Sumut

Sempat Viral Pabrik Es di Langkat Ditutup Paksa Ormas, Pemkab dan Kemenko Polhukam Tinjau Langsung ke Lokasi!

Kurnia | 13 Mei 2025, 07:12 WIB
Sempat Viral Pabrik Es di Langkat Ditutup Paksa Ormas, Pemkab dan Kemenko Polhukam Tinjau Langsung ke Lokasi!

AKURAT SUMUT - Tim terpadu dari Kemenko Polhukam bersama TNI–Polri meninjau kondisi Pabrik Es Kristal UD Aquaris di Desa Pantai Gemi, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, pada Sabtu (10/5/2025).

Pemeriksaan langsung dipimpin Deputi Bidang Koordinasi Pertahanan Negara dan Kesatuan Bangsa, Mayjen TNI Purwito Hadi Wardhono, untuk memastikan situasi pasca-viralnya video intimidasi oleh sekelompok orang yang mengaku ormas.

“Lokasi ini sempat heboh di media sosial karena penutupan paksa,” ujar Mayjen Purwito. “Kedatangan kami bertujuan meyakinkan bahwa operasional kembali berjalan lancar dan kondusif.”

Kronologi Kejadian

Beberapa waktu lalu, sebuah video menampilkan pemilik UD Aquaris, Cici, mengeluhkan penutupan paksa dan intimidasi oleh oknum yang mengatasnamakan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) dan Pemuda Pancasila.

Dalam rekaman itu, Cici menyebut mesin produksi dimatikan, karyawan dilarang bekerja, dan ia dipaksa memenuhi tuntutan ormas terkait pembayaran upah.

Respons cepat datang dari Polres Langkat dan Koramil Stabat. Tak lama setelah video viral, aparat turun ke lapangan, mengamankan oknum berinisial B, dan memulihkan operasional pabrik.

“Kami akan proses hukum pelaku dengan tegas,” kata Kapolres Langkat, AKBP David Triyo Prasojo.

Bupati Langkat, Syah Afandin, menegaskan komitmen Pemkab menjaga iklim usaha. “Saya meminta semua pihak menghormati hak produsen dan tidak mengganggu aktivitas pabrik. Ruang aspirasi terbuka, tetapi jangan sampai mengarah pada tindakan tak kondusif,” tuturnya pada 19 April lalu.

Dalam rapat koordinasi di lokasi, Mayjen Purwito mengapresiasi langkah cepat aparat setempat. Ia juga meminta Dandim dan Kapolres Langkat memperkuat sinergi demi mencegah peristiwa serupa.

“Harapan kami, tidak ada lagi gangguan dari kelompok yang mengaku ormas. Investasi dan produksi dalam negeri harus terlindungi,” tegasnya.

Letkol Inf Asrul Kurniawan Harahap, Kepala Penerangan Kodam I/Bukit Barisan, menambahkan bahwa tim intel dan Koramil Langkat terus memantau keamanan di Desa Pantai Gemi.

“Sejak hari pertama modus intimidasi muncul, kami bersama Polsek Stabat siaga hingga pabrik kembali beroperasi normal,” ujarnya.

Hingga kini, UD Aquaris telah berproduksi kembali dengan protokol keamanan diperketat.

Cici mengaku lega mendapatkan perlindungan hukum dan berharap masyarakat, ormas, dan aparat bisa saling menghormati sehingga usaha-usaha kecil menengah dapat tumbuh tanpa rasa takut.

Dengan langkah cepat pemerintah pusat, TNI, Polri, dan Pemkab Langkat, kasus ini diharapkan menjadi pelajaran penting agar praktik premanisme dan pungutan liar tidak menghambat perekonomian daerah.

Ke depan, kolaborasi antar-instansi diyakini akan menjaga kondusivitas dan memberikan kepastian hukum bagi pelaku usaha.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
I