GEMALAKI Serbu Mapolda Sumut Besok! Desak Bongkar Dugaan Jaringan Narkoba Raksasa di Labuhanbatu

Medan - Gelombang perlawanan terhadap peredaran gelap narkotika di Sumatera Utara kembali memuncak. Massa dari Gerakan Mahasiswa Melawan Oligarki (GEMALAKI) dipastikan bakal menggeruduk dan memadati Markas Polda Sumatera Utara (Mapoldasu) di Jalan Sisingamangaraja, KM 10,5, Medan, pada Kamis (10/9/2026) besok.
Aksi berskala besar ini digelar sebagai bentuk desakan keras kepada aparat penegak hukum (APH) agar segera memburu dan membongkar dugaan jaringan raksasa peredaran narkoba yang kian meresahkan warga di Kabupaten Labuhanbatu.
Langkah tegas mahasiswa ini dipicu oleh membanjirnya laporan serta aspirasi masyarakat yang kian mencekam. Berdasarkan penelusuran dan aduan masyarakat, aktivitas barang haram tersebut diduga telah menjalar deras di sejumlah wilayah strategis Labuhanbatu.
Merespons jeritan warga dan maraknya pemberitaan media massa, GEMALAKI menegaskan tidak akan tinggal diam. Mereka menuntut pimpinan Polda Sumut turun tangan secara profesional, transparan, dan tanpa pandang bulu untuk menyapu bersih sarang-sarang narkoba tersebut.
Koordinator Aksi GEMALAKI, Maulana Harahap, menegaskan bahwa peredaran narkoba di Labuhanbatu sudah sampai pada taraf yang sangat membahayakan keselamatan publik dan masa depan generasi muda.
"Ini tidak bisa dibiarkan begitu saja! Sangat berbahaya, taruhannya adalah masa depan dan keamanan warga Labuhanbatu. Kita semua tahu dampak destruktif dari narkotika ini jelas-jelas hanya akan menciptakan beban dan sampah masyarakat," tegas Maulana dalam keterangan resminya, Rabu (9/9/2026).
Tak main-main, Maulana mengandaskan bahwa berbagai data dan informasi yang dikantongi GEMALAKI saling berkaitan dan mengindikasikan adanya struktur jaringan yang rapi. Bahkan, penelusuran tersebut mengerucut pada sosok 'pemain besar' yang ditenggarai pernah tersandung kasus narkoba berskala besar di masa lalu.
"Kami meminta aparat penegak hukum tidak mengabaikan suara jeritan masyarakat. Jika memang benar ada dugaan jaringan narkotika yang terstruktur, proses hukum harus berjalan atas dasar bukti yang kuat dan seret siapapun pelakunya" tambahnya.
Atas dasar itu, GEMALAKI juga mendesak pimpinan Polda Sumut melakukan evaluasi total terhadap penanganan perkara narkoba di wilayah hukum Polres Labuhanbatu. Evaluasi menyeluruh dinilai krusial terhadap seluruh jajaran personel yang memegang kewenangan dalam pemberantasan barang haram tersebut.
Dalam aksi unjuk rasa besok, GEMALAKI siap menyuarakan sejumlah tuntutan krusial, antara lain, meminta Kapolda Sumut membongkar dugaan jaringan peredaran narkoba hingga ke akar-akarnya di Labuhanbatu, Menindak tanpa kompromi seluruh pihak maupun oknum yang terbukti terlibat atau membekingi.
Lalu, melakukan evaluasi penanganan kasus dan kinerja jajaran Satresnarkoba di wilayah hukum Polres Labuhanbatu dan memberikan jaminan integritas bahwa setiap laporan dan informasi masyarakat akan ditindaklanjuti secara terbuka dan serius.
"Bagi GEMALAKI, perang terhadap narkoba adalah harga mati yang menyangkut keselamatan nyawa masyarakat serta penyelamatan generasi penerus bangsa dari kehancuran" tandasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Aceh Dikepung Kabut Asap: BMKG Ungkap Pemicu dan Ancaman Transboundary Haze
- 2Bus Tahanan Polres Labuhanbatu Masuk Jurang Usai Tabrak Fuso di Jalinsum Labura, Tahanan Luka-Luka
- 3Sengketa Lahan Aceh Utara: Masyarakat dan Serikat Tani Desak PTPN Cot Girek Kembalikan 400 Hektar Tanah Sertifikat
- 4Kabut Asap Karhutla di Aceh Kian Pekat, BMKG Peringatkan Dampak Risiko Kesehatan Warga
- 5Polisi Terlibat Kejar-Kejaran Gerebek Narkoba di Tanjung Morawa, Tujuh Pelaku Ditangkap
- 6Dampak Kabut Asap Karhutla, Dinas Pendidikan Labuhanbatu Terapkan PJJ Bagi Siswa PAUD hingga SMP
- 7Tabrakan Beruntun Maut di Sergai, Sopir Angkutan Tewas dan 9 Orang Luka-Luka
- 8Polres Asahan Tangkap Ayah Tiri Kasus Persetubuhan Anak di Air Joman
- 9354 Siswa di Berastagi Keracunan Menu MBG: 110 Dirawat Inap, BGN Resmi Suspend Dapur SPPG Sempajaya
- 10Diduga Jual Beli Jabatan, Wali Kota Medan Rico Waas Bebastugaskan Camat Medan Timur






