9/2026) malam pukul 20.00-22.00 WIB. Pendistribusian bantuan dipimpin oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Nias Barat, Ernawati Gulo, dengan dukungan Tim Reaksi Cepat (TRC), perangkat daerah, serta personel Batalyon TP 903/Baluseda.

Berdasarkan data sementara, banjir akibat hujan deras sejak Minggu (6/9/2026) malam ini merendam 13 desa di empat kecamatan dan berdampak pada 595 Kepala Keluarga (KK).

Pada tahap awal, logistik berupa beras, mi instan, dan telur disalurkan melalui dua posko utama di Kecamatan Lahomi.

Posko Lahomi I: Melayani Desa Onolimbu (3 KK), Sitolumbanua/Bawadasi (88 KK), Lologundre (21 KK), dan Iraonogaila (39 KK).

Posko Lahomi II: Melayani Desa Onowaembo (81 KK) dan Tigaserangkai (97 KK).

Sementara itu, penyaluran bantuan untuk wilayah Posko Sirombu dan Posko Mandrehe akan menyusul segera setelah pemetaan kebutuhan dan kelengkapan logistik rampung.

Pemkab Nias Barat mengimbau masyarakat yang bermukim di area rawan banjir untuk tetap waspada terhadap potensi hujan susulan dan segera melaporkan kondisi darurat kepada petugas terdekat. Proses pendataan penerima manfaat dan pemantauan kondisi wilayah dipastikan terus berjalan selama masa tanggap darurat. (Yohanes Giawa)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.