Innalillahi! Video CCTV Ungkap Pembegalan Sadis yang Tewaskan Tukang Ojek di Medan - Pelaku Masih Buron

AKURAT SUMUT - Dunia Sriana (42) runtuh. Di negeri seberang, ia hanya bisa terima kabar buruk, sang suami, Iman Kurnia Abadi (45), tukang ojek langganannya, tewas mengenaskan.
Bukan kecelakaan, tapi akibat kebrutalan kawanan begal yang bikin emosi dan ngilu. Aksi keji itu terekam jelas CCTV, beredar viral dan jadi bukti nyata kekejaman di Jalan Yos Sudarso Km 18, depan Gang Taik, Belawan Bahari, Medan Belawan, Rabu dini hari (9/7) sekitar pukul 03.38 WIB.
Awalnya, keluarga dikecoh kabar bahwa Iman, tukang ojek pangkalan setia yang sudah 24 tahun mengais rezeki, mengalami kecelakaan tunggal.
Namun, belakangan terbongkar kebenaran pahit. Rekaman CCTV tanpa aman memperlihatkan momen menegangkan.
saat Iman melintas sendirian usai mengantar penumpang ke Belawan, tiga sosok gelap muncul dari pinggir jalan.
Baca Juga: Gila! Markas Ormas Ini Ternyata Pabrik Ekstasi, Ketuanya Tewas Kabur ke Sungai
Seketika, mereka melemparkan balok kayu besar ke arah motor Iman. Hantaman brutal itu membuatnya terpelanting dan terkapar di aspal dengan luka serius di kepala.
Yang bikin geram, pelaku tak sempat mengambil motor korban. Warga sekitar yang mendengar suara kecelakaan langsung berdatangan membantu.
Aksi sigap warga ini membuat para begal panik dan kabur masuk gang, meninggalkan Iman dalam kondisi sekarat.
Iman langsung dilarikan ke rumah sakit. Kondisinya kritis: pembekuan darah di kepala dan patah tulang bahu.
Selama tiga hari dua malam dirawat tanpa sempat dioperasi, nyawanya tak tertolong. Iman menghembuskan napas terakhir dalam keadaan tak sadarkan diri pada Jumat (11/7) siang.
Sriana, istri Iman yang sedang bekerja sebagai Asisten Rumah Tangga (ART) di Malaysia, mendapat kabar buruk itu lewat adik iparnya.
Awalnya dikabarkan kecelakaan, namun belakangan terbongkar sebagai pembegalan. Dengan perasaan hancur, ia segera pulang ke Medan.
Sayangnya, ia hanya bisa menyambut sang suami dalam keadaan sudah menjadi jenazah.
Sriana, ditemui di kediamannya yang beraura duka, menjelaskan kronologi dengan suara lirih penuh kepedihan.
"Saya waktu kejadian sedang bekerja di Malaysia, adik ipar yang menghubungi kalau suami saya mengalami kecelakaan," ujarnya.
Belakangan, informasi itu berubah. "Setelah dirawat adik ipar mengatakan kalau suami saya korban begal... Lalu adik ipar saya mencari rekaman CCTV di sekitar lokasi, dan benar suami saya dibegal sejumlah orang," jelasnya sambil menyatakan telah melapor ke Polres Pelabuhan Belawan.
Ia juga mengungkapkan rute suaminya malam itu."Dia memang ada sewa langganannya ke arah Belawan itu, setiap pukul segitu dia antar sewanya ke tempat. Setiap pulang dari situ, kosong, balik ke tempat kembali ke mangkal (di Simpang Kantor). Saya lihat dari CCTV itu ada pelemparan balok, baru bapak terjatuh. Mereka (para pelaku) keluar dari sisi gang, ada tiga orang," papar Sriana.
Duka pun bertambah dengan beban biaya pengobatan yang mencapai Rp 38 juta.
"Iya itu biaya perobatan suami saya... karena kecelakaan, BPJS tak tanggung," keluh Sriana. Ia berharap ada bantuan dari orang-orang baik hati.
"Harapannya, semuanya terselesaikan, pelaku ketangkap semua, dituntaskan habis... Yang saya butuhkan tentang pendanaan RS, kami memohon bantuan orang baik untuk menyalurkan bantuan kepada kami," tambahnya dengan penuh harap.
Polres Pelabuhan Belawan telah mengubah status penyelidikan setelah melihat bukti CCTV.
Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan AKP Riffi Noor Faisal, ketika dikonfirmasi, menegaskan bahwa kasus ini kini diselidiki sebagai pembegalan berujung maut.
"Iya, awalnya dikira laka lantas. Namun setelah dicek CCTV ternyata bukan laka lantas," tegas Riffi.
Ia juga menyampaikan perkembangan penyelidikan, atas kasus yang menimpa suaminya.
"Sampai saat ini pelaku masih dalam pengejaran," tandasnya, menegaskan komitmen polisi untuk menangkap ketiga orang yang terekam CCTV melakukan aksi biadab tersebut.
Upaya penyelidikan intensif terus dilakukan untuk mengusut tuntas kasus yang menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan mengguncang warga Medan ini.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









