Sumut

Tanpa APBD! Bupati Aep Syaepuloh, Turunkan Alat Berat Pribadi dan CSR untuk Perbaiki Jalan di Karawang!

Kurnia | 18 Februari 2025, 04:39 WIB
Tanpa APBD! Bupati Aep Syaepuloh, Turunkan Alat Berat Pribadi dan CSR untuk Perbaiki Jalan di Karawang!

AKURAT SUMUT - Pada pertengahan Februari 2025, Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, mengambil langkah cepat dalam menangani kerusakan akses menuju Gerbang Tol Karawang Timur. 

Menyadari bahwa kondisi jalan yang rusak parah ini menghambat aktivitas masyarakat dan ekonomi, beliau memutuskan untuk menggunakan dana pribadi serta mengajak perusahaan-perusahaan setempat berpartisipasi dalam perbaikan.

Saat meninjau lokasi perbaikan pada Jumat, 14 Februari 2025, Bupati Aep menegaskan komitmennya dengan menyatakan, "Insyaallah kita bereskan secepatnya terkait jalan rusak." 

Tidak hanya itu, beliau juga mengungkapkan bahwa alat berat yang digunakan dalam perbaikan ini adalah milik pribadinya. 

"Sesuai dengan janji saya, alat berat yang diturunkan untuk perbaikan jalan akses Gerbang Tol Karawang Timur ini adalah milik saya pribadi," ujar Bupati Aep pada Sabtu, 15 Februari 2025.

Perbaikan Jalan Tanpa APBD

Akses Gerbang Tol Karawang Timur yang mengalami kerusakan telah lama menjadi keluhan masyarakat. Banyak pengendara mengalami kesulitan akibat jalan berlubang dan bergelombang, yang memperparah kemacetan di area tersebut. 

Meskipun perbaikan jalan ini seharusnya menjadi tanggung jawab Jasa Marga, Bupati Aep merasa perlu untuk segera bertindak. 

Karena penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tidak memungkinkan untuk proyek ini, beliau memutuskan menggunakan dana pribadi dan menggandeng 15 perusahaan lokal untuk turut serta dalam perbaikan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).

Kolaborasi dengan Perusahaan dan Jasa Marga

Dalam proyek perbaikan ini, Pemerintah Kabupaten Karawang bekerja sama dengan Jasa Marga dan perusahaan-perusahaan di sekitar kawasan tersebut. 

Jasa Marga berkomitmen untuk memperbaiki jalan dari gerbang tol hingga persimpangan pertama Jalan Interchange, sementara Pemkab Karawang bersama perusahaan-perusahaan setempat bertanggung jawab atas perbaikan dari persimpangan tersebut hingga ke lampu merah.

Kontribusi dari 15 perusahaan yang tergabung dalam proyek ini mencapai sekitar Rp270 juta, yang digunakan untuk memperbaiki jalan sepanjang 140 meter dengan lebar 9 meter dan ketebalan 5 cm.

Dengan adanya kolaborasi ini, diharapkan perbaikan dapat segera terselesaikan dan memberikan manfaat bagi masyarakat yang melintasi kawasan tersebut.

 

Penyebab Kerusakan Jalan

Kerusakan di akses Gerbang Tol Karawang Timur disebabkan oleh beberapa faktor utama, di antaranya:

1. Tingginya Volume Kendaraan Berat
Setiap harinya, jalan ini dilewati oleh truk-truk besar yang membawa muatan berat. Tekanan berlebih dari kendaraan ini mempercepat kerusakan aspal.

2. Sistem Drainase yang Buruk
Bupati Aep juga menyoroti permasalahan drainase di sepanjang jalan ini yang tidak berfungsi optimal. Hal ini menyebabkan air hujan menggenang dan meresap ke dalam aspal, membuat jalan lebih mudah rusak.

3. Minimnya Perawatan Jalan
Karena jalan ini berada di bawah kewenangan pihak tertentu, perbaikannya tidak dapat dilakukan langsung oleh pemerintah daerah menggunakan APBD. Hal ini menyebabkan jalan dibiarkan dalam kondisi rusak tanpa adanya tindakan cepat.

Bupati Aep mengatakan bahwa perbaikan akan diselesaikan dalam waktu singkat agar lalu lintas kembali lancar. 

Setelah perbaikan rampung, Pemkab Karawang berencana mengajukan permohonan kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) agar akses jalan ini dapat diserahkan kewenangannya kepada pemerintah daerah. 

Jika berhasil, Pemkab Karawang dapat melakukan pemeliharaan rutin menggunakan APBD, sehingga kualitas jalan lebih terjaga dalam jangka panjang.Langkah yang diambil oleh Bupati Aep Syaepuloh ini menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Dengan memanfaatkan dana pribadi dan menggalang partisipasi sektor swasta, beliau berhasil mempercepat perbaikan infrastruktur yang krusial bagi mobilitas dan perekonomian daerah.

Selain itu, inisiatif ini juga menjadi contoh bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah, BUMN, dan sektor swasta dapat menjadi solusi dalam mengatasi keterbatasan anggaran.

Jika sinergi semacam ini terus berjalan, diharapkan infrastruktur di Karawang dapat semakin berkembang, memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
I