Sumut

Pura-pura Diculik, Siswi SMP Ini Rencanakan Pelarian dari Medan ke Jakarta

Kurnia | 12 Mei 2025, 16:49 WIB
Pura-pura Diculik, Siswi SMP Ini Rencanakan Pelarian dari Medan ke Jakarta

AKURAT SUMUT - Kejadian mengejutkan mengguncang warga Kota Medan ketika seorang siswi SMP berinisial NH (15) diduga diculik oleh seorang nenek tua di Pasar Tradisional Simpang Limun pada Kamis, 8 Mei 2025.

Namun setelah penyelidikan lebih mendalam, polisi mengungkap bahwa video penculikan tersebut merupakan rekayasa NH sendiri sebagai bagian dari rencananya untuk kabur ke Jakarta.

Kronologi Kejadian

Kamis, 8 Mei 2025, pukul 10.45 WIB - NH, mengenakan seragam batik dan rok biru khas SMP, tiba di Pasar Tradisional Simpang Limun untuk mengembalikan buku pelajaran ke sekolah.

Tanpa sepengetahuan orang sekitar, ia merekam adegan pura-pura diculik oleh seorang nenek tua.

Video berdurasi singkat ini kemudian disebarkan melalui aplikasi pesan, menimbulkan kepanikan keluarga dan warga.

Sabtu, 10 Mei 2025, pagi - Siti Fatimah Nasution, ibu angkat NH, menerima video tersebut dan mengira NH benar-benar dalam bahaya.

Ia segera melaporkan “hilangnya” anak angkatnya ke Polsek Medan Kota. “Saat itu saya sangat panik. Tidak ada yang mengira ini hanya tipuan,” ujar Siti Fatimah.

Sabtu, 10 Mei 2025, sore, sekitar pukul 16.00 WIB - Setelah melakukan pelacakan melalui koordinasi dengan Unit Reskrim Polsek Medan Kota, Forkompimcam Kota Medan, dan Polsek Pulau Punjung Kabupaten Dharmasraya, Tim Tekab menemukan NH di sebuah warung dekat Polsek Pulau Punjung.

Dua personel Polsek Medan Kota dan ibu angkatnya menjemput NH, dalam perjalanan yang memakan waktu sekitar 24 jam.

Kapolsek Medan Kota, Kompol Selvi SIK, MH, menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan resmi pada Sabtu pagi.

“Personel kami bergerak cepat menelusuri jejak terakhir NH, termasuk memeriksa kamera pengintai (CCTV) di sekitar Pasar Simpang Limun dan berkoordinasi dengan aparat di Sumatera Barat,” terang Kompol Selvi.

Pemeriksaan rekaman CCTV membantu mengonfirmasi bahwa tidak ada nenek yang benar-benar menculik NH, semuanya adalah sandiwara yang telah dipersiapkan NH.

Pengakuan dan Motivasi NH

Di hadapan penyidik Polsek Medan Kota, NH mengakui bahwa video tersebut sengaja dibuat sendiri.

“Saya memang berniat kabur dari rumah dan ingin ke Jakarta,” katanya.

NH mengaku terpaksa merahasiakan alasan utamanya. “Saya mengalami masalah keluarga yang berat, tapi tidak bisa saya ceritakan,” tuturnya sambil menunduk.

Untuk membiayai pelariannya, NH menjual cincin pemberian ibu angkatnya. “Dari penjualan cincin itu ia mendapat modal untuk perjalanan,” jelas Kompol Selvintriansih.

Setelah kembali, NH langsung dibawa pulang oleh ibu angkatnya. Siti Fatimah menyatakan lega putrinya selamat, namun menyesalkan bahwa niat kaburnya bisa membahayakan diri. “Kami akan lebih terbuka satu sama lain agar masalah seperti ini tidak terulang,” ujarnya.

Kompol Selvintriansih menambahkan, “Kami mengimbau orang tua atau wali untuk selalu memantau kondisi emosional anak dan membuka komunikasi. Anak di bawah umur rentan melakukan hal ekstrem jika merasa tertekan.”

Tindakan NH, meski belum melibatkan pihak ketiga, menimbulkan beban proses penyelidikan pihak kepolisian dan forum koordinasi.

Menurut Undang-Undang Perlindungan Anak (UU No. 35/2014), anak yang terlibat dalam proses hukum harus mendapat pendampingan psikologis dan pendamping hukum khusus.

Polsek Medan Kota telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan hak-hak NH terpenuhi selama proses klarifikasi.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
I