Sumut

Buntut Tragedi Keracunan Massal MBG di Karo, Kepala BGN Bawa Ancaman Pemecatan ASN Hingga Suspend Dapur SPPG

Habibi Caniago | 16 Agustus 2026, 18:42 WIB
Buntut Tragedi Keracunan Massal MBG di Karo, Kepala BGN Bawa Ancaman Pemecatan ASN Hingga Suspend Dapur SPPG
Kepala BGN Sudaryono didampingi, Ketua Umum Pusat Tani Merdeka Indonesia, Don Musakir, Bupati Karo, Kepala SMAN 1 Berastagi, Dandim 0205/TK, Kapolres Karo, Kajari Karo, ketika menjenguk di RS Efarina Etaham Berastagi, Minggu (16-8-2026). - Akurat Sumut/Jhon

​TANAH KARO - Tragedi heboh keracunan massal program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa ratusan siswa SMAN 1 Berastagi dan Yayasan Sekolah Bersama (SMP, SMA, SMK) di Kabupaten Karo berbuntut panjang.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, mengambil langkah sangat tegas terhadap pihak penyedia dan pengelola katering.

​Saat menjenguk korban di Rumah Sakit Efarina Etaham pada Minggu (16/8/2026), Sudaryono menyatakan bahwa Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karo Sempajaya Berastagi resmi dikenakan status suspend berat.

Tak hanya pembekuan operasional dapur, Kepala SPPG Karo Sempajaya, Eky Faisal Zendrato, terancam dicopot sekaligus diusulkan untuk Pemberhentikan Tidak Dengan Hormat (PTDH) dari statusnya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).

​"Sanksinya yang pertama dapurnya di suspend berat. Kemudian Kepala SPPG-nya yang sanksi, yang bisa saya berikan bukan hanya dicopot, tapi saya ajukan pemecatan dengan tidak hormat, melalui badan kepegawaian negara status ASN-nya," Tegas mas Dar panggilan sehari harinya kepada sejumlah wartawan.

​Langkah drastis ini diambil sebagai sinyal peringatan keras bagi seluruh pengelola program MBG di Indonesia agar tidak main-main dengan standar keselamatan pangan anak sekolah.

​"Jadi, mohon maaf ya, ini juga peringatan bagi yang lain, harus ekstra hati-hati dan kerja dengan sebaik-baiknya. Kalau enggak bisa, kau mundur. Kalau merasa enggak mampu mundur. Jangan nyawa orang jadi permainan ya," Sudaryono.

​Hingga kini, tim gabungan masih terus melakukan investigasi mendalam untuk membongkar penyebab pasti peristiwa keracunan massal yang melumpuhkan ratusan pelajar sejak Kamis (13/8/2026) lalu. (Jhon)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.