Sumut

PERMADA Kepung PLN Tanjung Pura! Desak Manager Mundur Akibat Listrik Sering Padam

Habibi Caniago | 11 September 2026, 19:51 WIB
PERMADA Kepung PLN Tanjung Pura! Desak Manager Mundur Akibat Listrik Sering Padam
Puluhan massa PERMADA mengepung Kantor PLN ULP Tanjung Pura akibat pemadaman listrik berulang. Desak Manager mundur hingga ancam aksi lebih besar. - Akurat Sumut/Ariswan

Langkat - Gelombang protes warga atas buruknya layanan kelistrikan meledak di Kabupaten Langkat. Puluhan massa yang tergabung dalam Presidium Rakyat Membangun Peradaban (PERMADA) mengepung Kantor PLN ULP Tanjung Pura pada Jumat (11/9/2026).

Warga meluapkan kemarahan atas aksi pemadaman listrik berulang yang dinilai telah menginstrupsi kehidupan dan perekonomian masyarakat secara brutal.

Aksi unjuk rasa skala besar ini dipicu oleh penderitaan bertubi-tubi warga Desa Pematang Cengal, Kecamatan Tanjung Pura, dan Desa Muka Paya, Kecamatan Hinai. Kebutuhan dasar masyarakat akan energi dinilai telah diabaikan begitu saja oleh pihak manajemen.

Koordinator PERMADA, Ariswan, dengan lantang menegaskan bahwa pemadaman listrik berdurasi panjang yang terjadi berkali-kali bukan lagi sekadar gangguan teknis biasa, melainkan bentuk kelalaian sistematis yang merugikan pelanggan.

"Masyarakat adalah pelanggan yang punya hak atas pelayanan layak! Selama ini warga hanya jadi korban yang dipaksa menerima dampak, sementara informasi penyebab hingga riwayat pemadaman ditutupi," tegas Ariswan di tengah riuhnya aksi.

PERMADA membeberkan bukti bobroknya pelayanan PLN. Di Desa Pematang Cengal misalnya, pada Rabu (26/8/2026), listrik mati total sebanyak tiga kali dalam sehari dari menjelang subuh, sore, hingga malam. Kondisi lebih parah menghantam wilayah tersebut pada Senin (7/8/2026), di mana aliran listrik lumpuh total selama 13 jam, mulai dari tengah malam hingga pukul 13.00 WIB.

Lumpuhnya arus listrik ini terbukti melumpuhkan aktivitas ekonomi warga, mematikan peralatan elektronik, menghambat pendidikan anak-anak, hingga merusak pasokan bahan makanan rumah tangga.

Rekomendasi Tegas: Panggil DPRD hingga Audit Hukum

Dalam tuntutan resminya, PERMADA tidak main-main. Mereka melayangkan beberapa poin desakan kritis.

Diantara desakannya, pertama, PLN ULP Tanjung Pura wajib membuka data riwayat gangguan serta mengevaluasi total jaringan di wilayah terdampak.

Kedua, Menuntut kepastian penerapan Tingkat Mutu Pelayanan (TMP) dan pemberian ganti rugi/kompensasi atas kerugian masyarakat.

Ketiga, Mendesak DPRD Langkat menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan memanggil Manager PLN ULP Tanjung Pura serta Manager PLN UP3 Binjai.

Keempat, massa meminta APH turun tangan menyelidiki dugaan kelalaian dan pelanggaran regulasi ketenagalistrikan serta pelayanan publik.

Tak berhenti di situ, Ariswan melontarkan gertakan keras menuntut pucuk pimpinan PLN Tanjung Pura mempertanggungjawabkan kinerjanya.

"Jika tidak sanggup melakukan pembenahan total atas pemadaman berulang ini, Manager PLN ULP Tanjung Pura harus tahu diri dan segera mengundurkan diri dari jabatannya" seru Ariswan disambut sorak-sorai massa.

Jawaban PLN dan Penolakan Alasan Klasik

Massa aksi akhirnya diterima langsung oleh Manager PLN ULP Tanjung Pura, Edwin P.S., untuk berdialog. Dalam ruang pertemuan, Edwin mengakui adanya gangguan teknis di wilayah kerjanya dan menjadikannya bahan evaluasi.

Namun, Edwin berdalih bahwa PLN tidak bisa menjanjikan listrik bebas padam 100%. Ia mengklaim hanya bisa menekan frekuensi pemadaman dan mengumumkan rencana pemeliharaan jaringan selama tiga bulan ke depan yang akan berdampak pada pemadaman rutin sepekan sekali.

Pernyataan PLN tersebut langsung disemprot balik oleh PERMADA. Ariswan menilai PLN sangat arogan dan bertindak sewenang-wenang.

"Jangan cuma mau menuntut kewajiban masyarakat! Kalau warga telat bayar, petugas P2TL langsung main putus! Tapi begitu masyarakat rugi akibat listrik padam berulang, mana tanggung jawab konkret PLN?" cecar Ariswan mendesak pertanggungjawaban seimbang.

Ancam Gelar Aksi Lebih Besar

Usai menyerahkan berkas tuntutan secara simbolis, massa PERMADA secara tertib membubarkan diri. Namun, mereka menegaskan perjuangan belum selesai dan bola kini berada di tangan PLN.

Di luar gedung, didampingi Sekretaris PERMADA Andrean, Ariswan menyampaikan temuan mengejutkan lainnya terkait sikap arogan oknum petugas PLN yang diduga memblokir nomor WhatsApp warga saat hendak mengadukan gangguan.

Manager PLN UID Sumatera Utara untuk segera memecat atau mengevaluasi Manager PLN ULP Tanjung Pura beserta jajarannya. Jika pemadaman liar terus berulang pasca-aksi ini, PERMADA memastikan akan mengepung kembali kantor PLN dengan kekuatan massa yang jauh lebih besar.

"Masyarakat kini menanti bukti nyata, bukan sekadar obral janji manis di ruang dialog. Kesabaran warga telah habis ketika listrik padam, kehidupan rakyat yang dikorbankan" tandasnya tegas.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.