Gempa M6,4 Guncang Simalungun Sumatra Utara, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

SIMALUNGUN - Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 6,4 menggetarkan wilayah Simalungun, Sumatra Utara, pada Sabtu (15/8/2026) pukul 17.54 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa menengah tersebut tidak berpotensi memicu tsunami.
Hasil analisis BMKG menunjukkan episenter gempa terletak pada koordinat 2,91° LU dan 98,93° BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 11 km arah tenggara Simalungun dengan kedalaman hiposenter 168 kilometer.
"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat aktivitas subduksi lempeng," ujar Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Dr. Wijayanto, S.T., M.Sc., dalam keterangan resminya, Sabtu (15/8/2026). Ia menambahkan, analisis mekanisme sumber menunjukkan pergerakan sesar geser turun (oblique normal fault).
Guncangan gempa terdeteksi merata di sejumlah wilayah Sumatra Utara dengan tingkat intensitas bervariasi
Skala V MMI (Getaran dirasakan hampir semua penduduk, orang banyak terbangun), Kota Tebingtinggi, Kota Kabanjahe, dan Kota Limapuluh.
Skala IV MMI (Dirasakan oleh orang banyak dalam rumah pada siang hari), Raya, Panombeian Pane, Panei (Kabupaten Simalungun), Kota Pematangsiantar, dan Kota Pangururan.
Hingga pukul 18.16 WIB, pemantauan BMKG belum mencatat adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock). BMKG memastikan akan terus memantau perkembangan situasi dan memutakhirkan informasi secara berkala.
Masyarakat diimbau agar tetap tenang, tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, serta memeriksa kondisi bangunan sebelum kembali ke dalam rumah. Informasi resmi terkini dapat diakses melalui portal dan akun media sosial resmi BMKG.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Aceh Dikepung Kabut Asap: BMKG Ungkap Pemicu dan Ancaman Transboundary Haze
- 2Bus Tahanan Polres Labuhanbatu Masuk Jurang Usai Tabrak Fuso di Jalinsum Labura, Tahanan Luka-Luka
- 3Sengketa Lahan Aceh Utara: Masyarakat dan Serikat Tani Desak PTPN Cot Girek Kembalikan 400 Hektar Tanah Sertifikat
- 4Kabut Asap Karhutla di Aceh Kian Pekat, BMKG Peringatkan Dampak Risiko Kesehatan Warga
- 5Polisi Terlibat Kejar-Kejaran Gerebek Narkoba di Tanjung Morawa, Tujuh Pelaku Ditangkap
- 6Dampak Kabut Asap Karhutla, Dinas Pendidikan Labuhanbatu Terapkan PJJ Bagi Siswa PAUD hingga SMP
- 7Tabrakan Beruntun Maut di Sergai, Sopir Angkutan Tewas dan 9 Orang Luka-Luka
- 8Polres Asahan Tangkap Ayah Tiri Kasus Persetubuhan Anak di Air Joman
- 9354 Siswa di Berastagi Keracunan Menu MBG: 110 Dirawat Inap, BGN Resmi Suspend Dapur SPPG Sempajaya
- 10Diduga Jual Beli Jabatan, Wali Kota Medan Rico Waas Bebastugaskan Camat Medan Timur





