Sumut

Pimpinan Kecamatan Tanah Luas Buka Suara Soal Kericuhan Sepak Bola Bumigas: Klaim Tindakan Pengamanan, Bukan Penganiayaan

Chairul | 28 Agustus 2026, 22:20 WIB
Pimpinan Kecamatan Tanah Luas Buka Suara Soal Kericuhan Sepak Bola Bumigas: Klaim Tindakan Pengamanan, Bukan Penganiayaan
Tim Muspika Tanah Luas, Aceh Utara, dipimpin Danramil 10/Tanah Luas, dalam pertemuan membahas insiden dugaan kekerasan oknum TNI yang dialami Haiqal - Dok: istimewa

Aceh Utara - Pimpinan Kecamatan Tanah Luas merilis kronologi resmi terkait kericuhan turnamen sepak bola antar gampong di Lapangan Bumigas Blang Jruen, Kabupaten Aceh Utara.

Klarifikasi ini dikeluarkan untuk merespons insiden dugaan pemukulan yang melibatkan Babinsa Koramil 10/Tnl, Sertu Hendra Saputra, terhadap Ketua Pemuda Desa Ampeh sekaligus anggota PWI Aceh Utara, Haiqal.

​Dandim 0103/Aut Letkol Inf. Faisal melalui Danramil 10/Tnl Kapten Inf Bahtera Luking Purba, mengonfirmasi bahwa tim gabungan di tingkat kecamatan telah menggelar pertemuan dan menerjunkan tim ke lapangan untuk mengumpulkan fakta objektif agar tidak menimbulkan spekulasi publik.

​Berdasarkan laporan resmi pimpinan kecamatan yang dikutip PWI Aceh, peristiwa yang terjadi pada Rabu (27/8/2026) sore tersebut bermula dari tingginya tensi pertandingan antara kesebelasan Desa Ampeh dan Desa Trieng. Keributan antar pemain di lapangan merembet ke area penonton hingga memicu aksi saling dorong antarpendukung.

​Dalam situasi memanas tersebut, Sertu Hendra Saputra bersama Serka Junaidi dan Bhabinkamtibmas berupaya mengamankan Haiqal yang dinilai emosional dan mencoba menyerang pendukung lawan. Petugas melakukan tindakan pengamanan dengan cara merangkul dan membaringkan Haiqal di rumput guna mencegah tindakan anarkis.

​Namun, saat proses pengamanan berlangsung, Haiqal disebut melakukan perlawanan. Hal itu menyebabkan Sertu Hendra kehilangan keseimbangan dan terjatuh, sehingga lututnya tak sengaja mengenai bagian tubuh Haiqal.

Pihak Koramil menegaskan benturan tersebut murni dinamika di lapangan dan bukan tindakan penganiayaan atau penendangan yang disengaja.

​Pasca kejadian, Haiqal langsung dibawa ke Mapolsek Tanah Luas untuk mengamankan diri serta mencegah eskalasi konflik antardesa. Pihak Babinsa menyatakan telah menemui Haiqal secara langsung guna menyelesaikan kesalahpahaman ini secara kekeluargaan dan menjaga kondusivitas hubungan antara TNI dan masyarakat setempat.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

C
Reporter
Chairul
H