Banda Aceh dan Sulsel Diguncang Gempa di Hari yang Sama, Ini Penjelasan BMKG

AKURAT SUMUT - Pada Jumat sore 7 Maret 2025, wilayah Aceh dan Sulawesi Selatan (Sulsel) dilanda serangkaian guncangan gempa bumi yang mengingatkan masyarakat untuk senantiasa waspada terhadap potensi kerusakan bangunan.
Gempa di Banda Aceh
Gempa dengan magnitudo 5,4 mengguncang Banda Aceh pada pukul 19.42 WIB, tepat menjelang shalat tarawih. Menurut Kepala Stasiun Geofisika BMKG Aceh, Andi Azhar Rusdin, pusat gempa terletak di koordinat 5,40 LU dan 94,28 BT dengan kedalaman mencapai 10 km.
Ia menambahkan bahwa episenter gempa berjarak sekitar 117 km barat daya Banda Aceh. Meskipun getarannya dirasakan cukup kuat di Banda Aceh, Sabang, dan Pidie, BMKG menegaskan bahwa gempa tersebut tidak menimbulkan potensi tsunami.
Rangkaian Gempa di Luwu Timur, Sulsel
Di wilayah Luwu Timur, Sulsel, terjadi tiga peristiwa gempa yang menimbulkan kepanikan masyarakat.
1. Gempa Magnitudo 4,4
Gempa ini terjadi pada Jumat, 7 Maret 2025, sekitar pukul 09.09 WIB atau 10.09 WITA. Menurut informasi BMKG yang diperoleh dari detik, pusat gempa berada di koordinat 2,32 LS dan 120,85 BT dengan kedalaman 5 km.
Guncangan ini terasa kuat terutama di Kecamatan Mangkutana, dengan skala MMI II-III, sehingga getarannya dirasakan serupa dengan suara truk besar yang melintas.
2. Gempa Tektonik Magnitudo 5,2
Gempa tektonik yang terjadi sekitar pukul 16.34 WITA ini menimbulkan guncangan hebat di Luwu Timur.
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menyampaikan bahwa episenter gempa berada di koordinat 2,49 LS dan 121,01 BT, sekitar 20 km barat laut Luwu Timur, dengan kedalaman 10 km.
Menurut analisis, gempa ini merupakan akibat pergerakan dangkal yang disebabkan oleh aktivitas Sesar Matano dan memiliki mekanisme pergerakan geser (strike-slip).
Di Bungku, getarannya tergolong pada skala III MMI, di mana guncangan tersebut terasa seperti truk besar yang melintas.
BMKG menegaskan bahwa tidak ada potensi tsunami dari semua peristiwa gempa tersebut. Hingga pukul 16.50 WITA, belum terdeteksi adanya gempa susulan.
Masyarakat diimbau agar tetap tenang dan kritis terhadap informasi yang belum terverifikasi, serta segera memeriksa kondisi rumah dan menghindari bangunan yang terlihat retak atau rusak.
Sebagai langkah antisipasi, BMKG mengingatkan warga untuk selalu memastikan kondisi bangunan sebelum kembali beraktivitas. Langkah pencegahan ini penting untuk menghindari risiko kerusakan lebih lanjut, terutama di daerah-daerah yang baru saja diguncang gempa.
Warga diharapkan untuk selalu mengikuti perkembangan informasi resmi dan menjaga kewaspadaan guna meminimalisir potensi bahaya akibat guncangan susulan.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Aceh Dikepung Kabut Asap: BMKG Ungkap Pemicu dan Ancaman Transboundary Haze
- 2Bus Tahanan Polres Labuhanbatu Masuk Jurang Usai Tabrak Fuso di Jalinsum Labura, Tahanan Luka-Luka
- 3Sengketa Lahan Aceh Utara: Masyarakat dan Serikat Tani Desak PTPN Cot Girek Kembalikan 400 Hektar Tanah Sertifikat
- 4Kabut Asap Karhutla di Aceh Kian Pekat, BMKG Peringatkan Dampak Risiko Kesehatan Warga
- 5Polisi Terlibat Kejar-Kejaran Gerebek Narkoba di Tanjung Morawa, Tujuh Pelaku Ditangkap
- 6Dampak Kabut Asap Karhutla, Dinas Pendidikan Labuhanbatu Terapkan PJJ Bagi Siswa PAUD hingga SMP
- 7Tabrakan Beruntun Maut di Sergai, Sopir Angkutan Tewas dan 9 Orang Luka-Luka
- 8Polres Asahan Tangkap Ayah Tiri Kasus Persetubuhan Anak di Air Joman
- 9354 Siswa di Berastagi Keracunan Menu MBG: 110 Dirawat Inap, BGN Resmi Suspend Dapur SPPG Sempajaya
- 10Diduga Jual Beli Jabatan, Wali Kota Medan Rico Waas Bebastugaskan Camat Medan Timur





