Sumut

Pemko Tanjungbalai dan AGSI Sumut Perkuat Pendidikan Sejarah Generasi Muda

Deddy Siregar | 30 Agustus 2026, 08:29 WIB
Pemko Tanjungbalai dan AGSI Sumut Perkuat Pendidikan Sejarah Generasi Muda
Wakil Wali Kota Tanjungbalai Muhammad Fadly Abdina menerima audiensi AGSI Sumut untuk memperkuat pendidikan sejarah dan karakter generasi muda. - Dok: Pemko Tanjungbalai

Tanjungbalai - Pemerintah Kota Tanjungbalai berkomitmen memperkuat pendidikan karakter berbasis sejarah bagi generasi muda melalui kolaborasi dengan Asosiasi Guru Sejarah Indonesia (AGSI) Provinsi Sumatera Utara.

Komitmen tersebut ditegaskan oleh Wakil Wali Kota Tanjungbalai, Muhammad Fadly Abdina, saat menerima audiensi pengurus AGSI Sumut di Ruang Kerja Wakil Wali Kota, Jumat (28/8/2026).

Dalam pertemuan itu, Fadly didampingi oleh Kepala Badan Kesbangpol Gando Tuah serta Kabid Budaya Aryanti Rita Saragih.

Fadly mengapresiasi kontribusi AGSI dalam memajukan kualitas pembelajaran sejarah di sekolah. Ia menilai para guru sejarah memegang peran sentral dalam menjaga identitas bangsa sekaligus memupuk rasa nasionalisme para siswa.

"Sejarah adalah cermin perjalanan bangsa. Guru sejarah bukan hanya mengajar, tetapi juga membentuk karakter dan kesadaran kebangsaan anak-anak kita. Pemerintah daerah tentu mendukung setiap langkah positif AGSI," ujar Fadly.

Dalam audiensi tersebut, pengurus AGSI Sumut memaparkan sejumlah rencana program strategis. Fokus utama mereka meliputi peningkatan kompetensi pendidik melalui pelatihan dan seminar, serta penyusunan kurikulum berbasis muatan lokal yang mengangkat sejarah dan kebudayaan Sumatera Utara, khususnya Kota Tanjungbalai.

Menanggapi program tersebut, Fadly menegaskan keterbukaan Pemko Tanjungbalai untuk berkolaborasi. Ia berharap AGSI dapat menjadi penggerak utama dalam membangkitkan kembali minat pelajar terhadap sejarah nasional maupun lokal.

"Generasi muda kita harus paham bahwa identitas dan jati diri bangsa lahir dari sejarah. Jika mereka mengenal dan mencintai sejarahnya, maka mereka akan tumbuh dengan rasa nasionalisme yang kuat," pungkasnya.

Pertemuan tersebut diakhiri dengan komitmen bersama untuk membangun kerja sama berkelanjutan demi menjadikan pendidikan sejarah sebagai fondasi pembangunan karakter daerah.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.