Sumut

BBMKG Wilayah I Deteksi 33 Titik Panas di Sumut, Warga Imbau Waspadai Potensi Cuaca Ekstrem

Deddy Siregar | 3 September 2026, 16:27 WIB
BBMKG Wilayah I Deteksi 33 Titik Panas di Sumut, Warga Imbau Waspadai Potensi Cuaca Ekstrem
​ILUSTRASI: BBMKG Wilayah I Medan mendeteksi 33 titik panas di Sumatera Utara. Simak prakiraan cuaca terbaru dan potensi hujan lebat di wilayah Sumut sepekan ke depan - Akurat/AI

​Medan - Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan mendeteksi sebanyak 33 titik panas (hotspot) yang tersebar di sejumlah kabupaten di Sumatera Utara (Sumut).

Temuan ini berdasarkan hasil pemantauan citra satelit pada Rabu, 2 September 2026, mulai pukul 00.00 hingga 17.00 WIB.

​Prakirawan BBMKG Wilayah I Medan, Budi Hutasoit, menyampaikan bahwa puluhan titik panas tersebut terdistribusi di 10 wilayah kabupaten.

​"Titik panas tersebar di Kabupaten Dairi, Karo, Labuhanbatu Utara, Langkat, Nias Utara, Padang Lawas Utara, Pakpak Bharat, Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, dan Toba," ujar Budi dalam keterangannya di Medan, Rabu sore.

​Potensi Hujan Lebat dan Angin Kencang

​Meski titik panas terpantau di sejumlah kawasan, BBMKG memperkirakan kondisi cuaca secara umum di Sumatera Utara selama sepekan ke depan masih didominasi berawan dengan potensi hujan berintensitas ringan hingga lebat.

Hujan tersebut berpeluang disertai kilat/petir dan angin kencang, terutama pada sore hingga malam hari.

​Budi menjelaskan, kondisi cuaca ekstrem ini dipicu oleh dinamika atmosfer yang terintegrasi, termasuk aktifnya gelombang atmosfer, fenomena belokan angin, serta konvergensi di wilayah Sumut.

​"Faktor-faktor tersebut mendukung signifikan pertumbuhan awan-awan konvektif penghasil hujan. Selain itu, suhu muka laut di perairan Selat Malaka dan perairan barat Sumatera tercatat cukup hangat, sehingga menambah pasokan uap air yang memicu pembentukan awan hujan di wilayah Sumut," tambahnya.

​Pihak BBMKG mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor di wilayah perbukitan, serta tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan yang dapat memperluas sebaran titik panas.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.