Sumut

Gunung Sinabung Masih Siaga, Polri Terus Kawal Pengamanan dan Layanan 374 Pengungsi

Jhon | 3 September 2026, 20:40 WIB
Gunung Sinabung Masih Siaga, Polri Terus Kawal Pengamanan dan Layanan 374 Pengungsi
Polri perkuat pengamanan dan pelayanan bagi 374 pengungsi Gunung Sinabung di Jambur Desa Suka Tepu, Karo. Status masih Level III (Siaga), 202 personel disiagakan. - Dok: istimewa

Karo - Aktivitas Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, masih bertahan pada Level III (Siaga) hingga Kamis (3/9/2026) pukul 08.00 WIB. Menanggapi kondisi tersebut, Polri bersama instansi terkait terus memperkuat pengamanan dan memastikan pemenuhan kebutuhan dasar bagi 374 warga yang saat ini bertahan di lokasi pengungsian.

Berdasarkan pemantauan Polda Sumatera Utara, asap kawah Gunung Sinabung terpantau berwarna putih hingga kelabu dengan ketinggian 50–300 meter di atas puncak. Meski intensitas asap kawah mengalami penurunan, kewaspadaan di lapangan tidak dikendurkan.

Karo Penmas Divhumas Polri, Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, menegaskan bahwa penurunan intensitas asap tidak serta-merta mengurangi kesiapsiagaan personel gabungan dalam melindungi masyarakat.

“Meskipun intensitas asap kawah menurun, status Gunung Sinabung masih Level III atau Siaga. Karena itu, Polri bersama Pemkab Karo dan TNI tetap memperkuat kesiapsiagaan. Masyarakat kami minta tetap tenang, tetapi waspada, mengikuti setiap arahan petugas, dan tidak memasuki zona yang dinyatakan berbahaya,” ujar Trunoyudo, Kamis (3/9/2026).

Hingga Kamis pagi, sebanyak 374 warga Desa Kuta Tengah masih menempati lokasi pengungsian di Jambur Desa Suka Tepu.

Untuk memastikan kenyamanan dan kesehatan warga, bantuan dari Kapolda Sumut berupa selimut, makanan ringan, minuman, serta kebutuhan anak-anak telah disalurkan ke lokasi. Selain bantuan fisik, Satbinmas Polres Karo juga menggelar program trauma healing guna memulihkan kondisi psikologis anak-anak terdampak.

“Pelayanan kepada masyarakat tidak hanya menyangkut kebutuhan fisik, tetapi juga kondisi psikologis. Anak-anak menjadi perhatian kami agar tetap merasa aman dan mendapatkan pendampingan selama berada di pengungsian,” kata Trunoyudo.

Untuk mengantisipasi dinamika erupsi, sebanyak 202 personel gabungan dari Ditsamapta, Brimobda Polda Sumut, dan Polres Karo disiagakan di sejumlah titik pantau serta posko pengungsian. Personel bertugas melakukan pemantauan, pengamanan wilayah, hingga persiapan evakuasi jika terjadi peningkatan aktivitas vulkanik.

Selain pengamanan posko, personel Brimob Polda Sumut dikerahkan menyiram ruas jalan yang terpapar abu vulkanik menggunakan kendaraan Armoured Water Cannon (AWC). Langkah ini dilakukan untuk menjaga jarak pandang pengemudi serta meminimalkan dampak gangguan pernapasan bagi warga sekitar.

Dukungan operasional lain seperti layanan kesehatan, dapur lapangan, dan ketersediaan logistik juga terus dipastikan siap pakai.

Imbauan Keselamatan Masyarakat

Hingga berita ini diturunkan, tidak ada laporan korban jiwa akibat aktivitas Gunung Sinabung. Kendati demikian, Polri mengimbau masyarakat untuk tetap menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan dan mematuhi imbauan petugas di lapangan.

“Kami meminta masyarakat tetap tenang, jangan panik, tetapi jangan lengah. Ikuti arahan personel Polri dan tim gabungan di lapangan. Apabila ada perintah evakuasi, segera ikuti dan jangan menunda,” tegas Trunoyudo.

Polri bersama Pemkab Karo, TNI, PVMBG, dan BPBD memastikan koordinasi berkala akan terus dilakukan untuk merespons setiap perubahan status Gunung Sinabung secara cepat dan terukur.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

J
Reporter
Jhon
H