Sinabung Meletus! Status Naik Jadi Siaga Level III, Kolom Abu Hitam Pekat Membumbung 3.500 Meter

Karo - Aktivitas vulkanik Gunungapi Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, mendadak bergejolak hebat dan mengalami peningkatan signifikan. Setelah melontarkan erupsi dahsyat pada Senin (31/8/2026) pagi pukul 10.17 WIB.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) secara resmi menaikkan status Gunung Sinabung dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) terhitung mulai pukul 12.30 WIB.
Letusan hebat ini menghasilkan kolom abu vulkanik pekat berwarna hitam setinggi kurang lebih 3.500 meter di atas puncak, atau sekitar 5.960 meter di atas permukaan laut. Kolom abu tebal tersebut terpantau membumbung tinggi dan tertiup condong ke arah timur serta tenggara.
Petugas PVMBG Pos Pengamatan Gunungapi Sinabung, Armen Putra, mengonfirmasi bahwa erupsi ini terekam sangat kuat pada seismogram dengan amplitudo maksimum mencapai 120 mm.
"Durasi erupsi terekam berlangsung sekitar 1 jam 1 menit 48 detik. Tinggi kolom abu teramati ± 3.500 meter di atas puncak dengan warna hitam pekat dan intensitas tebal," ujar Armen Putra saat memberikan keterangan resminya.
Peningkatan status ini bukan tanpa alasan. Berdasarkan data Badan Geologi, gempa vulkanik telah mengintai Sinabung sepanjang bulan ini.
Pada periode 1–30 Agustus 2026, tercatat 141 kali gempa Vulkanik Dalam dan 93 kali gempa Tektonik Jauh. Bahkan, beberapa jam tepat sebelum letusan hebat terjadi pada Senin pagi, terekam rentetan gempa dahsyat sebanyak 85 kali gempa Vulkanik, 1 kali gempa Hembusan, dan 1 kali Tremor Harmonik.
Zona Merah Diterapkan: Warga Dilarang Dekat!
Menanggapi lonjakan aktivitas mematikan ini, Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Tanggap Darurat Sinabung sekaligus Dandim 0205/Tanah Karo, Letkol Inf Robert Panjaitan, menegaskan agar masyarakat dan wisatawan mematuhi barikade serta melarang keras siapapun memasuki zona berbahaya (zona merah).
"Kami mengimbau keras kepada masyarakat di sekitar lereng Sinabung, para wisatawan, maupun siapapun agar DILARANG KERAS memasuki kawasan zona merah. Potensi erupsi susulan dan guguran awan panas yang sangat panas masih sangat tinggi" tegas Letkol Inf Robert Panjaitan saat turun langsung memantau kondisi di Kecamatan Simpang Empat dan Kecamatan Namanteran.
PVMBG megeluarkan beberapa rekomendasi bahaya yang wajib dipatuhi.
Dilarang Beraktivitas: Masyarakat dan wisatawan dilarang beraktivitas di desa-desa yang telah direlokasi, serta area di dalam radius 3 km dari puncak. Khusus sektor selatan–tenggara, jarak aman diperluas hingga radius 4,5 km sampai 6 km.
Ancaman Lahar Cold/Banjir Lahar: Warga yang bermukim di dekat aliran sungai yang berhulu di Gunung Sinabung diminta ekstra waspada terhadap bahaya ancaman lahar dingin, terutama saat hujan deras mengguyur puncak gunung.
Koordinasi Pemda: Pemerintah Kabupaten Karo diminta untuk terus berkoordinasi intensif dengan PVMBG dan Pos Pengamatan Gunungapi Sinabung.
Aparat Bagikan Masker Dan Sterilisasi Jalur
Guna mengantisipasi dampak abu vulkanik yang menyelimuti pemukiman, personel gabungan dari Koramil 04/Simpang Empat, Polsek setempat, dan BPBD Kabupaten Karo langsung bergerak cepat membagikan masker secara gratis kepada warga terdampak di lapangan.
Sementara itu, Kapolres Karo mengimbau agar masyarakat tidak panik namun tetap meningkatkan kewaspadaan penuh serta tidak termakan isu liar yang belum jelas kebenarannya.
"Masyarakat kita minta tetap tenang, tidak panik, dan jangan mudah percaya informasi hoaks. Pastikan update informasi hanya berasal dari unsur pemerintah dan lembaga resmi yang dapat dipertanggungjawabkan," pungkas Kapolres Karo.
Saat ini seluruh akses menuju zona merah Gunung Sinabung telah dipasang portal penutup, spanduk peringatan tegas, serta dijaga ketat oleh tim gabungan Satgas Gunung Sinabung.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Aceh Dikepung Kabut Asap: BMKG Ungkap Pemicu dan Ancaman Transboundary Haze
- 2Bus Tahanan Polres Labuhanbatu Masuk Jurang Usai Tabrak Fuso di Jalinsum Labura, Tahanan Luka-Luka
- 3Sengketa Lahan Aceh Utara: Masyarakat dan Serikat Tani Desak PTPN Cot Girek Kembalikan 400 Hektar Tanah Sertifikat
- 4Kabut Asap Karhutla di Aceh Kian Pekat, BMKG Peringatkan Dampak Risiko Kesehatan Warga
- 5Polisi Terlibat Kejar-Kejaran Gerebek Narkoba di Tanjung Morawa, Tujuh Pelaku Ditangkap
- 6Dampak Kabut Asap Karhutla, Dinas Pendidikan Labuhanbatu Terapkan PJJ Bagi Siswa PAUD hingga SMP
- 7Tabrakan Beruntun Maut di Sergai, Sopir Angkutan Tewas dan 9 Orang Luka-Luka
- 8Gawat bah! Kado HUT ke-81 Pemkab Labuhanbatu Dicoreng "Rapor Merah", Aliansi Mahasiswa Ngamuk Geruduk Kantor Bupati
- 9354 Siswa di Berastagi Keracunan Menu MBG: 110 Dirawat Inap, BGN Resmi Suspend Dapur SPPG Sempajaya
- 10Diduga Jual Beli Jabatan, Wali Kota Medan Rico Waas Bebastugaskan Camat Medan Timur






