Sumut

GEMALAKI Serbu Mapolda Sumut Besok! Desak Bongkar Dugaan Jaringan Narkoba Raksasa di Labuhanbatu

Deddy Siregar | 9 September 2026, 17:38 WIB
GEMALAKI Serbu Mapolda Sumut Besok! Desak Bongkar Dugaan Jaringan Narkoba Raksasa di Labuhanbatu
Koordinator Aksi GEMALAKI, Maulana Hrp, saat memberikan keterangan pers terkait rencana aksi unjuk rasa di Mapolda Sumut guna mendesak pengusutan tuntas dugaan jaringan narkoba di Kabupaten Labuhanbatu, Rabu (9/9/2026). (Foto: Dok. GEMALAKI)

Medan - Gelombang perlawanan terhadap peredaran gelap narkotika di Sumatera Utara kembali memuncak. Massa dari Gerakan Mahasiswa Melawan Oligarki (GEMALAKI) dipastikan bakal menggeruduk dan memadati Markas Polda Sumatera Utara (Mapoldasu) di Jalan Sisingamangaraja, KM 10,5, Medan, pada Kamis (10/9/2026) besok.

Aksi berskala besar ini digelar sebagai bentuk desakan keras kepada aparat penegak hukum (APH) agar segera memburu dan membongkar dugaan jaringan raksasa peredaran narkoba yang kian meresahkan warga di Kabupaten Labuhanbatu.

Langkah tegas mahasiswa ini dipicu oleh membanjirnya laporan serta aspirasi masyarakat yang kian mencekam. Berdasarkan penelusuran dan aduan masyarakat, aktivitas barang haram tersebut diduga telah menjalar deras di sejumlah wilayah strategis Labuhanbatu.

Merespons jeritan warga dan maraknya pemberitaan media massa, GEMALAKI menegaskan tidak akan tinggal diam. Mereka menuntut pimpinan Polda Sumut turun tangan secara profesional, transparan, dan tanpa pandang bulu untuk menyapu bersih sarang-sarang narkoba tersebut.

Koordinator Aksi GEMALAKI, Maulana Harahap, menegaskan bahwa peredaran narkoba di Labuhanbatu sudah sampai pada taraf yang sangat membahayakan keselamatan publik dan masa depan generasi muda.

"Ini tidak bisa dibiarkan begitu saja! Sangat berbahaya, taruhannya adalah masa depan dan keamanan warga Labuhanbatu. Kita semua tahu dampak destruktif dari narkotika ini jelas-jelas hanya akan menciptakan beban dan sampah masyarakat," tegas Maulana dalam keterangan resminya, Rabu (9/9/2026).

Tak main-main, Maulana mengandaskan bahwa berbagai data dan informasi yang dikantongi GEMALAKI saling berkaitan dan mengindikasikan adanya struktur jaringan yang rapi. Bahkan, penelusuran tersebut mengerucut pada sosok 'pemain besar' yang ditenggarai pernah tersandung kasus narkoba berskala besar di masa lalu.

"Kami meminta aparat penegak hukum tidak mengabaikan suara jeritan masyarakat. Jika memang benar ada dugaan jaringan narkotika yang terstruktur, proses hukum harus berjalan atas dasar bukti yang kuat dan seret siapapun pelakunya" tambahnya.

Atas dasar itu, GEMALAKI juga mendesak pimpinan Polda Sumut melakukan evaluasi total terhadap penanganan perkara narkoba di wilayah hukum Polres Labuhanbatu. Evaluasi menyeluruh dinilai krusial terhadap seluruh jajaran personel yang memegang kewenangan dalam pemberantasan barang haram tersebut.

Dalam aksi unjuk rasa besok, GEMALAKI siap menyuarakan sejumlah tuntutan krusial, antara lain, meminta Kapolda Sumut membongkar dugaan jaringan peredaran narkoba hingga ke akar-akarnya di Labuhanbatu, Menindak tanpa kompromi seluruh pihak maupun oknum yang terbukti terlibat atau membekingi.

Lalu, melakukan evaluasi penanganan kasus dan kinerja jajaran Satresnarkoba di wilayah hukum Polres Labuhanbatu dan memberikan jaminan integritas bahwa setiap laporan dan informasi masyarakat akan ditindaklanjuti secara terbuka dan serius.

"Bagi GEMALAKI, perang terhadap narkoba adalah harga mati yang menyangkut keselamatan nyawa masyarakat serta penyelamatan generasi penerus bangsa dari kehancuran" tandasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.