Sumut

Haiqal Wartawan Media Online di Aceh Utara Diduga Menjadi Korban Kekerasan Oknum TNI

Chairul | 28 Agustus 2026, 21:42 WIB
Haiqal Wartawan Media Online di Aceh Utara Diduga Menjadi Korban Kekerasan Oknum TNI
Seorang wartawan media online yang juga anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Lhokseumawe, Haiqal, diduga menjadi korban kekerasan oleh oknum anggota TNI saat meliput pertandingan sepak bola - Akurat Sumut/Chairul

Aceh Utara - Seorang wartawan media online yang juga anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Lhokseumawe, Haiqal, diduga menjadi korban kekerasan oleh oknum anggota TNI saat meliput pertandingan sepak bola antarkampung di Lapangan Bola Kaki Bumi Gas, Blang Jruen, Kecamatan Tanah Luas, Kabupaten Aceh Utara, Kamis (27/8/2026) petang.

​Akibat insiden tersebut, korban harus dirujuk ke Rumah Sakit Umum Cut Meutia setelah sempat mendapatkan pertolongan darurat di Puskesmas Tanah Luas akibat cedera pada bagian rusuk dan sesak napas.

​Peristiwa bermula usai laga antara Gampong Ampeh melawan Gampong Trieng. Selebrasi pemain Gampong Trieng di hadapan pendukung lawan dinilai provokatif sehingga memicu kericuhan massa.

Haiqal, yang berada di lokasi untuk meliput, berupaya melerai massa agar situasi tidak memanas. Namun, di tengah keributan, korban diduga mendapat hantaman lutut dari oknum anggota TNI berinisial Sertu Hendra yang bertugas di Koramil 10/Tanah Luas.

​Keuchik Gampong Ampeh, Murhadi, membenarkan keberadaan Haiqal di lokasi dalam rangka menjalankan tugas peliputan sekaligus membantu meredam kericuhan. Atas kejadian ini, pihak keluarga korban menyatakan tidak terima dan menuntut keadilan.

​Secara terpisah, pihak Kodim 0103/Aceh Utara memberikan keterangan berbeda mengenai kronologi kejadian. Sertu Hendra bersama Serka Junaidi dan personel Bhabinkamtibmas mengamankan Haiqal yang dinilai berada dalam kondisi emosional dan berupaya mendekati pendukung lawan. Pihak TNI menyebut korban dirangkul dan dibaringkan di lapangan guna mencegah perkelahian meluas.

​Sertu Hendra membantah melakukan pemukulan atau tendangan secara sengaja. Ia menjelaskan bahwa dirinya kehilangan keseimbangan saat mengamankan korban, sehingga lututnya tidak sengaja mengenai tubuh Haiqal.

Pihak Kodim 0103/Aceh Utara menegaskan telah menerjunkan tim untuk mendalami kejadian guna memastikan kronologi sebenarnya berdasarkan keterangan dari seluruh pihak.

​Sementara itu, Danramil 10/Tanah Luas Kapten Inf Bahtera Luking Purba telah menjenguk Haiqal di rumah sakit untuk menyampaikan permintaan maaf atas insiden yang melibatkan anggotanya. Pihak Koramil menyatakan harapannya agar permasalahan ini dapat diselesaikan secara kekeluargaan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

C
Reporter
Chairul
H