Vedio Viral! Pasien Kecelakaan Bawa Bayi Diduga Ditelantarkan RSUD Rantauprapat, Baru Dilayani Usai Meringis dan Ngamuk

Rantauprapat - Gelombang amarah publik meledak di media sosial menyusul beredarnya video viral mengenai dugaan penelantaran pasien kecelakaan lalu lintas di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rantauprapat, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara, Kamis (3/9/2026).
pasien gawat darurat yang melibat seorang korban bembawa balita tersebut mendadak gempar setelah pihak keamanan rumah sakit terkesan acuh dan menolak memberikan penanganan awal.
Insiden memilukan ini mencuat ke permukaan usai akun Facebook Mely Gabe mengunggah kesaksian dramatisnya saat mendampingi korban rujukan klinik desa tersebut. Bukannya disambut tindakan medis cepat di Instalasi Gawat Darurat (IGD), pihak keluarga justru dihantam pernyataan dingin dari petugas keamanan tanpa pemeriksaan fisik sedikit pun.
"Kondisi pasien kecelakaan punya baby balita, istri sudah sangat kalut. Tiba di RS Rantauprapat aku bilang sama satpam ada pasien. Tanpa melihat pasien, dia bilang ruangan penuh, bed tidak ada lagi, dan kursi roda tidak ada," tulis dalam unggahan Facebook Mely Gabe dilihat, Minggu (6/9).
Suasana kian memanas saat tindakan protes keras serta aksi perekaman video oleh akun Mely Gabe sempat dihalangi oleh petugas security. Ironisnya, penanganan medis dan ketersediaan fasilitas yang semula diklaim 'habis' mendadak muncul seketika usai Mely meluapkan kemarahannya di lokasi kejadian.
"Setelah aku ngamuk-ngamuk baru ada kursi roda, baru ada penanganan. Seandainya mereka tidak melayani, bagaimanalah bingungnya pasien dan keluarga? Apakah tidak bisa penanganan dulu diutamakan?" tegasnya penuh kekecewaan.
Sontak, video berdurasi 3 menit 28 detik itu mengguncang jagat maya. Hingga berita ini diturunkan, rekaman tersebut telah dibagikan lebih dari 5.000 kali, mengumpulkan 52 ribu likes, dan diserbu lebih dari 9.000 komentar pedas warganet yang mengecam bobroknya etika pelayanan kesehatan di Labuhanbatu.
"Rumah sakit umum kabupaten Labuhanbatu Sumut butuh didoktrin para pegawainya... Pelayanan yang diutamakan, bukan pilih-pilih yang dilayani. Waduh gawat!" cetus akun Facebook Famsyah Manik di kolom komentar.
Tak kalah tajam, akun Nasaruddin W turut menyoroti dugaan diskriminasi pelayanan. "Ibuk dinilai mereka orang kecil... Coba ibuk pejabat, aparat, pasti dilayani dengan sepenuh hati," tulisnya.
Sementara itu, gelombang pengakuan dari warga lokal seperti akun Zoel Sagala kian mempertegas bahwa kejadian serupa bukan kali pertama terjadi. "Lagi-lagi RSUD RANTAU PRAPAT. Saya juga pernah mengalaminya," ungkap Zoel.
Hingga berita ini dipublikasikan, pihak manajemen RSUD Rantauprapat maupun Dinas Kesehatan Kabupaten Labuhanbatu belum memberikan klarifikasi resmi terkait insiden yang mencoreng wajah pelayanan publik di Sumatera Utara tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Bus Tahanan Polres Labuhanbatu Masuk Jurang Usai Tabrak Fuso di Jalinsum Labura, Tahanan Luka-Luka
- 2Kabut Asap Karhutla di Aceh Kian Pekat, BMKG Peringatkan Dampak Risiko Kesehatan Warga
- 3Dampak Kabut Asap Karhutla, Dinas Pendidikan Labuhanbatu Terapkan PJJ Bagi Siswa PAUD hingga SMP
- 4Gawat bah! Kado HUT ke-81 Pemkab Labuhanbatu Dicoreng "Rapor Merah", Aliansi Mahasiswa Ngamuk Geruduk Kantor Bupati
- 5Dugaan Judi Dadu di Bahorok Langkat Bebas Beroperasi, Pengunjung Wajib Titip Smartphone
- 6Darurat Kabut Asap! Jarak Pandang di Aceh Utara Anjlok Drastis, Pemkab Terbitkan 7 Imbauan Penting
- 7BMKG Deteksi Titik Panas di Lhokseumawe, Jarak Pandang di Aceh Utara Merosot Hingga 2 Km
- 8AKP Sandi Riz Akbar Resmi Jabat Kasat Reskrim Polres Asahan, Kapolres Minta Tingkatkan Profesionalisme Penegakan Hukum
- 9354 Siswa di Berastagi Keracunan Menu MBG: 110 Dirawat Inap, BGN Resmi Suspend Dapur SPPG Sempajaya
- 10Diduga Jual Beli Jabatan, Wali Kota Medan Rico Waas Bebastugaskan Camat Medan Timur




